Ceramah Master Cheng Yen: Menghimpun Keharmonisan lewat Pelayanan Medis
“Saya merasa sangat bersyukur karena kami memiliki keuntungan dari segi lokasi. Aula Jing Si Xindian berada tepat di samping RS Tzu Chi Taipei. Jadi, setiap pagi, semuanya memiliki kesempatan yang sangat berharga untuk mengikuti acara ramah-tamah bersama Master dan menyampaikan berbagai pengalaman yang kami temui dalam pelayanan medis, termasuk kasus-kasus yang sulit serta bagaimana kami terus belajar dari setiap pasien yang kami tangani,” kata Chao You-chen, Kepala RS Tzu Chi Taipei.
“Saya adalah dokter spesialis hematologi dan onkologi yang berfokus pada pengobatan kanker. Setelah bergabung di RS Tzu Chi Taipei, saya baru menyadari bahwa rumah sakit ini memiliki begitu banyak dokter hebat dengan keahlian yang luar biasa, baik dari departemen penyakit dalam maupun departemen bedah,” kata He Jing-liang, Wakil kepala RS Tzu Chi Taipei.
“Saya memimpin tim yang menangani 14 jenis kanker. Hal ini membuat saya sangat terhibur karena semua orang dapat bekerja sama untuk melayani masyarakat luas. Semua orang tahu bahwa pengobatan kanker memerlukan pendampingan jangka panjang,” lanjut He Jing-liang.
“Selama 30 tahun mendampingi pasien kanker, inilah kebenaran yang saya pelajari. Sejak bergabung di RS Tzu Chi Taipei, saya makin yakin bahwa kami harus mengembangkan potensi kebajikan kami di bidang medis dengan penuh rasa syukur, rasa hormat, dan cinta kasih agar setiap pasien kanker dapat merasakan kehangatan,” pungkas He Jing-liang.
Saya merasa sangat bersukacita dan tenang karena semuanya dapat saling memahami. Para kepala dan wakil kepala rumah sakit telah melayani selama bertahun-tahun. Meski Wakil Kepala RS He tergolong baru, tetapi kita tetap berpegang pada semangat dan filosofi yang sama, yaitu mengasihi dan melindungi kehidupan. Hal terpenting ialah menghormati kehidupan. Jadi, kita mengasihi, melindungi, dan menghormati kehidupan tanpa membeda-bedakan. Setiap kehidupan memiliki nilai yang setara. Baik kaya maupun miskin, semuanya setara. Seluruh sistem pelayanan medis Tzu Chi telah mewujudkan prinsip ini. Saya merasa sangat senang.

Saat berada di RS Tzu Chi Dalin, saya mendengarkan berbagai laporan setiap paginya. Saya mendengar para tenaga medis di pedesaan berbagi tentang kondisi penyakit pasien, cara dokter menyelamatkan pasien, dan bagaimana mereka mencari tahu tentang keadaan keluarga pasien, mulai dari jumlah anak, jumlah lansia di rumah, hingga jumlah anggota keluarganya. Mereka mengetahui kondisi pasien secara menyeluruh seolah-olah sedang menceritakan keadaan keluarga sendiri.
Para dokter benar-benar memahami kehidupan setiap pasien secara jelas. Seluruh sistem pelayanan medis Tzu Chi menghormati kehidupan dan menghargai kekuatan cinta kasih. Hubungan antardokter, antara kepala rumah sakit dengan dokter dan perawat, semuanya terasa begitu akrab. Saya sangat tersentuh melihat cinta kasih yang mereka curahkan kepada setiap orang. Jadi, saya merasa sangat bersyukur dan tenang.
Saya juga merasa sangat bersyukur karena memiliki begitu banyak dokter yang baik. Di setiap RS Tzu Chi, baik para dokter maupun kepala rumah sakit, semuanya memiliki semangat Tzu Chi yang begitu kuat. Mereka tidak pernah membuat saya merasa khawatir. Jadi, dalam perjalanan kali ini, saya dapat merasa tenang dan penuh sukacita.
Di RS Tzu Chi, saya berharap setiap kepala rumah sakit, wakil kepala, dokter, dan perawat dapat bersama-sama membangkitkan hati Bodhisatwa dengan cinta kasih untuk menapaki Jalan Bodhisatwa ini. Jalan pelayanan medis ini adalah Jalan Bodhisatwa yang agung.


Dalam kehidupan, kita melalui proses lahir, tua, sakit, dan mati. Semua fase kehidupan ini merupakan hukum alam yang wajar. Namun, yang dihadapi dunia medis tidak selalu hanya proses menua, sakit, dan mati. Ada anak-anak yang sejak lahir telah memiliki kelainan atau begitu hadir ke dunia, sudah membutuhkan perhatian dan perawatan khusus.
Saya pernah mengunjungi ruang perawatan bayi. Di sana, ada seorang bayi yang tubuhnya sangat kecil, bahkan cukup ditopang hanya dengan satu telapak tangan. Melihat bayi sekecil itu membuat saya tidak sampai hati. Melalui lubang yang ada di samping inkubator, perawat selalu berkata, "Bersemangatlah, bersemangatlah. Ingatlah untuk terus bernapas." Saya pun mendekat dan bertanya, "Kalau Anda berbicara seperti itu, apakah bayi ini bisa mengerti?"
Perawat itu sungguh penuh cinta kasih. Ia berkata, "Master, saya harus terus memanggilnya. Saya melatihnya agar suara ini masuk ke dalam otaknya yang belum berkembang sempurna." Mendengar penjelasan itu, saya merasa apa yang dikatakannya sangat masuk akal.
Bagi kehidupan yang belum berkembang sempurna dan baru datang ke dunia ini, bagaimana ia akan mengenal kehidupan di dunia? Sejak awal, ia perlu mendengar suara manusia dan irama yang penuh cinta kasih. Begitu pula ia perlu sentuhan tangan yang lembut untuk melatihnya mengenal atmosfer kehidupan di dunia.


Belakangan ini, saya sering berbicara tentang atmosfer dan energi manusia. Saya merasa semua itu berkaitan dengan kehidupan. Ketika seseorang hadir di dunia, ia membutuhkan atmosfer yang penuh kehangatan.
Saat ini, kita juga merasakan atmosfer setiap harinya. Atmosfer yang kita ciptakan itu mampu membuat orang merasa sukacita. Saya merasakan energi manusia yang begitu kuat Semua orang mencurahkan cinta kasihnya masing-masing. Ketika seluruh cinta kasih terhimpun, terciptalah energi keharmonisan yang membawa sukacita bagi semua orang.
Hendaklah kita bersatu hati untuk membawa kehangatan bagi masyarakat. Apa pun profesinya, semua orang di sini dapat saling berbagi pengalaman dan atmosfernya pun terasa nyaman. Meski kita membahas keahlian masing-masing, semuanya tetap dapat bersatu dalam keharmonisan. Bahkan, bagi orang yang bukan ahli medis, ketika mendengar para tenaga medis membagikan pengalaman, mereka dapat mengetahui berbagai jenis penyakit.
Jika ada yang berkata bahwa teman atau kerabat mereka juga mengalami kondisi yang sama, kita bisa segera memberi tahu mereka bagaimana dokter dan perawat Tzu Chi merawat pasien. Dengan begitu, mereka akan menyuruh teman atau kerabat mereka datang ke sini agar dapat memperoleh penanganan yang tepat. Kedekatan dan kehangatan layaknya keluarga pun akan makin terasa. Inilah yang paling saya harapkan.
Saya berharap Tzu Chi selalu memandang semua makhluk seperti keluarga sendiri. Hendaknya kita merawat setiap pasien dengan hati seperti ini. Dengan begitu, pasien yang datang akan merasa lebih damai. Kedamaian itu akan membuat pasien lebih rileks.
Apa pun penyakit yang mereka derita, ketika datang ke sini, mereka akan merasa dipenuhi sukacita. Jika suasana hati mereka baik, beban penyakit pun akan terasa lebih ringan. Mereka pun akan merasa penuh harapan serta mampu menyemangati diri sendiri. Ini sangatlah baik. Saya merasa sangat bersyukur.
Menghormati kehidupan dan melindungi kebahagiaan
Menghangatkan hati pasien dengan memperlakukan pasien layaknya keluarga sendiri
Mengobati dengan cinta kasih dan keahlian medis
Memiliki kesatuan tekad untuk menghimpun keharmonisan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 23 Juli 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 25 Juli 2026







Sitemap