Ceramah Master Cheng Yen: Menghimpun Kekuatan dan Menyebarkan Cinta Kasih


“Tzu Chi mewakili cinta kasih agung. Cinta kasih agung tidak memandang perbedaan agama, ras, dan kewarganegaraan. Kami memandang setara semua orang,” ucap Miguel, relawan Tzu Chi.

Cinta kasih agung ajaran Buddha tersebar di seluruh dunia. Saya sangat bersyukur dan tersentuh. Tzu Chi hampir berusia 60 tahun. Selama ini, saya bersyukur setiap hari. saya bersyukur setiap hari. Umat Buddha sering mengucapkan "Amitabha".

Amitabha melambangkan usia dan berkah tanpa batas. Setiap orang memiliki hakikat di dalam hati dan hakikat ini adalah hakikat kebuddhaan. Bukankah semua orang merupakan Buddha?

Kita semua merupakan Buddha hidup di dunia ini. Di mana pun suara penderitaan terdengar, ke sanalah kita akan memberi pertolongan. Demikianlah cara kita menciptakan berkah besar. Terlebih, kini teknologi sangatlah maju. Dengan membuka ponsel saja, kita bisa mengetahui bahwa ada banyak negara yang tengah dilanda bencana alam dan bencana akibat ulah manusia. Setiap kali melihat atau mendengar bahwa ada negara yang membutuhkan bantuan kita karena kemiskinan atau penderitaan lainnya, saya selalu teringat akan ajaran Buddha bahwa dunia ini penuh dengan penderitaan.

Hidup di tengah masyarakat yang damai, kita hendaknya menganggapnya sebagai tanah suci. Tanah suci bebas dari noda. Bagaimana cara menciptakan tanah suci? Membimbing hati semua orang ke arah yang sama, yaitu arah yang bajik. Jika semua orang memiliki hati yang bajik, negara akan damai dan harmonis. Inilah tanah suci. Saya sangat berharap suatu hari nanti, setiap orang dapat menciptakan berkah.

Saudara sekalian, berkah di dunia ini hanya bisa diciptakan oleh manusia. Untuk itu, antarmanusia harus saling mengasihi. Jadi, dengan mempertahankan cinta kasih, berkah pun bertumbuh. Ini sangatlah penting.


Kini, di berbagai negara yang dilanda bencana, yang dilanda bencana, insan Tzu Chi tengah menyalurkan bantuan. Saat mendengarnya, orang-orang yang tadinya tidak mengenal Tzu Chi juga berhimpun dan turut bersumbangsih. Pihak berwenang setempat juga menyatakan bahwa mereka dapat mendukung penyaluran bantuan kita.

Intinya, orang yang penuh cinta kasih sangatlah banyak. Namun, jika kita tidak berinteraksi dengan mereka, mereka tidak berkesempatan untuk mencurahkan cinta kasih. Jadi, kita harus menyediakan jalinan jodoh dan kesempatan bagi mereka untuk menciptakan berkah dari kehidupan ke kehidupan dan dari generasi ke generasi. Inilah yang ingin kita lakukan di dunia ini.

Berkat jalinan jodoh dari kehidupan lampau yang matang di kehidupan sekarang, kita bisa mendengar tentang Tzu Chi dan bertekad untuk menjalankan Tzu Chi. Berkat tekad yang kalian bangkitkan, kalian dapat menginspirasi anggota keluarga dan teman kalian untuk bergabung di Tzu Chi. Kelak, kita dapat menciptakan berkah besar dari kehidupan ke kehidupan dan dari generasi ke generasi bagi berbagai negara dan masyarakat. Jika bisa demikian, dunia ini akan menjadi tanah suci.

Sesungguhnya, saya juga sangat khawatir. Memandang ke seluruh dunia, kita bisa melihat berbagai negara dan orang-orang yang berkedudukan tinggi. Jika pikiran mereka bergejolak ataupun membangkitkan ketamakan dan pikiran buruk lainnya, dan pikiran buruk lainnya, mungkin akan ada dua negara, tiga negara, bahkan lima negara yang terlibat konflik. Ini akan mendatangkan penderitaan tak terkira bagi banyak orang. Jadi, saya berharap setiap orang dapat membina cinta kasih di dalam hati.


Janganlah kita meremehkan kebajikan kecil. Jangan pula kita berpikir bahwa sudah ada banyak orang yang berbuat baik dan itu sudah cukup. Bagaimanapun tidak akan cukup. Di dunia yang luas ini, sebagian besar orang belum pernah mendengar tentang Tzu Chi dan tidak memahami ajaran Buddha.

Ajaran Buddha belum begitu terkenal di dunia internasional. Tujuan kita bukanlah ingin terkenal, melainkan ingin menyucikan hati manusia. Semua agama harus kita hormati. Terhadap agama apa pun, saya selalu bersyukur dan menghormati. Negara yang berbeda memiliki budaya dan agama yang berbeda pula. Di sebagian negara bahkan tidak ada agama Buddha. Jadi, baik agama Kristen Katolik, Kristen Protestan, Islam, maupun agama lainnya, semuanya mengajarkan untuk berbuat baik.

Ajaran kebajikan selalu dilandasi oleh kebenaran yang sama. Meski hidup di negara yang berbeda dengan agama yang berbeda, semua orang berpegang pada kebenaran yang sama. Karena itulah, kisah celengan bambu dapat menginspirasi begitu banyak orang untuk bergabung. Hingga kini, Tzu Chi masih terus mempromosikan semangat celengan bambu.


Tzu Chi tidak memandang perbedaan agama. Kita terus mengakumulasi tetes demi tetes cinta kasih orang banyak sehingga yang kecil terakumulasi menjadi besar dan kita dapat mengerahkan kekuatan cinta kasih secara luas. Di dunia ini, tidak boleh tidak ada agama dan pikiran baik. Asalkan ada agama, maka ada pikiran baik.

Kita harus bersungguh hati dalam hal ini. Baik cinta kasih, kasih, rahmat, maupun cinta kasih agung, semuanya merujuk pada cinta kasih agung.

Mengapa stasiun televisi kita menggunakan nama "Da Ai" (cinta kasih agung)? Karena saya berharap segala sesuatu yang kita lakukan berfokus pada cinta kasih. Baik misi amal, misi kesehatan, maupun misi pendidikan, semua berlandaskan cinta kasih. Ketiga misi ini bermula dari cinta kasih. Karena itulah, stasiun televisi kita Karena itulah, stasiun televisi kita diberi nama Da Ai TV. Kita harus menyebarkan cinta kasih agung untuk membawa manfaat bagi semua makhluk. 

Membangkitkan kebajikan hakiki untuk menolong orang yang menderita
Mewujudkan tanah suci dengan menciptakan berkah besar
Menginspirasi yang berjodoh untuk menghimpun kekuatan
Membawa manfaat bagi semua makhluk dan menyebarkan cinta kasih

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 25 Desember 2025
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 26 Desember 2025
Melatih diri adalah membina karakter serta memperbaiki perilaku.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -