Ceramah Master Cheng Yen: Menggalakkan Welas Asih terhadap Semua Makhluk

Para Bodhisatwa di Malaysia, kalian sudah bekerja keras. Saya ingin memberi tahu kalian bahwa kalian sungguh dipenuhi berkah.

Bencana alam di dunia terus terjadi tanpa henti, terlebih lagi pandemi COVID-19 yang telah menyebar ke seluruh dunia.  Kini kita sungguh harus memetik pelajaran besar. Kita bisa melihat akibat pandemic yang telah menyebar ke seluruh dunia, kini setiap orang harus memakai masker untuk menutupi mulut.

Memakai masker bukan hanya untuk mencegah penyebaran virus lewat pernapasan saat berinteraksi dengan sesama. Yang terpenting ialah kita harus mengetahui obat mujarabnya dan berusaha untuk menggalakkannya. Kalian pasti tahu apa obat mujarab yang saya maksud, yakni harus bervegetaris.

Kita sungguh harus bervegetaris. Kita tidak boleh tidak bervegetaris, menyosialisasikan vegetarisme, dan berbagi tentangnya.

Saudara sekalian, apakah pola makan vegetaris berhubungan erat dengan hal ini? Ya, hubungannya sangat erat karena nafsu keinginan manusia sangat tinggi, terutama nafsu makan daging. Manusia cenderung memiliki nafsu makan yang tinggi terhadap daging hewan.


Beberapa hari ini, kalian yang telah mengikuti berbagai aktivitas saya secara daring pasti mengetahui dengan jelas. Sekarang saya terus mengimbau orang-orang untuk sungguh-sungguh mendengar perkataan saya. Obat mujarab untuk mengendalikan pandemi ini adalah dengan menjalankan pola makan vegetaris. Tidak ada cara selain ini. Jadi, harap kalian sungguh-sungguh menganggap penting perkataan saya ini. Pola makan manusia berhubungan erat dengan pandemi ini.

Pada akhir tahun 2019 dan awal tahun 2020, saya terus mengatakan bahwa ada sesuatu yang sulit saya ungkapkan. Inilah yang ingin saya katakan. Begitu pula dengan hukum alam dan kondisi iklim. Kita bisa melihat di Malaysia, bencana banjir yang terjadi kali ini sangat parah.

Sungguh, dalam keseharian, kita harus selalu membangun tekad dan mengakumulasi niat baik sehingga di saat sekarang ini kita bisa menyalurkan bantuan darurat untuk korban yang membutuhkan.

Bodhisatwa sekalian, di tengah zaman yang penuh bencana alam serta wabah penyakit atau pandemi ini, kita sungguh harus mengembangkan cinta kasih. Sekarang ada pula isu bencana kelaparan. Bencana kelaparan juga melanda dunia.


Kondisi bencana terburuk ialah di mana ada beras, tetapi tiada orang yang memakannya. Yang sangat mengkhawatirkan sekarang ialah banyak orang yang mengalami kelaparan akibat pandemi dan bencana alam. Ada tempat yang dilanda banjir, ada pula yang dilanda kekeringan. Selain bencana banjir dan kekeringan, kini ditambah lagi dengan pandemi. Karena itu, kita membutuhkan obat mujarab.

Kita harus membangkitkan hati yang tulus untuk menyelaraskan empat unsur alam. Ketidakselarasan empat unsur alam dapat mendatangkan penyakit.

Saat iklim dan Bumi Pertiwi jatuh sakit, secara perlahan-lahan timbullah pandemi. Ini semua adalah akibat ketidakselarasan unsur alam. Saat empat unsur alam tidak selaras terjadilah Tiga Bencana Besar. Untuk meredam kondisi ini, setiap orang harus membangkitkan cinta kasih.

Kita sungguh harus membangkitkan cinta kasih. Kita harus bersumbangsih dengan cinta kasih, welas asih, sukacita, dan keseimbangan batin. Kita harus memiliki cinta kasih tanpa mementingkan jalinan jodoh. Orang-orang yang dilanda bencana itu tidak memiliki hubungan keluarga dengan kita. Namun, cinta kasih dan welas asih mendorong kita untuk membantu mereka. Inilah cinta kasih tanpa mementingkan jalinan jodoh. Kita juga harus mampu turut merasakan penderitaan orang lain.

Saya sering berkata bahwa kita harus menempatkan diri pada posisi orang lain untuk merasakan penderitaan mereka. Inilah perasaan welas asih yang berlandaskan kesetaraan.

 

Di masa sekarang ini, kita harus berempati. Kita harus memiliki cinta kasih tanpa mementingkan jalinan jodoh serta memiliki welas asih yang berlandaskan kesetaraan. Selain itu, kita juga harus memiliki sukacita dan keseimbangan batin. Artinya, orang-orang yang tidak dilanda bencana hendaknya membangun ikrar dan tekad luhur untuk segera bersumbangsih.

Kekayaan materi tidak bisa dibawa pergi saat kita meninggal. Karena itu, kita harus mengajak orang-orang untuk berdonasi. Inilah yang terus saya katakan. Jadi, orang-orang yang dalam kondisi aman dan tenteram hendaknya membangkitkan cinta kasih untuk membantu orang yang tengah dilanda bencana.

Relawan Tzu Chi di Malaysia harus lebih bekerja keras untuk mengajak orang-orang mengembangkan cinta kasih. Kekuatan cinta kasih dapat melindungi ketenteraman suatu negara dan membuat kondisi iklim bersahabat.

Bodhisatwa sekalian, dengan hati yang tulus kita berdoa untuk ketenteraman dunia. Namun, tanpa mengembangkan cinta kasih, bagaimana doa kita bisa terwujud? Dengan penuh ketulusan, kita juga bersumbangsih dengan sukacita dan tanpa pamrih.

Kita juga harus mengungkapkan cinta kasih terhadap semua makhluk dengan cara melindungi mereka. Kita harus melindungi kehidupan manusia dan kehidupan semua makhluk. Inilah wujud dari rasa kemanusiaan dan cinta kasih yang utuh dan menyeluruh. Inilah yang terus kita galakkan.

 

Bervegetaris dan tidak membunuh makhluk hidup adalah cara untuk melindungi hewan. Untuk memiliki kehidupan yang tenteram, manusia harus memiliki cinta kasih yang utuh dan menyeluruh. Inilah cara untuk mewujudkan dunia yang terteram. Karena itu, kita harus bervegetaris, menggalakkan pola makan vegetaris, dan berbagi konsep vegetarisme dengan semua orang.

Bodhisatwa sekalian, dengan penuh ketulusan serta segenap hati dan tenaga, kita mengajak orang-orang untuk bersumbangsih dengan penuh sukacita dan tanpa pamrih agar orang-orang yang menderita dapat lebih berkesempatan untuk menerima bantuan yang sungguh-sungguh dibutuhkan. Jika dapat demikian, berarti kita telah berhasil mengembangkan kekuatan cinta kasih. Inilah imbauan saya kepada kalian semua.

Saya berharap setiap orang dapat sepenuh hati dan tenaga mempraktikkan Dharma. Semoga ajaran saya dapat meresap ke dalam hati kalian agar hati kalian dapat semakin dekat dengan ajaran dan hati saya. Hati kalian dan saya yang saling bertautan akan semakin dekat dengan hati Buddha hingga dapat mengasihi semua makluk yang menderita di dunia. Inilah imbauan saya kepada kalian.

Bervegetaris untuk meredam bencana di dunia
Menggalakkan welas asih untuk mengasihi semua makhluk
Bersumbangsih dengan cinta kasih, sukacita, dan tanpa pamrih
Menghimpun cinta kasih untuk mewujudkan dunia yang tenteram

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 18 Januari 2021            
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 20 Januari 2021
Bila sewaktu menyumbangkan tenaga kita memperoleh kegembiraan, inilah yang disebut "rela memberi dengan sukacita".
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -