Ceramah Master Cheng Yen: Menggalakkan Kebajikan dan Melindungi Kehidupan Setelah Menyadari Ketidakkekalan


Inilah ketidakkekalan dan ketidakselarasan empat unsur alam, yakni unsur tanah, air, api, dan angin. Akibat gesekan lempeng bumi, terjadilah gempa bumi. Beruntung, semua warga Taiwan selamat. Hidup tenteram adalah berkah terbesar.Saya sering berkata bahwa banyak bencana yang terjadi di seluruh dunia dan tidak dapat dihentikan oleh manusia. Bencana hanya bisa diredam dengan keyakinan, cinta kasih, dan ketulusan.

Setiap orang hendaklah membangkitkan ketulusan. Untuk mengungkapkan ketulusan, kita harus bervegetaris. Belakangan ini, saya terus menyosialisasikan vegetarisme. Menyosialisasikan vegetarisme itu harus dan bervegetaris itu harus.

Saya juga menerima kabar tentang relawan kita yang turut menyosialisasikan vegetarisme. Saya sangat terhibur mendengarnya. "Orang yang berbudi pekerti tak akan sendirian." Ini merupakan kebenaran sejati. Jika kita menyosialisasikan vegetarisme dengan tulus, pasti akan ada orang yang setuju dan bervegetaris.


“Saya sendiri sudah bervegetaris 30 tahun lebih. Jadi, saya ingin berbagi manfaat bervegetaris dengan kalian. Ada berbagai manfaat bervegetaris, yakni mencegah kanker; meningkatkan imunitas; menghambat penuaan; menurunkan tekanan darah, gula darah, dan kolesterol; serta menguatkan lambung dan usus,” tutur salah satu peserta dalam Seminar kesehatan “Vegetaris dari Perspektif Medis” di Shuili, Nantou.

“Kurangi makan ikan dan daging. Makan lebih banyak sayuran dan buah-buahan. Bervegetaris dapat meningkatkan imunitas dan mencegah kanker,’ terang Yu Zheng-zhan, Kepala departemen bedah RS Tzu Chi Taichung.

“Apakah Anda mempelajari sesuatu di sini?”

“Ya, saya mempelajari banyak hal,” jawab peserta lainnya.Kita melihat para dokter menyosialisasikan vegetarisme dengan menjelaskan bahwa manusia tidak harus makan ikan atau daging untuk memperoleh gizi yang dibutuhkan tubuh. Jika memenuhi kebutuhan gizi tubuh dijadikan sebagai alasan untuk mengonsumsi daging, itu tidaklah benar. Orang-orang mengonsumsi daging hanya karena tamak akan cita rasa makanan. Mereka tidak bisa mengendalikan nafsu keinginan untuk mengonsumsi daging.


Tidak terpikir oleh mereka bahwa cinta kasih yang tulus hendaklah dituangkan ke dalam tindakan nyata. Setiap orang bisa berkata bahwa mereka menggalakkan kebajikan dan melindungi kehidupan. Setiap orang bisa berkata demikian. Namun, hewan juga merupakan makhluk hidup. Hewan juga bisa merasakan rasa sakit dan takut akan kematian. Hewan juga ingin bertahan hidup dan takut akan kematian.

Jadi, bukan hanya manusia yang ingin bertahan hidup dan takut akan kematian, hewan pun demikian. Jika kita mengganggu mereka, mereka akan ketakutan dan kabur. Jadi, hewan juga sangat waspada dan sensitive terhadap hidup dan mati. Hewan juga memiliki perasaan. Akan tetapi, manusia selalu mengira bahwa segala sesuatu di bumi ini disediakan untuk dikonsumsi oleh manusia. Karena itulah, orang-orang menggunakan berbagai cara untuk mengonsumsi berbagai jenis daging hewan.

Hanya karena tamak akan cita rasa makanan, mereka menelan nyawa banyak hewan. Mereka sama sekali tidak berempati pada penderitaan hewan dan selalu bertindak sesuka hati. Pada akhirnya, semua makhluk harus menanggung konsekuensinya.

Belakangan ini, saya terus memperhatikan berita internasional. Empat unsur alam sudah tidak selaras. Ketidakselarasan unsur tanah, air, api, dan angina sungguh telah menimbulkan banyak bencana. Untuk meredam bencana, orang-orang harus tersadarkan. Jika tidak tersadarkan, orang-orang akan terbelenggu oleh nafsu keinginan.

 

Dalam Sutra Teratai dikatakan bahwa dunia bagai rumah yang tengah terbakar. Di dunia ini, manusia dibelenggu oleh nafsu keinginan bagaikan dipenjara. Orang-orang membiarkan diri sendiri dibelenggu oleh nafsu keinginan dan tidak bisa membebaskan diri. Jadi, kekuatan karma buruk semakin besar dan konsekuensinya pun tidak terelakkan.

Selain bencana alam yang kerap terjadi, konsekuensinya juga bisa berupa gangguan kesehatan atau hal-hal yang tidak berjalan sesuai keinginan dalam kehidupan sehari-hari. Kini iklim sangat tidak bersahabat. Saat ini, Taiwan mengalami krisis air, sedangkan hujan deras di negara lain mengakibatkan tanah longsor di dataran tinggi dan banjir di dataran rendah.

Curah hujan yang berlebihan menimbulkan bencana, kurangnya curah hujan juga menimbulkan bencana, yaitu kekeringan. Jadi, kita harus menyelaraskan unsur alam.

 

Saya berharap setiap orang dapat membangkitkan niat baik dan berdoa dengan tulus. Untuk itu, kita harus menaati sila. Jika kita tidak menaati sila, doa kita tidak akan terwujud. Jadi, kita harus menaati sila, mengasihi dan melindungi bumi, serta mengasihi dan menghormati semua makhluk dengan tulus. Dengan demikian, barulah kita bisa menunjukkan ketulusan kita.

Singkat kata, semua orang hendaknya menginspirasi kekuatan cinta kasih dan ketulusan satu sama lain serta jangan mengonsumsi daging. Tidak mengonsumsi daging berarti bervegetaris. Dengan tidak mengonsumsi daging, melainkan mengonsumsi tanaman pangan, kita dapat membina cinta kasih dan memiliki tubuh yang sehat. Ini disebut memiliki fisik dan batin yang sehat.

Bodhisatwa sekalian, ini bukan hal yang mustahil. Asalkan memiliki tekad, tiada hal yang mustahil. Jadi, mari kita lebih bersungguh hati.

 Ketidakselarasan empat unsur merupakan peringatan dari alam
Menggalakkan kebajikan dan melindungi kehidupan setelah menyadari ketidakkekalan
Tulus bervegetaris dan melenyapkan ketamakan
Membebaskan diri dari rumah yang terbakar dengan air hujan yang manis

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 20 April 2021
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia, Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 22 April 2021
Semua manusia berkeinginan untuk "memiliki", padahal "memiliki" adalah sumber dari kerisauan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -