Ceramah Master Cheng Yen: Mengenang Guru Teladan

“Halo, semuanya. Saya adalah You Zhen-qing. Orang-orang memanggil saya "Guru You". Tadinya, saya adalah seorang guru yang sangat keras. Setelah mempelajari Kata Renungan Jing Si, saya tahu bahwa sebelum mengubah orang lain, saya harus mengubah diri sendiri terlebih dahulu. Jadi, saya pun mengubah diri sendiri. Sekarang, orang-orang tak lagi memanggil saya "Hitler". Mereka memanggil saya "Datuk". Menyalakan api di tempat terdingin; menyalakan pelita di tempat tergelap. Pertama kali buku Kata Renungan Jing Si diterbitkan, saya langsung menerapkannya dalam keseharian dan pengajaran,” kata You Zhen-qing Anggota Asosiasi Guru Tzu Chi.

Saya sangat kehilangan Guru You. Waktu berlalu dengan sangat cepat. Guru You, orang yang terlihat dalam video ini, semula adalah seorang guru yang keras. Namun, Kata Renungan Jing Si membuatnya mengubah metode pengajarannya.


Saya masih ingat dahulu, kapan pun saya pergi ke Pingtung, ada seorang guru yang selalu mengajak sekelompok murid SD untuk berbagi rahasia mereka dengan saya. Mereka juga menulis surat untuk saya. Anak-anak itu berbagi kisah mereka dengan energik dan polos.

“Sebelumnya, saya sangat bandel. Saya sering membuat orang tua saya marah dan menentang guru. Setelah masuk kelas 5 SD, saya diajari oleh Guru You. Yang membuat saya berubah adalah Tzu Chi dan Kata Renungan Jing Si dari Kakek Guru. Kata Renungan Jing Si dari Kakek Guru yang paling menginspirasi saya adalah, "Melakukan yang seharusnya dilakukan adalah kebijaksanaan; melakukan yang seharusnya tidak dilakukan adalah kebodohan," kata Xie Xian-de Murid SD Datong, Pingtung.

“Saat masih kelas 4 SD, saya sangat bandel. Setelah masuk kelas 5 SD, saya mendapat bimbingan Guru You dan terinspirasi oleh Kata Renungan Jing Si dari Kakek Guru. Kelak, saya tidak akan berulah dan membuat guru saya marah lagi,” kata Chen Jia-qingMurid SD Datong, Pingtung.

 

“Saya ingin berbagi tentang perubahan saya. Sebelumnya, saya sering berkelahi karena enggan mengalah. Yang lebih parah, saya meludah di sup sayur kelas lain. Namun, setelah masuk kelas 5 SD dan belajar Kata Renungan Jing Si, saya berubah menjadi lebih baik,” kata Guo Shi-xiu Murid SD Datong, Pingtung.

Inilah yang terjadi di Pingtung. Kita bisa melihat murid-murid ini juga memainkan sandiwara di hadapan saya dan berinteraksi dengan saya. Melihat murid-muridnya berinteraksi dengan saya, Guru You yang duduk di samping sangat gembira. Beliau sangat berdedikasi. Kini anak-anak ini sudah dewasa, berkarier, bahkan sudah menjadi orang tua. Demikianlah waktu terus berlalu.

Murid-murid Guru You yang sangat bandel berubah menjadi lebih baik setelah mengenal Kata Renungan Jing Si. Di rumah sendiri, saat orang tua bertengkar atau suasana di rumah tidak harmonis, mereka akan menempelkan Kata Renungan Jing Si di setiap sudut di rumah mereka. Jadi, saat bertengkar, melihat Kata Renungan Jing Si yang ditempelkan, orang tua mereka akan tertawa dan berkata, "Putramu menempelkan 'jimat' di sini lagi. Putramu ingin menyampaikan kalimat ini padamu." Intinya, Kata Renungan Jing Si adalah permata bagi banyak keluarga saat itu.

Mengenang masa lalu, Kata Renungan Jing Si bermanfaat bagi semua orang, baik dewasa maupun anak-anak. Guru You menggunakan Kata Renungan Jing Si untuk membimbing murid-muridnya sehingga mereka berubah menjadi lebih baik. Guru You sangat bersungguh hati. Meski murid-muridnya sangat bandel, tetapi dengan metode yang tepat, beliau dapat membimbing mereka menjadi murid yang patuh.

 

Kini murid-muridnya hendaknya sudah memiliki karier yang sukses serta keluarga yang harmonis dan bahagia. Saya yakin bahwa Kata Renungan Jing Si telah membawa manfaat bagi kehidupan mereka. Dahulu, banyak insan Tzu Chi yang menggunakan Kata Renungan Jing Si untuk menggalang Bodhisatwa dunia. Saya teringat dahulu, insan Tzu Chi yang selalu dekat di hati saya menggunakan Kata Renungan Jing Si yang singkat dan sederhana untuk menggalang Bodhisatwa dunia. Saya sangat berharap dapat mempertahankan momen itu.

Kata Renungan Jing Si yang sederhana dapat mengubah pola pikir seseorang dan menenangkan pikiran yang kacau. Satu Kata Renungan Jing Si yang singkat dapat melenyapkan semua pikiran pengganggu dan kerisauan. Dengan mengingat Kata Renungan Jing Si di dalam hati, semoga orang-orang bisa menjaga keharmonisan dalam menghadapi berbagai orang dan hal. Inilah harapan saya.

 

Dua hari yang lalu, saya menerima kabar bahwa Guru You telah meninggal dunia. Jika saya pergi ke Pingtung kelak, saya tak akan bisa melihatnya lagi. Meski saya tidak bisa melihatnya lagi, tetapi beliau akan selalu ada dalam benak saya. Beliau selamanya adalah murid saya. Beliau adalah guru yang inspiratif. Beliau telah membimbing banyak murid untuk bergabung dengan Tzu Chi dan membimbing banyak anak pembangkang menjadi anak yang berbakti.

Saat beliau masih muda, murid-muridnya segan padanya, tidak menyukainya, dan selalu menghindarinya. Kemudian, semua murid menyayanginya, mendekatinya, dan menyukainya karena belakangan, beliau mengajari murid-muridnya dengan Kata Renungan Jing Si, wayang potehi, dan sebagainya.

Kehidupan setiap orang dapat berubah. Murid-muridnya hendaknya sudah tumbuh dewasa sekarang. Saya akan selalu mengenang Guru You.

Kata Renungan Jing Si membawa manfaat bagi masyarakat secara luas
Menenangkan pikiran yang kacau dan melenyapkan kerisauan
Memberi teladan dengan mengubah diri sendiri
Menginspirasi orang banyak untuk membawa manfaat bagi dunia

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 09 Maret 2021
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 11 Maret 2021
Jika menjalani kehidupan dengan penuh welas asih, maka hasil pelatihan diri akan segera berbuah dengan sendirinya.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -