Ceramah Master Cheng Yen: Menjadikan Cinta Kasih sebagai Tekad dalam Menyebarkan Dharma
“Ketika kami baru tiba, anak-anak makan menggunakan daun atau pulpen. Kami harus mulai dari pendidikan dalam kehidupan sehari-hari sesuai ajaran Master. Kami berterima kasih kepada para guru yang terus membimbing mereka. Lihatlah, mereka mengelap meja pun ada caranya,” kata salah seorang relawan Tzu Chi.
“Kami juga mengajarkan anak-anak untuk menghargai berkah dengan cara yang sederhana, seperti menghargai setiap suap makanan dan benar-benar memahami kerja keras dalam bertani agar mereka mengerti bahwa semua yang diperoleh tidaklah mudah,” pungkasnya.
“Dalam kegiatan Hari Guru kali ini, anak-anak bersama orang tua menyuguhkan teh kepada para guru. Dari mata mereka, saya melihat rasa syukur, hormat, dan cinta kasih. Saya percaya bahwa benih-benih ini sudah mulai bertumbuh. Kami akan terus menghadirkan harapan melalui pendidikan serta membawa tekad dan ikrar Master ke Lumbini,” kata Kriti Singh Khati, Kepala Sekolah Buddhis Tzu Chi Lumbini.
“Saya berterima kasih kepada Master karena telah memberi kami kesempatan untuk menanam benih kebajikan dan cinta kasih di Nepal. Saya akan terus berusaha mendampingi setiap anak dengan cinta kasih dan meneruskan nilai budaya humanis Tzu Chi dari generasi ke generasi,” kata Bimala Bhandari, Koordinator Akademik Sekolah Buddhis Tzu Chi Lumbini.
Melihat dan mendengar semua ini, hati saya dipenuhi rasa syukur dan sukacita.
Kepala Sekolah dan Guru sekalian, saya benar-benar dapat merasakan ketulusan kalian. Saya juga dapat merasakan tekad kalian yang penuh dengan cinta kasih yang tulus. Kalian telah menyebarkan cinta kasih di Nepal. Kalian menyayangi setiap butir benih kebajikan di Nepal dan mengolah tanah setempat dengan baik.
Guru ibarat petani. Setelah benih ditanam di tanah, diperlukan petani yang baik untuk senantiasa merawat dan menjaga benih tersebut. Saat waktunya menyiram, berikan air; saat waktunya mencabut rumput liar, segera bersihkan semua rumput liar yang ada di hati mereka agar dapat berkonsentrasi belajar. Jadi, saya merasa sangat senang dan memiliki harapan.
Saya melihat anak-anak tumbuh dengan aktif dan gembira, serta belajar dengan sungguh-sungguh. Saya juga dapat melihat bahwa mereka terus mengalami kemajuan. Ke depannya, kita dapat lebih sering melakukan telekonferensi untuk saling berkomunikasi dan memahami kondisi satu sama lain.

Saya berterima kasih kepada para guru, kepala sekolah, dan orang tua. Terlebih lagi, ada relawan Tzu Chi di sana. Ada empat kekuatan besar bersatu sehingga dapat membina anak-anak ini dengan baik. Saya berharap mereka terus bertumbuh setiap hari, terus mengalami kemajuan, dan makin memahami berbagai hal yang terjadi di masyarakat. Inilah harapan kita terhadap anak-anak.
Saya juga berharap para orang tua dapat terus mendukung sekolah dan bekerja sama dengan para guru. Di sekolah, anak-anak memiliki guru yang mendidik mereka. Di rumah, saya juga berharap para orang tua dapat memahami apa yang mereka pelajari. Jadi, orang tua juga merupakan teladan bagi anak-anak.
Sama seperti ketika sebuah keluarga ingin mengajarkan tata krama yang baik kepada anak, jangan sampai anak melihat ayahnya minum minuman keras hingga mabuk. Inilah yang disebut dengan pendidikan keluarga.
“Suatu hari, siswa kelas satu menonton program ‘Master Cheng Yen Bercerita’. Saya memberi tahu mereka bahwa setiap kehidupan sangatlah berharga. Keesokan harinya, ada orang tua mengirim pesan kepada saya dan bercerita bahwa ketika anaknya, Aarav, melihat ayahnya makan daging, dia berkata, ‘Ayah, guru mengajarkan bahwa kita tidak boleh membunuh hewan. Kita harus mengasihi mereka.’ Melihat perubahan seperti ini, orang tua tersebut sangat tersentuh dan berterima kasih kepada para guru karena telah memberikan pendidikan seperti ini kepada anak mereka,” kata Nikita, Guru Sekolah Buddhis Tzu Chi Lumbini.


Saya berterima kasih kepada para orang tua di sana. Saya juga berterima kasih kepada guru dan kepala sekolah. Terima kasih pula kepada para relawan Tzu Chi yang telah membangun tekad dan ikrar di sana. Terima kasih.
Hendaknya kita menggenggam jalinan jodoh. Berkat kalian yang begitu aktif, barulah semua ini dapat terwujud dengan begitu cepat. Selain itu, kita juga sudah menjalankan misi amal di Nepal. Dalam misi kesehatan, kita juga terus mengadakan baksos kesehatan. Saat ini, misi pendidikan pun sudah mulai berjalan. Bahkan, program Da Ai TV pun sudah bisa ditayangkan di sana.
“Di Bodhi TV, Kakak Sanjeeb Tuladhar mengatakan bahwa ajaran yang disampaikan Master merupakan ajaran yang sangat baik dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi, mereka tidak menggunakan AI untuk menerjemahkannya. Mereka menerjemahkannya kalimat demi kalimat. Penerjemahannya dilakukan oleh dua orang,” kata Chen Shun-fu, relawan Tzu Chi Malaysia.
“Setelah selesai diterjemahkan, hasilnya dibawa ke Universitas Buddhis dan diberikan kepada salah seorang teman mereka untuk didengarkan dan diperiksa apakah terjemahannya sudah tepat. Menurut mereka, ajaran Master sangatlah penting. Setiap kalimat harus diterjemahkan dengan cara yang tepat,” pungkas Chen Shun-fu.
Televisi merupakan sebuah sarana pendidikan yang besar. Baik misi amal, kesehatan, pendidikan, maupun budaya humanis, empat misi kita telah dijalankan secara beriringan di sana. Ini sungguh tidak mudah. Namun, yang paling tidak mudah ialah begitu banyak orang baik dapat berkumpul. Saya merasa sangat bersyukur.


Saya berterima kasih kepada kalian yang telah mendedikasikan diri untuk memperluas cinta kasih ke berbagai negara. Hal yang paling membuat saya bersyukur dan bersukacita ialah ajaran Buddha dapat disebarkan kembali ke Nepal. Saya bertekad untuk mendedikasikan diri demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk hingga akhirnya sekarang ajaran Buddha dapat kembali ke kampung halaman Buddha.
Kita menjalankan ajaran Buddha yang sesungguhnya untuk bersumbangsih bagi masyarakat. Jadi, kehadiran kita di sana mencakup misi kesehatan, misi pendidikan, dan misi budaya humanis. Sunggguh, kita menjalankan Empat Misi Tzu Chi sebagai satu kesatuan di sana. Yang lebih membahagiakan ialah saya beruntung memiliki kalian.
Sekelompok Bodhisatwa datang dari jauh ke Nepal karena ketika mendengar seruan saya, kalian membangkitkan tekad untuk terjun langsung. Terutama para pengusaha, kalian bersedia mengesampingkan bisnis kalian dan mendedikasikan diri sepenuhnya. Tentu saja, saya juga berterima kasih kepada keluarga kalian. Istri dan anak-anak kalian juga telah bersedia memberikan dukungan.
Jadi, bukan hanya kalian yang memiliki jalinan jodoh baik, tetapi keluarga kalian juga memiliki jalinan jodoh baik dengan saya sehingga bersedia mendukung kalian. Jadi, bukan hanya kalian yang membantu, mereka juga turut membantu. Istri dan anak-anak kalian semuanya ikut membantu. Berkat mereka, kalian dapat mengemban misi tanpa mengkhawatirkan yang lain. Saya sangat berterima kasih.
Para pendidik menanam benih kebajikan
Menjadi teladan melalui tindakan dan menerapkan nilai budaya humanis
Menjadikan cinta kasih sebagai tekad dan memperoleh pencapaian bersama
Menyebarkan ajaran Buddha di dunia
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 01 Oktober 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 03 Oktober 2026







Sitemap