Ceramah Master Cheng Yen: Menjalankan Sila dan Berbuat Baik demi Melindungi Dunia

Di tahun lalu, meski setiap orang merasakan kecemasan, tetapi tahun lalu bisa kita lalui dengan cukup aman. Mulai tahun ini, kita harus banyak bertekad dan berikrar. Cinta kasih berarti tidak mementingkan jalinan jodoh. Welas asih berarti merasa senasib dan tak membedakan. Sukacita berarti bersumbangsih dengan tenang dan gembira. Keseimbangan batin berarti kita harus sungguh-sungguh menggunakan kebijaksanaan di dalam batin kita agar kegelapan batin dan nafsu keinginan tidak merasuk ke dalam batin kita. Untuk itu, kita harus selalu mendengarkan dan mempraktikkan Dharma. Kita juga harus menyebarkan Dharma.

Setelah mendengar dan memahaminya, kita harus mempraktikkannya dalam keseharian. Inilah yang disebut mendengarkan dan mempraktikkan Dharma secara nyata. Kita dapat bersumbangsih dan menyebarkan Dharma. Sutra Bunga Teratai terus mengingatkan semua orang untuk mendengarkan dan menyebarkan Dharma demi membimbing semua makhluk. Intinya, kita dapat menyebarkan Dharma kepada satu orang, dua orang, tiga orang, lima puluh orang, dan seterusnya.


Saat seseorang menyebarkannya kepada satu orang lainnya, orang itu dapat melakukan hal yang sama sehingga satu dapat menjadi tak terhingga. Saat Anda menyebarkan Dharma, Anda juga mengembangkan kebijaksanaan sendiri. Asalkan Anda bertekad untuk menyebarkan Dharma, Dharma yang pernah Anda dengar dapat Anda sampaikan kepada orang lain. Anda pasti dapat menyampaikannya dengan lancar.

Ada banyak Dharma yang tak berwujud akan terus memancar bagaikan mata air. Anda akan dapat terus berbagi tanpa henti. Kita harus percaya diri dalam bertutur kata baik, berpikiran baik, dan berbuat baik. Semua ini bermula dari mendengar Dharma.

Bodhisatwa sekalian, setiap hari saya selalu mendoakan diri sendiri karena saya mengenal rasa puas dan bersyukur. Seumur hidup ini, selama puluhan tahun ini, saya bertemu banyak jalinan jodoh baik. Begitu banyak orang bersedia mendengarkan Dharma. Semua orang menerima dan mengingat nasihat saya sehingga merasakan kebahagiaan dalam Dharma.


Bukan hanya mendengarkan dengan senang hati, mereka juga sepenuh hati menyelami kata-kata saya. Mereka mengingat dan menerimanya ke dalam hati dengan sukacita. Saat kita bersumbangsih dan melihat orang lain menerima sumbangsih kita, kita akan merasakan kebahagiaan. Kita bahkan lebih gembira daripada si penerima. Inilah kebahagiaan Dharma.

Orang yang menerima sumbangsih sangat gembira; orang yang bersumbangsih bersukacita dalam Dharma. Ini karena kita mempraktikkan Enam Paramita, antara lain berdana dan menjalankan sila di Jalan Bodhisatwa. Kita adalah umat Buddha. Kita harus mempraktikkan sepuluh kebajikan, menjalankan lima sila, dan menghindari pelanggaran. Setiap hari kita juga hendaknya bersumbangsih.

Sekarang adalah saatnya bagi kita untuk melindungi alam. Alam ini perlu dijaga dan dilindungi oleh semua orang. Pelestarian lingkungan yang kita lakukan juga merupakan salah satu cara melindungi alam. Manusia terus mengeksploitasi sumber daya alam. Di sisi lain, sumber daya alam juga terbatas. Manusia terus merusak alam dan mengundang bahaya.


Buddha mengatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini mengalami empat fase, yakni terbentuk, berlangsung, rusak, dan hancur. Artinya, segala sesuatu yang berwujud di Bumi ini pasti melewati fase terbentuk, berlangsung, rusak, dan hancur. Proses pembuatan berbagai benda kerap membawa kerusakan bagi Bumi. Coba kita pikirkan dengan bijaksana. Setiap orang kini harus mengenakan masker. Berapa banyak sumber daya alam yang dibutuhkan untuk menghasilkan masker? Ini membutuhkan mesin dan kain.

Pembuatan mesin juga menghabiskan sumber daya dan membawa kerusakan bagi alam. Diperlukan berbagai proses yang panjang, barulah mesin berteknologi tinggi itu dapat terwujud. Selain itu, dibutuhkan juga listrik dan bahan baku lainnya. Bayangkan, dapatkah kita semua bersatu hati dan berusaha agar semua orang terbebas dari masker, sehat, dan tenteram? Untuk itu, kita harus meluruskan pikiran kita dan beralih ke pola hidup vegetaris.

Kita harus memiliki cinta kasih yang utuh dan menyeluruh. Dengan bervegetaris, kita dapat mengurangi pembunuhan hewan dan menghargai kehidupan. Ini harus dipraktikkan oleh semua orang. Ya, teknologi saat ini sangat maju. Saat saya berbicara sekarang, meski terdapat perbedaan waktu di setiap daerah, semua orang bisa mendengarkan secara langsung. Saat saya berbicara sekarang, banyak insan Tzu Chi di berbagai negara yang turut mendengarkan lewat jaringan internet. Saya percaya semuanya mendengarkan tanpa jeda.


Saya sering membahas tentang satu detik. Satu detik milik saya bukan semata-mata satu detik, mungkin sama dengan 86.400 detik. Di negara mana pun, asalkan ada insan Tzu Chi yang tulus, mereka akan menyerap satu detik milik saya ini ke dalam hati mereka. Jadi, satu detik waktu saya juga ada pada mereka.

Jadi, kita harus memanfaatkan kehidupan ini untuk hal-hal yang bernilai. Berapa banyak orang yang mendapat manfaat dari satu detik waktu kita, sebanyak itu pulalah jumlah detik yang kita miliki. Jadi, kita harus sungguh-sungguh memanfaatkan waktu.

Menggunakan kebijaksanaan untuk memahami kebenaran
Pancaran air Dharma membasuh semua makhluk
Menjalankan sila dan mempraktikkan kebajikan dengan cinta kasih yang utuh
Mempertahankan tekad bersama selamanya

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 27 Februari 2021         
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 01 Maret 2021
Jika selalu mempunyai keinginan untuk belajar, maka setiap waktu dan tempat adalah kesempatan untuk mendapatkan pendidikan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -