Ceramah Master Cheng Yen: Menjalin Jodoh Baik dengan Ketulusan dan Saling Mengasihi
“Selama 20 tahun terakhir ini, para murid di Kompleks Gangshan selalu mendengarkan ceramah Master dan meyakini arah yang Master tunjukkan kepada kami. Jadi, kami semua menyatukan tekad untuk mengelola lahan ini menjadi sebuah tempat yang dapat memancarkan cahaya. Pada tanggal 28 Februari, kami mengadakan upacara dimulainya pembangunan. Tokoh masyarakat, donatur, dan para tamu yang hadir berjumlah lebih dari tiga ribu orang,” kata Su Qi-ming, relawan Tzu Chi.
Saya merasa sangat tersentuh dan sangat berterima kasih dari hati yang paling tulus. Dengan tekad yang kalian miliki, keluarga besar di Kaohsiung akan dibangun kembali. Semuanya sangatlah bersungguh hati. Mendengar semua ini membuat saya merasa tenang. Terima kasih.
Berkat ketelitian kalian, upacara peresmian pembangunan benar-benar berlangsung dengan sangat lancar. Hati kalian penuh dengan kesatuan dan keharmonisan. Dari sini sudah terlihat bahwa semuanya begitu bersatu, harmonis, dan bergotong royong sehingga banyak orang bisa bergabung.
“Jumlah peserta tidak dapat kami perkirakan. Jadi, kami juga menyiapkan mi sebagai cadangan agar para tamu dan warga masyarakat tidak pulang dalam keadaan lapar,” kata Ou Jin-ye, relawan Tzu Chi.
“Saya sangat senang bisa membantu membungkus bacang,” kata Nian Yu-ting, relawan komunitas.
“Proses membungkus bacang sebenarnya cukup rumit. Kami membuat 3 ribu bacang dengan penuh cinta kasih yang melambangkan ribuan hati bersatu untuk membangun ikrar,” kata Shen Su-e, relawan Tzu Chi.
Kalian telah melakukan perencanaan dengan sepenuh hati. Jika jumlah orang banyak, hal yang paling dikhawatirkan ialah apabila ada yang merasa belum mendapat makanan atau merasa lapar dan haus. Itulah hal yang paling ditakutkan. Namun, jika ada yang berkata, "Saya sangat kenyang dan penuh sukacita." Itu adalah berkah bagi kita. Ketika merasa sukacita, orang-orang akan mendoakan kita dan berkata, "Semuanya sudah sangat cukup dan bagus." Jadi, saudara sekalian, inilah kesungguhan hati kalian. Kalian telah melakukannya dengan sangat baik dan membuat semua orang bersukacita.
Tempat ini adalah rumah bagi semua insan Tzu Chi. Ketika pulang ke rumah, itu adalah keluarga kecil; ketika datang ke Aula Jing Si, itu adalah keluarga besar. Itulah rumah kita. Buddha datang ke dunia untuk terjun ke tengah masyarakat dan membimbing semua makhluk. Hendaknya kita mengikuti tekad Buddha untuk membimbing lebih banyak orang. Makin banyak yang datang, makin banyak yang merasa sukacita. Inilah tujuan kita terjun ke tengah masyarakat. Ini juga merupakan wujud dari pelatihan diri. Meski menghadapi banyak perubahan, semuanya tetap bisa merasakan sukacita.

“Dalam peresmian pembangunan Kompleks Gangshan ini, jumlah tenda yang kami siapkan tidak cukup. Awalnya, kami memperkirakan sekitar 1.500 orang yang hadir, tetapi kemudian jumlahnya terus bertambah hingga mencapai 3 ribu orang. Sesungguhnya, ada beberapa perlengkapan yang masih kurang. Namun, para relawan dari wilayah lain segera membantu mengirimkan tenda kepada kami. Setelah tenda tiba, mereka bukan hanya menyerahkannya, tetapi juga tetap tinggal untuk membantu memasangnya hingga selesai dan tertata dengan baik. Sungguh, kami sangat berterima kasih,” kata Shi Shui-xian, relawan Tzu Chi.
Ini juga merupakan ujian bagi kita dalam belajar bagaimana melatih diri di tengah masyarakat. Hal ini sangatlah penting. Seperti yang sering dikatakan, "Tanpa mengalami sesuatu, kebijaksanaan kita tidak akan bertambah." Jadi, kita semua harus bekerja sama menyelesaikan banyak hal.
Pada awalnya mungkin terlihat sulit, tetapi ketika benar-benar dilakukan, semuanya terasa penuh sukacita. Jika menghadapi kesulitan, kita harus mencari cara. Ketika menemukan cara, semuanya dapat dilakukan dengan penuh kesatuan. Bahkan, kita pun bisa menyadari bahwa ternyata kita sendiri memiliki kemampuan yang begitu besar. Jadi, kita harus merasa sukacita.
Bagi kalian yang berada di Kaohsiung, selama beberapa hari persiapan sebelumnya pasti merasa sangat bekerja keras. Setelah kegiatan selesai, semuanya pasti merasa sukacita. Apa yang kita lakukan telah berjalan dengan tepat. Itulah yang disebut dengan Dharma. Ketika Dharma diterapkan dengan tepat, semua orang akan harmonis dan merasa sukacita. Inilah yang disebut dengan sukacita Dharma.


Metode yang kita gunakan, serta apa yang kita lakukan bersama hingga berhasil, semuanya akan membawa sukacita Dharma. Ketika begitu banyak orang datang, mereka akan merasa bahwa kelak saat ladang pelatihan ini berdiri, mereka pun pernah hadir dan ikut berpartisipasi. Oleh karena itu, saya sering berkata bahwa kita harus mengajak lebih banyak orang datang agar semuanya merasa sukacita. Orang dahulu mengatakan, "Makin banyak jejak langkah manusia, makin makmur pula suatu tempat."
Kita ingin banyak orang datang ke tempat ini untuk saling berinteraksi dan saling mengasihi. Ketika ladang pelatihan berdiri, kita harus mulai untuk menginspirasi banyak orang. Ketika satu orang datang dengan sukacita, berarti kita telah menginspirasi satu orang; ketika satu kelompok datang dengan sukacita, berarti kita telah menginspirasi satu kelompok. Begitu pula ketika satu kelompok besar datang, kita harus menginspirasi kelompok besar itu.
Sebelum mencapai pencerahan, Buddha terlebih dahulu menjalin jodoh baik dengan banyak orang. Buddha datang ke dunia dari kehidupan ke kehidupan demi menjalin jodoh baik dengan banyak orang. Jadi, sebelum ladang pelatihan ini berdiri, kita perlu mengajak banyak orang datang ke tempat ini. Ketika melihat dan merasa sukacita, mereka pun akan mendoakan kita. Dengan demikian, ini benar-benar menjadi ladang pelatihan yang menginspirasi semua makhluk. Tempat ini juga merupakan rumah kita. Rumah ini perlu kalian jaga bersama.
Sekarang, rumah ini telah berdiri dan akan terus diwariskan hingga ribuan bahkan puluhan ribu tahun ke depan sebagai ladang pelatihan kita. Jadi, selama proses pembangunan berlangsung, jika di antara anggota Tzu Cheng ada yang memahami bidang konstruksi, kalian perlu membentuk satu tim untuk saling memperhatikan dari awal hingga akhir. Kita bukan pergi untuk mengawasi orang lain, tetapi untuk mencurahkan perhatian.


Saya sering mengatakan bahwa jika sebuah bangunan dapat berdiri dengan baik, kita harus berterima kasih kepada para pekerja bangunan. Hendaknya kalian terus memiliki rasa syukur dan cinta kasih. Jerih payah mereka adalah demi menyelesaikan ladang pelatihan kita ini. Jadi, kita harus bersikap penuh rasa syukur.
Baik pekerja yang menggali tanah ke bawah maupun yang bekerja di ketinggian, semuanya sangatlah bekerja keras. Jadi, kalian harus menunjukkan perhatian kepada mereka dan berbicara dengan bahasa yang penuh hormat. Jangan berpikir bahwa mereka hanya pekerja kasar. Tanpa mereka, bangunan kita tidak akan kokoh. Justru karena ada mereka, bangunan kita bisa berdiri dengan kuat. Jadi, hendaknya kalian selalu berterima kasih kepada mereka. Terlebih lagi, kita adalah rekan yang memiliki tekad dan ikrar yang sama.
Meski saya berada di Hualien, ladang pelatihan di Kaohsiung ini juga merupakan bagian dari jiwa kebijaksanaan saya. Saya sangat berharap Tzu Chi akan terus diwariskan di ladang pelatihan ini dengan prinsip "demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk". Bekerja demi ajaran Buddha berarti kita harus bersikap tulus; demi semua makhluk berarti kita harus saling mengasihi. Kedua hal ini harus kita jaga bersama.
Selama ladang pelatihan masih dalam proses pembangunan, kita juga harus terus melatih diri. Ketika ladang pelatihan ini selesai dibangun, usaha kita pun telah mencapai suatu pencapaian. Selanjutnya, kita harus mulai untuk menginspirasi para Bodhisatwa di tengah masyarakat. Hendaknya kita tekun dan bersemangat. Inilah harapan saya terhadap kalian.
Mewujudkan pencapaian dengan kerja sama yang penuh kesatuan hati dan keharmonisan
Menjalin jodoh baik dan membawa sukacita bagi semua orang
Menjaga ladang pelatihan dengan rasa syukur dan hormat
Tulus, saling mengasihi, tekun, dan bersemangat
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 11 April 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 13 April 2026







Sitemap