Ceramah Master Cheng Yen: Menggalang Bodhisatwa di Dunia


Bodhisatwa sekalian, waktu berlalu dengan sangat cepat. Setiap satu hari berlalu, saya selalu berpikir bahwa saya harus menjaga kekuatan untuk menyambut hari esok. Kemarin, saya berharap bahwa hari ini bisa berbicara dengan lebih jelas. Hari ini, saat berbicara, saya juga berharap bahwa esok hari masih memiliki kesempatan untuk berbicara dan bisa lebih baik daripada hari ini. Namun, meski saya memiliki harapan seperti itu kemarin, hari ini suara saya tidak menjadi lebih baik.

Melihat masa lalu, setiap orang selalu memiliki harapan untuk hari esok. Begitulah kehidupan. Saat masih muda, orang-orang selalu berharap masa depan akan lebih baik. Saat sudah lanjut usia, orang-orang tak lagi berharap demikian. Saudara sekalian, saya ingin kalian semua berpegang pada prinsip yang sama, yaitu menggenggam hari ini dengan sebaik-baiknya. Kita tidak tahu apakah masih ada hari esok, tetapi setiap orang harus memiliki harapan.

Saya dengan tulus mendoakan semoga setiap orang memiliki jalinan jodoh dengan Tzu Chi dan bisa membangun tekad serta ikrar demi Tzu Chi. Hendaknya semua orang menjalankan misi Tzu Chi demi dunia ini. Saya berharap semua orang dapat membangun kekuatan ikrar untuk hari esok, bahkan hari-hari berikutnya yang tak terhitung jumlahnya. Setiap hari hendaknya menjadi perwujudan dari ikrar yang telah kita bangun sebelumnya. Inilah yang paling saya harapkan.


Saat ini, Tzu Chi telah menjalankan misi amal internasional. Namun, kondisi dunia sekarang memang penuh kekacauan dan tidak damai. Setiap hari, saya mengkhawatirkan ketidakstabilan dunia dan bertanya-tanya apakah dunia ini dapat kembali tenang dan damai. Rasanya sangat sulit dan itu membuat saya sangat khawatir. Inilah persoalan dunia. Saya selalu mengkhawatirkan dunia dan penderitaan semua makhluk. Entah berapa banyak orang yang pada saat ini sedang menghadapi kesulitan yang begitu berat. Jadi, sangat sulit bagi saya untuk tidak memikirkannya.

“Saya sendiri juga pernah kehilangan tempat tinggal sehingga sangat memahami penderitaan yang dialami orang-orang di kamp pengungsian. Dahulu, saya dapat melihat kebutuhan mereka, tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membantu. Ketika saya mendapat kesempatan untuk bekerja sama dengan Tzu Chi dalam membantu mereka, saya tidak ragu sedikit pun untuk terlibat,” kata Ghadeer Aljamal, relawan Gaza.

Saat ini, Tzu Chi memiliki hubungan dengan orang-orang di seluruh dunia. Kita selalu berharap dapat mengulurkan tangan lebih jauh seolah memiliki seribu tangan dan sepuluh ribu tangan yang mampu melindungi semua orang. Semoga semua orang dapat hidup dengan damai. Setiap saat, yang saya pikirkan ialah bagaimana melindungi semua makhluk di dunia.

Saya selalu berharap semua orang berdoa dengan tulus kepada para Buddha dan Bodhisatwa. Namun, sebenarnya, tanpa kita berdoa kepada para Buddha dan Bodhisatwa, Mereka telah berupaya dengan segala cara untuk melindungi dan menjaga semua makhluk hidup. Hanya saja, karma buruk semua makhluk begitu berat. Buddha pernah berkata bahwa karma buruk makhluk hidup tak bisa dihapus begitu saja meski oleh para Buddha dan Bodhisatwa. Yang dapat Beliau lakukan hanyalah terus membabarkan Dharma.


Semua makhluk harus mendengarkan dengan baik. Setelah mendengar, hendaknya kita memperbaiki diri, melakukan hal baik, dan membantu sesama. Jika merupakan Bodhisatwa, kita akan tahu untuk menyelamatkan orang lain. Saat ini, ketika kita bertekad dan berdoa agar semua orang hidup damai, kita sebenarnya masih makhluk awam. Saya berharap setiap orang dapat menjadi Bodhisatwa. Bagaimanapun, kita harus membangkitkan hati Bodhisatwa.

Setiap orang hendaknya mencurahkan cinta kasih dan mengubah cinta kasih ini menjadi energi kebajikan. Belakangan ini, saya sering berbicara tentang "energi". Jika setiap orang bersedia untuk menciptakan berkah bagi dunia, energi berkah akan terbentuk. Setiap orang hendaknya menciptakan berkah. Saat setiap orang memiliki energi berkah, barulah dunia dapat memperoleh perlindungan.

Sama seperti manusia ketika melihat langit dan berkata, "Mataharinya sangat terik dan panas." Semuanya mengharapkan kesejukan dan berdoa agar awan bermunculan menutupi matahari. Saat awan menutupi matahari, panas yang dirasakan di Bumi pun berkurang dan manusia dapat merasakan kesejukan. Saat ini, yang dapat kita lakukan hanyalah menciptakan berkah. Begitulah energi berkah terbentuk. Ketika kita menciptakan berkah dan membentuk energi berkah, energi kebajikan yang terhimpun akan menjadi berkah bagi dunia. Energi berkah harus diciptakan oleh manusia.

Hendaknya manusia menciptakan berkah. Selama puluhan tahun ini, saya terus mengajak dan berharap agar semua orang dapat menciptakan berkah. Hanya ini tujuan saya, tidak ada yang lain. Jika setiap orang menciptakan berkah, barulah dunia akan menjadi damai. Jika kita terus mengajak orang lain berbuat baik, mereka akan mengurangi satu niat buruk dan menambah satu perbuatan baik. Jadi, setiap bertambah satu orang yang berbuat baik, bertambah pula satu berkah di dunia. Maknanya sama.


Saya selalu berharap insan Tzu Chi di seluruh dunia dapat memikul tanggung jawab menjalankan misi Tzu Chi. Saya bukan menginginkan uang, melainkan orang. Saya sering berkata bahwa yang saya harapkan bukanlah uang. Namun, cinta kasih tidak dapat dilihat secara langsung.

Cinta kasih perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Bagaimana caranya? Dengan memberikan donasi sedikit demi sedikit. Tzu Chi dimulai dengan praktik donasi 50 sen. Kini, kita harus kembali pada semangat itu. Dahulu, praktik donasi 50 sen hanya dijalankan oleh 30 ibu rumah tangga. Sekarang, semangat ini dapat diserukan oleh kita semua.

Semoga praktik donasi 50 sen dapat dijalankan di seluruh dunia agar terbentuk kekuatan besar. Nilai donasi tidak harus 50 sen. Berdonasilah sesuai kerelaan masing-masing. Orang yang lebih kaya dapat berdonasi lebih banyak. Makin besar donasi yang terhimpun, makin besar pula kekuatan yang dapat dikerahkan untuk berbuat bajik.

Bodhisatwa hadir di dunia untuk menjalankan ajaran Buddha. Ajaran Buddha bertujuan untuk membangkitkan cinta kasih dalam diri kita agar peduli terhadap penderitaan semua makhluk. Inilah yang disebut dengan Bodhisatwa.

Membangun tekad dan ikrar yang teguh
Merespons penderitaan dan melindungi semua makhluk
Mendatangkan kesejukan dan menciptakan berkah dengan Dharma
Menggalang Bodhisatwa di dunia

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 03 Juni 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 05 Juni 2026
Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -