Ceramah Master Cheng Yen: Menginspirasi Insan Berhati Mulia


Semoga iklim bisa bersahabat. Saya sering berkata bahwa saat empat unsur selaras, dunia akan damai dan tenteram. Jika terjadi krisis air, bumi dan tanaman pangan akan terkena dampak besar. Di dunia yang luas ini, populasi manusia sangatlah banyak. Saat empat unsur alam tidak selaras, banyak bencana alam yang akan terjadi. Ini sangat mengkhawatirkan. Namun, dalam lebih dari setahun terakhir, pandemi COVID-19 juga sangat mengkhawatirkan.

Pandemi COVID-19 di India sudah sangat serius. Mereka kekurangan persediaan oksigen. Terbatasnya tabung oksigen membuat para pasien COVID-19 kekurangan oksigen dan sulit bernapas. Selain itu, saat pasien COVID-19 tiba di rumah sakit, juga tidak ada ranjang bagi mereka. Demikianlah krisis yang terjadi di India.

Melihat pasien menderita, keluarga pasien lebih menderita. Ini sulit untuk dideskripsikan dengan kata-kata. Inilah yang selalu saya katakan, sesuatu yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Saat ini, demikianlah kondisi India yang berada di kolong langit yang sama dengan kita meski berjarak sangat jauh. Ada banyak negara yang mengalami penderitaan yang serupa. Betapa banyaknya tangisan dan ratapan dari orang-orang yang kehilangan orang tersayang. Kehidupan penuh dengan penderitaan. Selain penyakit dan keterbatasan layanan medis, kemiskinan juga mendatangkan penderitaan.


Kemiskinan dan penyakit mendatangkan banyak penderitaan. Penderitaan seperti itu sungguh tak terkira. Jadi, yang bisa kita lakukan hanyalah mengerahkan segenap hati dan tenaga. Mereka yang bisa kita tolong hari ini hendaklah kita tolong dengan segenap hati dan tenaga. Selain itu, orang-orang yang hidup di wilayah yang tenteram hendaklah segera tersadarkan. Kita bisa bersumbangsih dengan materi atau tenaga sesuai kemampuan masing-masing.

Semua orang di seluruh dunia hendaknya berdoa dengan hati yang tulus semoga dunia aman dan tenteram, iklim bersahabat, dan pandemi segera berakhir. Kini adalah saatnya bagi semua orang untuk tersadarkan. Saat bencana terjadi, kita harus memetik hikmah darinya. Mari kita beranjali dan menengadah untuk bertobat kepada langit. Kita juga harus menunduk untuk bersyukur atas ketenteraman wilayah tempat tinggal kita. Dengan menundukkan kepala, kita bersyukur kepada bumi yang menyediakan pangan dan sandang yang berlimpah bagi kita. Kita juga harus bertobat dan bertekad untuk bersumbangsih dan menolong orang-orang.

Di wilayah yang jauh dari kita, banyak orang yang dilanda pandemi ataupun bencana, hidup kekurangan, dan menderita. Kita harus bertekad untuk menyediakan makanan bagi orang yang kelaparan dan obat-obatan bagi orang yang jatuh sakit. Namun, bagaimana agar barang bantuan kita dapat menjangkau orang yang membutuhkan? Kita harus mengerahkan relawan setempat. Saat ada relawan setempat yang dapat terjun secara langsung untuk memberikan bantuan, Tzu Chi akan bersumbangsih.


Lihatlah, relawan Tzu Chi di Paraguay juga mengantarkan bahan pangan. Di sana, ada biarawati yang membuka panti wreda dan selalu menolong orang yang menderita. Biasanya, mereka yang merawat kaum lansia dan relawan Tzu Chi secara rutin menyediakan bahan pangan bagi mereka. Pada masa pandemi ini, kita tentu harus memberikan bantuan.

“Saya tidak membayangkan akan sebanyak ini. Persediaan kami baru saja habis dan kalian mengantarkannya lagi. Meski sudah berusaha sebaik mungkin untuk merawat lansia di sini, kami tetap membutuhkan dukungan materi. Dengan pendampingan relawan Tzu Chi, panti wreda bisa beroperasi lebih lancar. Jadi, kami sangat gembira melihat kedatangan kalian yang bagaikan keluarga. Terima kasih atas kehangatan yang kalian bawa untuk kami,” kata Carmenlita Biarawati.

Inilah estafet cinta kasih. Relawan di sana dapat mengantarkan barang bantuan secara langsung. Kita yang berada di sini juga hendaknya menyemangati dan mendukung mereka. Karena itu, saya sering berkata pada relawan kita, "Bersumbangsihlah dengan tenang, tetapi tetap taati protokol kesehatan. Kalian bisa bersumbangsih dengan tenang karena kami akan mendukung kalian dari belakang."

“Hari ini adalah ke-15 kalinya kami menerima barang bantuan. Setiap kali kami tidak tahu harus bagaimana dan merasa lelah karena pandemi, Yayasan Tzu Chi selalu mengulurkan tangan yang bersahabat dan segera mengantarkan alat pelindung diri dalam waktu 24 atau 48 jam. Karena itu, sekali lagi, kami berterima kasih pada Yayasan Tzu Chi,” kata Federico Schrodel Kepala RS Ciudad del Este.


Bodhisatwa sekalian, terima kasih. Terima kasih atas kesungguhan hati kalian. Saya sangat bersyukur setiap orang menyambut seruan saya untuk menghimpun cinta kasih. Kini kita telah melihat orang-orang yang jatuh sakit dan menderita di negara tertinggal. Bagaimana kita menolong mereka? Kita bisa membantu mereka melindungi diri dari pandemi, makan kenyang, dan hidup stabil. Ini bisa kita lakukan.

Saat semua orang di seluruh dunia menghimpun kekuatan bersama, ini pasti bisa dilakukan. Ini bukan omong kosong semata. Kita pasti bisa melakukannya asalkan memiliki tekad dan ikrar. Apakah kalian mengerti? (Mengerti) Bisakah kalian melakukannya? (Bisa) Saya sudah menduga bahwa jawaban kalian pasti benar.

Terima kasih atas kekuatan cinta kasih kalian. Mari kita mengajak lebih banyak orang untuk mengulurkan tangan agar orang-orang yang menderita bisa hidup tenteram, bahagia, berkecukupan, dan sehat. Saya mendoakan kalian semua. Terima kasih.

Ketidakkekalan dan perpisahan mendatangkan kesedihan dan penderitaan
Melihat krisis pandemi COVID-19 di India
Menginspirasi lebih banyak insan berhati mulia
Memberikan bantuan bersama saat jalinan jodoh matang

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 26 April 2021
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia, Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 28 April 2021
Menggunakan kekerasan hanya akan membesarkan masalah. Hati yang tenang dan sikap yang ramah baru benar-benar dapat menyelesaikan masalah.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -