Ceramah Master Cheng Yen: Menjalin Jodoh Baik dengan Cinta Kasih Agung Tanpa Pamrih
“Kami mempromosikan program peningkatan keamanan rumah di komunitas, sekaligus menjalin interaksi hangat dengan saudara se-Dharma. Kakak Pan De-cheng tahun ini berusia 75 tahun dan beliau tinggal berdua dengan istrinya. Saat Tahun Baru Imlek, putranya pindah untuk tinggal bersama mereka. Sejak dahulu, beliau telah bergabung dalam tim transportasi dan aktif dalam kegiatan kedukaan, survei kasus, serta pelestarian lingkungan,” kata Chen Bi-hui, relawan Tzu Chi.
“Kaki kiri beliau sudah mengalami perubahan bentuk selama bertahun-tahun sehingga saat berjalan menjadi pincang dan kurang stabil. Saat berkunjung, kami menjelaskan tentang program peningkatan keamanan rumah. Awalnya, beliau berkata bahwa belum membutuhkannya, tetapi melihat kondisi kesehatannya, kami merasa kebutuhan itu sebenarnya ada. Kami pun mengajak relawan lain yang dekat dengannya untuk melakukan kunjungan kedua dan ketiga,” lanjut Chen Bi-hui.
Chen Bi-hui melanjutkan “Dengan lembut, semua orang menasihatinya, ‘Demi keselamatan Anda, mari kita melakukan langkah pencegahan. Kita tidak boleh membuat Master khawatir. Kita harus menjaga diri sendiri dengan baik agar dapat terus melayani di masyarakat.’ Beliau dan istrinya pun tersentuh dengan ketulusan hati kami dan menyetujui untuk dipasang pegangan tangan dan kursi mandi di kamar mandi, serta pegangan tangan di dapur.”
“Master, tenanglah. Kami akan terus melayani di masyarakat. Kami akan menjaga mereka yang lansia dan menginspirasi anak-anak muda,” pungkas Chen Bi-hui.
Usia 70, 80, hingga 90 tahun memang sangat membutuhkan bantuan seperti ini. Apa yang kalian lakukan sudah sangat tepat. Terima kasih atas kepedulian kalian terhadap para lansia. Kita harus bersikap seperti itu kepada siapa pun. Kita harus saling memahami dan saling mengasihi. Jika semua orang bisa melakukannya, saya akan makin tenang. Semuanya selalu meminta saya untuk tidak khawatir. Jadi, hendaknya semuanya saling memahami, saling mengasihi, serta bekerja dalam kesatuan dan keharmonisan. Jika semua orang bisa demikian saat menjalankan Tzu Chi di dunia, saya tidak akan khawatir.


Di kehidupan ini, saya juga berterima kasih kepada diri sendiri. Dengan rasa syukur, saya menginventarisasi diri sendiri. Saya berharap kalian semua senantiasa menginventarisasi diri sendiri. Saya pun berbuat demikian. Sejak kecil, saya selalu berbakti; setelah dewasa, saya berusaha untuk terus berbuat baik. Saya selalu mengasihi sesama dengan cinta kasih tanpa pamrih. Begitu pula Tzu Chi mengasihi seluruh dunia.
Saat menginventarisasi kehidupan, saya merasa bahwa hidup saya sangat bernilai dan cukup panjang umur. Namun, saya harus mengatakan bahwa setelah menginventarisasi kehidupan, saya menyadari bahwa waktu saya telah berlalu begitu banyak dan waktu yang tersisa tidaklah banyak. Jadi, saya harus segera memanfaatkan waktu yang tersisa ini dengan lebih giat. Jika tidak, waktu akan terus berlalu begitu saja dan langkah saya akan terhenti di sini. Jadi, saya harus segera memanfaatkannya karena waktu terus berlalu begitu saja.
Saya sangat berharap kalian semua dapat menumbuhkan jiwa kebijaksanaan serta melatih diri dengan tekun dan bersemangat. Seiring bertambahnya usia, kita harus menumbuhkan jiwa kebijaksanaan. Jika kita benar-benar menggunakan jiwa kebijaksanaan, cinta kasih dalam kehidupan kita akan cepat dirasakan oleh orang lain. Ketika melayani, orang-orang akan merasakan usaha dan kebaikan kita. Jika tidak menjalankan Tzu Chi, kalian tidak akan mengenal saya. Jika tidak menjalankan Tzu Chi, kalian tidak akan mengenal satu sama lain hingga saat ini. Sama prinsipnya dengan ini.
Saya merasa sangat beruntung karena melalui Tzu Chi, saya bisa menjalin jodoh dengan lebih dari 130 negara dan wilayah di seluruh dunia. Sesungguhnya, saya tidak pergi langsung ke sana, tetapi mereka mengenal Tzu Chi. Tzu Chi bukan dibangun oleh saya seorang. Kalian semua adalah insan Tzu Chi dan Tzu Chi adalah hasil dari upaya kalian bersama. Oleh karena itu, kita semua memiliki jalinan jodoh dengan insan Tzu Chi di seluruh dunia.

Hendaknya kita menjalin jodoh baik. Saya selalu memberi tahu kalian untuk mengakui bahwa kalian adalah insan Tzu Chi. Apa yang dilakukan oleh insan Tzu Chi ialah membawa bantuan ke mana pun terjadi bencana. Seperti saat ini, kita juga sering turun ke jalan untuk menjalin jodoh dengan banyak orang. Ketika Anda bertemu dengan seseorang dan menyampaikan hal baik, itu sudah menjadi satu jalinan jodoh. Jika Anda menginspirasi seseorang untuk bergabung di Tzu Chi, itu adalah satu jalinan jodoh yang baik. Inilah yang disebut jalinan jodoh Bodhisatwa.
Dahulu, saya pernah memberi tahu kalian bahwa sebelum mencapai pencerahan, kita harus terlebih dahulu menjalin jodoh baik. Jadi, kita harus terus menciptakan jalinan jodoh dengan terus terlibat dalam kegiatan sehingga orang lain dapat melihat Tzu Chi. Setiap melakukan satu hal, kebijaksanaan kita pun akan bertumbuh.
Kalian telah turun ke jalan dan masuk ke toko-toko dengan membawa celengan bambu serta berkata, "Bolehkah kami meletakkan celengan bambu di sini? Saya adalah insan Tzu Chi. Jika ada bencana di suatu negara, kami akan membawa bantuan ke sana." Saat menaruh celengan bambu, kita bisa meminta pemilik toko untuk membantu menjelaskannya kepada para pelanggan. Kemudian, kita bisa menceritakan bahwa Tzu Chi dimulai dari 50 sen. Kini Tzu Chi bisa menjangkau seluruh dunia, semuanya dimulai dari 50 sen.
Jika ada yang berkata bahwa Tzu Chi sangat kaya, kita dapat menjawab, "Ya, Tzu Chi memang kaya. Oleh karena itu, kami ingin menyelamatkan dunia. Untuk menyelamatkan dunia, dibutuhkan dedikasi dari semua orang. Hendaknya kita menjalin jodoh baik. Tzu Chi memberi kita kesempatan untuk menjalin jodoh baik dengan orang-orang di seluruh dunia." Bagaimanapun cara kita menceritakannya, baik dari awal maupun akhir, semuanya tetap sama, yaitu Tzu Chi melakukan kebaikan.

Sesungguhnya, kita sendiri harus mengakui bahwa Tzu Chi memang berbuat baik. Dana yang kita kumpulkan sedikit demi sedikit, tidak ada sepeser pun yang kita ambil untuk diri sendiri. Kita justru bersumbangsih untuk Tzu Chi. Celengan bambu adalah sarana untuk menjalin jodoh baik di dunia. Dana yang terkumpul digunakan untuk membantu orang-orang yang menderita. Inilah cara kita menjalin jodoh baik. Singkat kata, apa yang saya sampaikan ini, jika kalian benar-benar mendengarkannya, hendaknya direnungkan dan dipahami.
Sebersit niat yang muncul 60 tahun yang lalu terus saya jalankan hingga saat ini. Saat ini, saya duduk di sini menunggu kalian kembali. Apa yang kalian bagikan hari ini juga merupakan perbuatan baik. Kita telah melihat banyak hal. Makin banyak Dharma yang dipelajari, tanpa disadari kita akan menghubungkan apa yang kita lihat dengan Dharma yang dipelajari. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.) Hendaknya semuanya tekun dan bersemangat.
Kita dapat mendengar Dharma dari siapa pun. Bukan hanya saya yang bisa membabarkan Dharma. Apa pun yang dikatakan orang lain, bisa menjadi Dharma bagi kita. Hal yang baik kita ambil; jika yang disampaikan adalah hal yang tidak baik, kita dengarkan saja, tidak perlu dilakukan. Kita dapat menjadikan itu sebagai peringatan. Orang yang baik akan bertemu dengan ajaran yang baik. Ketika hal baik disampaikan, kita harus mendengar dan mempelajarinya.
Mendengar Dharma itu hal yang sangat wajar. Yang baik kita terima, yang tidak baik kita jadikan sebagai pengingat bahwa "ini adalah perilaku yang salah". Kita juga bisa berbagi dengan orang lain agar mereka memahami bahwa itu tidak baik dan tidak boleh dilakukan. Jika orang mengatakan, "Ini orang baik dan semua orang senang melihatnya," kita harus tahu apa kebaikannya dan belajar darinya. Inilah cara kita mendengarkan Dharma dan memperoleh manfaat.
Bersatu, harmonis, dan menginventarisasi kehidupan
Melindungi dunia dengan cinta kasih agung tanpa pamrih
Tekun dan bersemangat mendengarkan Dharma dan meneladan kebaikan
Menggalang tetes demi tetes cinta kasih dan menjalin jodoh baik
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 26 April 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 28 April 2026







Sitemap