Ceramah Master Cheng Yen: Menghimpun Kekuatan Bersama untuk Mengemban Misi

Dalam rangka Pemberkahan Akhir Tahun sekali setahun, saya singgah di Dalin dan dipenuhi rasa syukur. Pertunjukan di atas panggung mengingatkan kita bahwa kehidupan begitu singkat, bagai sandiwara atau mimpi.

Pertunjukan beberapa menit itu menggambarkan bagaimana perasaan manusia saat ajal menjemput di masa-masa akhir kehidupan. Orangnya sendiri mungkin merasa tidak rela. Dia mungkin berharap dapat diberi kesempatan untuk melihat hari esok dan diberi harapan. Begitulah kehidupan.

Kehidupan bagai sebuah sandiwara. Dalam sandiwara ini, peran apakah yang kita mainkan? Berhubung sudah naik ke panggung sandiwara ini, kita harus sungguh-sungguh memerankan sebuah peran dengan penuh keberhasilan.

Saudara sekalian, kita semua, bukankah di Dalin ini telah memerankan peran dengan sangat berhasil? Setiap departemen di sini telah memerankan peran yang besar dan penting. Kalian tahu misi kesehatan Tzu Chi yang besar ini dimulai dari 50 sen dan tetes-tetes sumbangsih banyak orang. Tzu Chi dimulai sejak 50-an tahun lalu dari 50 sen. Kita memulainya dari misi amal.

Saat menjalankan misi amal, kita menemukan banyak orang yang menderita karena sakit. Mereka menderita. Saya sering mengunjungi daerah kurang mampu, merasakan penderitaan lansia yang hidup sebatang kara, memahami penderitaan orang yang kekurangan dan sakit. Jadi, saya melihat bahwa kurangnya fasilitas medis di pedalaman juga membawa penderitaan. Karena itu, dari misi amal, kita berkembang ke pembangunan rumah sakit. Saya sungguh bersyukur.

Tentu, kini kita memiliki Empat Misi Utama dan Delapan Jejak Dharma.


Di Aula Jing Si Kaohsiung, saat akan menuju ruang ceramah setiap hari, saya selalu melewati sepenggal koridor yang menanjak. Saat melewati koridor itu, saya akan terpikir lagu "Menarik Kereta". Menarik kereta menaiki bukit sungguh tidak mudah.

Sungguh, tidak mudah untuk lembu tua ini menarik kereta ke atas bukit. Beruntung, saat akan membangun rumah sakit, saya baru berusia tiga atau empat puluhan tahun. Saat itu saya bertekad untuk membangun rumah sakit dan menjalaninya dengan sukarela. Beruntung, benih yang kita tanam saat itu sudah bertunas, tumbuh menjadi pohon kecil, dan akhirnya menjadi pohon besar, terutama di Dalin.

Kata "lin" pada Dalin berarti "hutan". Hutan ini memiliki pepohonan yang lebat. Jadi, saya amat bersyukur. Semoga "hutan" di Dalin ini terus terjaga kelebatannya dan pohon-pohonnya dapat terus menyerap air hujan hingga ke daun, ranting, batang, dan akarnya hingga akhirnya menjadi sumber air di dalam tanah yang tidak kunjung habis untuk menyokong kehidupan di dalam hutan tersebut.

Kita melihat para dokter kita begitu merendahkan hati. Ini sungguh berharga. Mereka adalah dokter humanis yang melindungi kehidupan dan menjaga cinta kasih. Jadi, bagi kalian yang telah melindungi kehidupan, saya hendak mengucapkan terima kasih.

Selain dokter dan perawat, rumah sakit tak akan berjalan baik tanpa staf administrasi. Tanpa petugas kebersihan, rumah sakit kita juga tidak akan terjaga kebersihannya. Kita harus saling berterima kasih dan saling mengasihi. Jadi, kerja sama yang harmonis sungguh terlihat di RS Tzu Chi Dalin. Ini adalah rumah yang penuh kehangatan. Jadi, setiap tahun saya datang untuk membagikan Angpau Berkah dan Kebijaksanaan.


Tahun ini saya masih bisa datang, entah tahun depan. Jadi, kita harus sungguh-sungguh menghargai Angpau Berkah dan Kebijaksanaan ini. Berapa tahun angpau yang sudah kalian dapat, semua itu bisa menjadi warisan cinta kasih bagi keluarga. Terima kasih, Bodhisattva sekalian.

Para dokter bagaikan Buddha hidup yang menolong semua makhluk dari penderitaan dan membabarkan Dharma. Kalian juga harus lebih mendalami ajaran Buddha. Ajaran Buddha menolong semua makhluk yang menderita dan membangun kesehatan mental dalam batin mereka. Ini adalah cinta kasih yang abadi. Terima kasih kepada para dokter dan perawat yang bagaikan Bodhisattva Avalokitesvara. Terima kasih.

“Para murid di Dalin berikrar dengan tulus. Kami bertobat di hadapan Master. Kami melihat Master menyeret tubuh yang lemah demi membabarkan Dharma dan mengurai kerisauan kami. Kami menerima manfaatnya dan bersukacita. Master mengorbankan diri demi jiwa kebijaksanaan kami. Melihat sosok Master dari belakang, kami ingin membantu Master memikul lebih banyak, tetapi kami harus menghabiskan lebih banyak waktu untuk memahami kesempurnaan kebijaksanaan Master sehingga Master merasa tidak ada waktu lagi. Di sini, kami para murid di Dalin berikrar dengan tulus kepada Master. Kami akan bekerja sama dengan satu hati dan harmonis untuk melindungi kehidupan, menjaga kesehatan, dan menjunjung cinta kasih. Kami akan mengikuti setiap langkah Master. Kami pasti berusaha dengan segenap kekuatan untuk memetik pelajaran besar. Kami bervegetaris dan menyosialisasikan vegetarisme. Kami semua menyosialisasikan vegetarisme. Master, kami membutuhkan Master. Kami membutuhkan Master, sungguh-sungguh membutuhkan Master. Mohon agar Master senantiasa tinggal di dunia. Mohon agar Master senantiasa membabarkan Dharma. Mohon agar Master melanjutkan pembabaran Sutra Teratai.”


Sungguh sulit untuk mengungkapkan keharuan saya. Saya sungguh terharu.

Kuk ini melambangkan bahwa saya benar-benar memikul dan menarik tanggung jawab misi. Saya melihat kuk ini sungguh kukuh. Melihat begitu banyak dokter dan perawat yang bersedia memikul tanggung jawab, saya sungguh merasa tenang.

Manusia datang dan pergi sesuai hukum alam. Ini tentu membawa banyak ketidakrelaan, tetapi jiwa kebijaksanaan tetap ada selamanya.

Kita semua harus menjalankan praktik nyata dengan langkah yang mantap. Inilah jalan Sutra Teratai yang paling nyata. Terima kasih. Saya juga terharu.

Saya mendoakan semoga para dokter dapat menghimpun kekuatan cinta kasih dan memikul tanggung jawab misi.

Bervegetaris dan menyosialisasikan vegetarisme amatlah penting. Inilah resep obat mujarab untuk menolong semua makhluk di dunia. Terima kasih.

Kehidupan amat singkat bagai mimpi
Menghimpun kebajikan kecil untuk mencapai ikrar besar
Dibutuhkan kekuatan bersama untuk menarik kereta
Membimbing semua makhluk ke jalan Sutra Teratai

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 23 Januari 2021           
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 25 Januari 2021
Benih yang kita tebar sendiri, hasilnya pasti akan kita tuai sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -