Ceramah Master Cheng Yen: Menjaga Tekad, Mempraktikkan Ajaran, dan Menunaikan Tanggung Jawab
“Saya telah bekerja selama 35 tahun dan selama ini selalu berkecimpung dalam bidang pendidikan untuk terus mewariskan ilmu. Saat kami datang ke sini kali ini, total lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan hingga jenjang magister dan doktor sudah mencapai 120 orang,” kata Zheng Li-juan, Wakil kepala Departemen Keperawatan.
“Saya adalah lulusan angkatan ke-4, jurusan keperawatan tahun 2000 di Universitas Tzu Chi. Setelah menyelesaikan wajib militer, saya langsung mulai bekerja di RS Tzu Chi Hualien. Hingga sekarang, sudah sekitar 19 tahun saya bekerja di RS Tzu Chi,” kata Zhao Ji-yan, Pelaksana Pengawas Komite Pendidikan Keperawatan.
“Kali ini, saya sangat berterima kasih kepada Kepala Departemen Jia-rong dan juga Kepala RS atas dukungan mereka sehingga saya dapat datang ke Dalin untuk terus berkembang di bidang ini. Ke depannya, kami berharap dapat menggunakan metode pelatihan simulasi dan berbagai cara latihan ini agar para tenaga medis baru di Dalin dapat lebih mantap dalam menghadapi pekerjaan mereka dan tidak terlalu gugup,” lanjut Zhao Ji-yan.
“Dengan mendapatkan banyak kesempatan untuk berlatih, setelah selesai berlatih dan mulai terjun ke dunia kerja, mereka tidak akan terlalu gugup. Dengan begitu, kami dapat mempertahankan lebih banyak tenaga medis untuk tetap bekerja di sini,” pungkas Zhao Ji-yan.
Saya merasa sangat bersyukur karena kalian semua sudah sangat senior. Bisa dikatakan bahwa yang kalian tengah menjalankan misi, bukan sekadar profesi. Kalau hanya profesi, masih ada keuntungan pribadi yang ingin dikejar. Namun, jika sudah menjadi sebuah misi, berarti kita telah mencapai tingkat profesionalitas yang ingin kita pelajari.
Kita semua berada di tempat ini dengan hati yang selaras dan tenang. Kita semua pasti merasa berada di sebuah tempat yang penuh kedamaian dan kebahagiaan sekaligus dapat menjalankan misi dengan sukacita. Inilah yang disebut dengan "tempat yang penuh kedamaian dan kebahagiaan".
Sesungguhnya, ketika kita berada di tempat seperti ini, kita juga tetap menjalankan tanggung jawab terhadap keluarga. Begitulah kehidupan. Ke mana pun kita pergi, kita tetap perlu memenuhi kebutuhan hidup. Namun, kita juga memiliki cita-cita dan cita-cita itu pun telah tercapai. Kehidupan keluarga juga sudah stabil.

Saat ini, yang kita bicarakan ialah lingkungan tempat kita menjalani kehidupan. Lingkungan kehidupan kita ialah tempat seperti ini. Tinggal di tempat ini, kalian mendapatkan akses transportasi yang mudah, kehidupan keluarga stabil, dan pekerjaan yang dijalani juga sesuai dengan keinginan.
Mempelajari ilmu kedokteran dan menjalankan praktik medis adalah profesi yang kalian pilih sejak awal. Oleh karena itu, saya menyebut ini sebagai misi. Berhubung kalian memilih misi di bidang medis, yang terpenting ialah menyelamatkan orang. Justru daerah pedesaan yang relatif tidak banyak diminati orang, kita memilih untuk datang ke tempat ini.
Dahulu, ketika saya datang ke sini, daerah ini memang masih pedesaan. Yang dibutuhkan masyarakat di sini ialah pembangunan sistem pelayanan medis. Jadi, saya merasa bahwa selama kemampuan kita memungkinkan dan ada jalinan jodoh yang mendukung, saya yakin hal ini dapat diwujudkan.
Belakangan ini, saya sering mengatakan bahwa saya sangat bersyukur atas jalinan jodoh yang saya miliki. Saat ini, usia saya sudah lanjut dan hal-hal yang memang harus dilakukan pun sudah saya selesaikan untuk memberi manfaat bagi tempat ini. Masyarakat setempat dapat berobat dengan dokter-dokter dan fasilitas medis yang baik. Jadi, fasilitas medis setempat dapat menjalankan fungsinya dengan baik.
Jadi, tanggung jawab saya sudah saya jalankan sebagaimana seharusnya. Jika segala urusan duniawi sudah kita selesaikan, berarti tugas kita sudah tuntas. Saya sendiri pun berpikir, kalau kita menginventarisasi kembali semuanya, misi amal yang merupakan salah satu dari Empat Misi Tzu Chi juga sudah tersebar luas di tengah masyarakat.
Di tingkat internasional pun, dalam pelayanan misi amal, kita sudah memiliki insan Tzu Chi di berbagai negara. Dalam misi kesehatan, sudah banyak negara yang memiliki pelayanan kesehatan dan RS Tzu Chi. Jadi, apa yang harus dilakukan telah dilakukan.


Saya ingin menyampaikan kepada kalian bahwa sekarang usia saya sudah lanjut. Kali ini, saya keluar untuk berjalan-jalan dan melihat keadaan. Inilah tujuan utama saya. Setelah melihat semuanya, saya merasa sangat tenang karena kalian semua sudah sangat mantap. Saya telah mendengar bagaimana kalian bekerja dengan kesatuan dan keharmonisan di tempat ini. Hal yang paling saya sukai ialah melihat semua orang bekerja dengan kesatuan dan keharmonisan.
Saya melihat kalian semua bekerja dengan penuh kebahagiaan dan ketenangan. Meski melelahkan, tetapi kalian tetap memilih untuk menjalankannya dan memahami misi yang kalian jalankan. Kalian memilih untuk menjadi perawat dan sekarang kalian telah menjadi perawat. Jika seorang perawat tidak menjalankan fungsinya, semua ketekunan yang kalian curahkan ketika belajar akan menjadi sia-sia.
Begitu pula dengan dokter. Setelah menjadi dokter, jika tidak menjalankan tanggung jawab terhadap pasien, semua usaha kalian untuk menjadi dokter akan sia-sia dan berarti kalian mengingkari tekad serta ikrar yang dahulu kalian bangun. Betapa pun beratnya misi yang kita jalankan, apa yang dianggap berat oleh orang lain, kita harus bisa menjalankannya dengan penuh sukacita.
Kalian harus berpikir, "Saya memang ingin menjadi dokter. Dapat mengobati banyak pasien, inilah harapan saya. Ketika pasien datang dan saya dapat merawatnya, ia akan sehat." Perawat juga demikian. Seorang perawat bagaikan seorang ibu yang penuh cinta kasih. Semua pasien, baik yang lansia maupun anak-anak muda, hendaknya kita rawat seperti seorang ibu menyayangi anaknya. Sekuat apa pun seseorang, ketika jatuh sakit, ia bisa menjadi tidak berdaya.
Jadi, saya selalu berkata kepada orang yang sakit, "Kalian harus mendengarkan dokter." Bagaimanapun juga, jika kalian percaya kepada dokter yang merawat, kalian harus mendengarkan nasihatnya. Dengan adanya kerja sama antara dokter dan pasien, barulah penyakit dapat ditangani dengan baik.


Saya juga ingin memberi tahu kalian untuk menjalin jodoh baik dengan pasien. Jika kalian menjalin jodoh baik dengannya, ketika pasien merasakan perhatian kalian, ia akan merasa, "Saya telah menemukan seorang penolong." Orang yang menjadi penolong dalam kehidupannya ialah dokter yang baik. Ketika bertemu, pasien merasa memiliki jalinan jodoh dan dapat mengandalkan dokter tersebut. Jika dapat melakukan hal seperti ini, dokter tersebut akan menjadi dokter yang bijaksana dan dikenal oleh orang-orang.
Dokter seperti ini benar-benar menguasai pengetahuan medis dan memahami penderitaan pasien. Dokter seperti inilah yang paling ingin ditemui oleh orang yang sedang sakit. Begitu pula dengan perawat. Jadi, hendaknya para dokter menjalin jodoh baik dengan banyak orang. Dokter yang baik adalah dokter yang bijaksana. Dokter yang demikian dapat membuat pasien merasa tenang. Selain itu, obat yang diberikan harus tepat.
Kalian memiliki tekad untuk menjadi perawat yang menyelamatkan banyak orang. Hendaknya kalian menjaga tekad dan mempraktikkan ajaran. Inilah nilai kehidupan. Dengan demikian, jalan kita akan menjadi sangat lapang.
Buddha mendorong kita untuk terus menjaga tekad dan mempraktikkan ajaran agar jalan menjadi lapang. Hendaknya kalian sungguh-sungguh mengingat beberapa kalimat yang saya sampaikan ini. Jangan takut menghadapi kesulitan. Inilah cara kita mengembangkan nilai kehidupan.
Ketika semua memiliki tekad yang sama dan bersama-sama menjalankannya di tempat ini. Seberat apa pun pekerjaannya, kita tetap dapat melakukannya dengan penuh sukacita. Saya sangat bersyukur melihat RS Tzu Chi Dalin. Saya juga merasa sangat bersukacita dan tenang.
Saya berterima kasih kepada para kepala dan wakil kepala rumah sakit kita. Kalian saling mengasihi dan memahami bahwa semua orang di sini juga perlu dikasihi. Hendaknya kalian membuat orang-orang yang kalian kasihi untuk dapat terus saling mengasihi serta bekerja dengan kesatuan dan keharmonisan. Terima kasih.
Menjaga tekad dan mempraktikkan ajaran untuk hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan
Menyelamatkan kehidupan dan menunaikan tanggung jawab masing-masing
Menjadi dokter bijaksana yang mampu melenyapkan penderitaan semua makhluk
Bersatu, harmonis, dan menjalin jodoh baik
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 13 Agustus 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 15 Agustus 2026







Sitemap