Ceramah Master Cheng Yen: Menghimpun Kekuatan untuk Melindungi Kehidupan dan Menyambut Kedamaian Dunia


Bodhisatwa sekalian, praktik celengan bambu Tzu Chi dimulai oleh saya pada 60 tahun yang lalu. Saat itu, kita ingin membantu orang yang membutuhkan, tetapi dari mana dananya? Saya mengimbau para ibu rumah tangga untuk melakukan tiga hal setiap hari, yakni membangkitkan tekad, senantiasa mengingat tekad ini, dan bersumbangsih secara nyata dengan menyisihkan 50 sen. Karena itu, saat hendak pergi ke pasar, mereka pun ingat untuk menyisihkan 50 sen dari uang belanja.

Saat pedagang menimbang sayur untuk mereka, mereka berkata, "Kurangilah sedikit sayurnya. Saya ingin menghemat 50 sen." Saya mengingatkan mereka untuk berkata demikian kepada para pedagang dan mereka menuruti kata-kata saya. Jadi, mereka berkata kepada pedagang sayuran, "Saya ingin menghemat 50 sen untuk menolong orang." Sang pedagang pun berkata, "Lima puluh sen juga dapat menolong orang? Kalau begitu, saya juga ingin berpartisipasi." Demikianlah cinta kasih terus terakumulasi. Enam puluh tahun yang lalu, Tzu Chi bermula dari praktik donasi 50 sen.

Bodhisatwa sekalian, baik kalian tinggal di Hualien, wilayah barat Taiwan, maupun luar negeri, hendaklah kalian mengingat kisah ini dan berbagi dengan orang-orang bahwa Tzu Chi bermula dari donasi 50 sen. Mengapa 50 sen? Pertama, kehidupan orang-orang tidak akan terpengaruh. Kedua, sayur di atas meja pun tidak jauh berbeda. Selain itu, sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit. Orang-orang pun menjadi tahu bahwa akumulasi donasi 50 sen dapat menolong sesama dan membawa manfaat besar. Jadi, dalam keseharian, kita harus bisa berhemat.


Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit, inilah prinsip yang kita pegang sejak Tzu Chi berdiri hingga sekarang. Selain itu, saya juga ingin mengingatkan kalian untuk memahami hal-hal yang terjadi di seluruh dunia. Dengan akumulasi donasi dari banyak orang, kita juga bisa menyalurkan bantuan bencana internasional.

Terkadang, kita hendaknya memberi tahu orang-orang, "Ada orang yang bertanya-tanya mengapa Tzu Chi menyalurkan bantuan ke luar negeri. Namun, tahukah kalian betapa banyak orang yang menderita di luar negeri akibat bencana? Tzu Chi memang telah menjangkau dunia internasional. Donasi yang diberikan orang-orang kepada Tzu Chi tentu harus dimanfaatkan dengan sebaik mungkin untuk memberikan bantuan di mana pun bencana terjadi."

Tetesan air dapat memenuhi guci dan setiap orang dapat memanfaatkan air dari guci itu. Tetesan air juga dapat membentuk lautan. Di lautan yang luas juga terdapat setetes air kita. Dengan adanya lautan, kapal dapat membawa barang-barang ke berbagai negara. Hendaklah Tzu Chi bersumbangsih bagi seluruh dunia. Jadi, saya berharap insan Tzu Chi dapat melapangkan hati.

Dalam ajaran Buddha dikatakan, "Lapangkanlah hati hingga dapat merangkul seluruh alam semesta." Setiap pagi, saat membuka mata dan duduk di atas ranjang, saya mengingatkan diri sendiri untuk melapangkan hati hingga dapat merangkul seluruh alam semesta. Saya harus melapangkan hati untuk mengasihi semua makhluk di dunia. Selain sesama manusia, saya juga harus mengasihi hewan. Karena itulah, saya terus mengimbau orang-orang untuk bervegetaris. Makanan vegetaris adalah makanan tersehat.


Hewan adalah makhluk bernyawa yang memiliki perasaan. Saat orang-orang menangkap mereka, mereka tahu apa yang tengah terjadi dan berusaha untuk menyelamatkan diri. Mereka tahu siapa yang menangkap mereka. Rasa benci dan dendam pun timbul dalam hati mereka. Di kehidupan mendatang, mereka pun akan membalas dendam. Belakangan ini, saya sering berbagi prinsip kebenaran ini. Demikianlah saya menunaikan tanggung jawab saya.

Ada pelajaran besar yang harus saya sampaikan sekarang. Apakah itu? Bervegetaris itu harus. Jadi, mengimbau orang-orang untuk bervegetaris itu harus. Kini, saya telah menyampaikan hal ini pada kalian. Jangan berkata bahwa kalian tidak tahu. Yang terbaik ialah sepenuhnya bervegetaris. Jika tidak bisa sepenuhnya bervegetaris, berusahalah semaksimal mungkin untuk bervegetaris. Makin sering kita mengonsumsi makanan vegetaris, makin sedikit pula hewan yang diternakkan.

Peternakan membutuhkan lahan yang sangat luas. Demi membuka lahan peternakan, orang-orang terus menebang pohon. Pohon sangat penting untuk konservasi air dan tanah. Penebangan pohon telah merusak konservasi air dan tanah. Pikirkanlah, hanya demi memenuhi nafsu makan, manusia membuat Bumi terluka parah. Ini juga menciptakan karma buruk. Saya berharap semua orang dapat berhenti mengonsumsi daging. Inilah yang terbaik. Singkat kata, tidak mengonsumsi daging merupakan wujud cinta kasih kita terhadap hewan.


Saat ini, kita hidup aman dan tenteram di sini. Setiap hari, kita hendaknya bersyukur atas hal ini. Kertas yang diberikan pada saya ini berisi informasi tentang bencana yang terjadi di seluruh dunia. Kita yang hidup tenteram di sini hendaknya bersyukur dan berdoa bagi negara-negara yang dilanda bencana. Singkat kata, pikiran adalah pelopor segalanya.

Saat ini, mari kita menggunakan hati yang tulus untuk berdoa semoga dunia damai dan tenteram, bencana segera berlalu, dan iklim menjadi bersahabat. Mari kita menyatukan hati dan menghimpun cinta kasih untuk mendoakan ketenteraman bagi dunia.

Menghimpun kekuatan dengan menyisihkan 50 sen setiap hari
Menolong orang yang membutuhkan tanpa merugikan diri sendiri
Mengasihi semua makhluk dengan mengendalikan nafsu makan
Berdoa semoga dunia damai dan tenteram

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 20 Februari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 22 Februari 2026
Luangkan sedikit ruang bagi diri sendiri dan orang lain, jangan selalu bersikukuh pada pendapat diri sendiri.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -