Ceramah Master Cheng Yen: Menjalin Jodoh Dharma dengan Semangat Celengan Bambu
“Kami merasa sangat bersyukur karena 60 tahun yang lalu, Master Cheng Yen memilih Hualien sebagai tempat memulai Tzu Chi. Semuanya dimulai dengan kondisi yang penuh kesulitan, tetapi bisa menjadikan dunia penuh dengan cinta kasih. Kami juga sangat berterima kasih kepada para relawan yang mendampingi Master di masa awal Tzu Chi. Tentu saja, Hualien memiliki jalinan jodoh yang istimewa sehingga para murid di Hualien memiliki semangat misi yang sangat besar,” kata Lü Feng-ying, relawan Tzu Chi.
“Hualien adalah tempat kelahiran saya, sekaligus titik awal saya dilantik dan menapaki Jalan Bodhisattva. Sejak kecil, saya sudah mengikuti orang tua melakukan kegiatan pelestarian lingkungan, juga ikut dalam penyaluran bantuan Topan Morakot, pembangunan Perumahan Cinta Kasih, dan beberapa kegiatan lainnya,” kata Yan Lian-qing, relawan Tzu Chi.
“Saya sangat berterima kasih kepada orang tua saya karena mereka adalah insan Tzu Chi yang sangat tekun dan bersemangat. Hari ini, saya berdiri di sini karena pilihan saya sendiri. Saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa dengan keahlian di bidang rehabilitasi medis, saya ingin membantu menyembuhkan tubuh para pasien. Namun, saya juga ingin menggunakan ajaran Master dan inti sari Dharma Jing Si untuk menyembuhkan hati mereka,” lanjut Yan Lian-qing.
“Setelah dilantik, saya bergabung dalam tim pelatihan dan kurikulum. Saya berharap dapat mengikuti teladan orang tua saya dan relawan-relawan senior yang selama ini mendampingi saya. Saya ingin menjadi seseorang yang membawa pelita untuk menerangi jalan dan membimbing lebih banyak orang untuk menapaki Jalan Bodhisattva. Saya akan terus mengikuti jejak Master di Jalan Bodhisattva, menjadi murid yang baik dan dekat di hati Master, dan selalu membuat orang tua merasa tenang,” pungkas Yan Lian-qing.
Saya merasa sangat tersentuh. Terima kasih, Saudara sekalian. Niat mengemban tanggung jawab yang kalian ungkapkan membuat hati saya menjadi lega dan tenang. Terima kasih.

Hualien adalah tempat lahirnya Tzu Chi. Pohon besar Tzu Chi ini berakar dan tumbuh di Hualien. Kini, usia saya sudah lanjut dan saya makin merasakan ketidakkekalan hidup. Waktu terus berlalu, lingkungan pun terus berubah. Tubuh manusia adalah mikrokosmos. Makrokosmos memiliki masa hidupnya sendiri; planet-planet juga memiliki masa hidupnya sendiri. Manusia, hewan, dan semua yang Anda lihat itu memiliki masa hidup.
Mikrofon yang sedang saya gunakan sekarang juga memiliki masa hidupnya sendiri. Saya tidak tahu tahun berapa ia diproduksi, tetapi saat ia dibuat, itulah awal dari masa hidupnya. Namun, kita juga tidak tahu kapan masa hidup mikrofon dengan banyak komponen rumit ini berakhir. Di antara banyak komponen, jika ada bagian yang tidak lagi selaras dengan bagian lainnya, mikrofon ini akan kehilangan fungsinya. Saat itulah masa hidupnya berakhir. Di dunia ini, tidak ada satu benda pun yang dapat bertahan selamanya. Semua sama adanya. Begitulah ketidakkekalan hidup.
Dalam beberapa tahun terakhir, saya merasa bahwa ketidakkekalan itu datang begitu cepat dan begitu dekat. Rasanya seolah-olah sudah makin mendekati kehidupan saya sendiri. Hendaknya semuanya menginventarisasi nilai kehidupan. Saya sendiri juga menginventarisasi kehidupan dan merasa bahwa hidup saya ini bernilai. Saya menginventarisasi kehidupan saya dari masa muda untuk menilai apakah kehidupan saya membawa manfaat bagi dunia.
Bagaimana kita memanfaatkan kehidupan kita di dunia ini? Apakah membawa manfaat atau tidak? Setelah saya renungkan, setidaknya dalam kehidupan ini, saya tidak pernah membawa kerugian bagi dunia ini. Sebaliknya, saya masih dapat memberi sedikit manfaat bagi dunia. Seperti hari ini, setelah mendengar laporan dan berbincang dengan kalian semua, saya bisa memastikan bahwa organisasi Tzu Chi telah membawa banyak manfaat bagi Hualien. Tzu Chi telah membawa manfaat dan memurnikan Hualien.

Kalian juga harus menginventarisasi diri sendiri dan bertanya pada diri sendiri, "Selama hidup ini, berapa banyak yang telah saya lakukan di Tzu Chi? Sebelum mengenal Tzu Chi, apakah saya orang yang baik atau hidup tanpa memedulikan orang lain? Apakah saya hanya menghabiskan sumber daya tanpa memberikan manfaat apa pun?" Semua ini perlu direnungkan.
Saya percaya bahwa setelah bergabung di Tzu Chi, saat kalian menginventarisasi apa yang telah kalian lakukan bagi dunia, tentu banyak hal bermanfaat yang telah kalian lakukan. Saya berharap semuanya bisa menginventarisasi kehidupan dan mulai menuliskan kisah hidup masing-masing. Tanpa perjalanan hidup kalian, citra Tzu Chi tidak mungkin terbentuk seperti sekarang. Ini semua karena Anda, dia, dan saya selalu peduli terhadap dunia sehingga berkumpul di dalam Tzu Chi. Oleh karena itu, Tzu Chi dapat memberi kontribusi dan manfaat bagi dunia.
Berada di Hualien, hendaknya kita menginventarisasi kehidupan. Tzu Chi telah mengembangkan nilai kehidupan banyak orang di dunia. Nilai Hualien pun sangat besar karena dari sinilah Tzu Chi bermula. Pada masa itu, semua bermula dari satu niat bajik, yaitu mengajak semua orang menyisihkan 50 sen setiap hari. Belakangan ini, kisah 50 sen kembali sering dibicarakan. Hendaknya insan Tzu Chi di seluruh dunia melihat kembali sejarah Tzu Chi yang dimulai dari praktik 50 sen. Kisah itu memiliki makna yang sangat besar, terutama di Hualien.

Hendaknya kita mengenang masa lalu. Saya berharap ketika pulang nanti, kalian merenungkan apa jalinan jodoh yang membuat kalian bergabung di Tzu Chi dan mengenang seperti apa keadaan Hualien pada masa itu. Apa pun yang kalian ingat, baik peristiwa besar maupun kecil, saya berharap semuanya dapat dikumpulkan sebagai bagian dari sejarah.
Dahulu, ketika kita membuka klinik gratis, saya harus pergi 2 kali setiap minggu. Saat itu, ibu dari Shao Wei (Guru De Ci) menyediakan sebuah tempat dan meminjamkannya kepada kita untuk membuka klinik. Jika tidak ada klinik gratis pada masa itu, tidak akan ada misi kesehatan dan RS Tzu Chi hingga sekarang. Saat ini, kita memiliki 8 rumah sakit dan 1 klinik.
Teringat bahwa semua pencapaian ini berawal dari 50 sen, kita menyadari bahwa kita tidak boleh meremehkan kekuatan yang kecil ataupun donasi yang sedikit. Sesungguhnya, segala sesuatu dimulai dari yang kecil, lalu terakumulasi menjadi besar.
Mengingat ketidakkekalan hidup dalam mengemban misi
Mengerahkan potensi bajik demi menghangatkan dunia
Menghimpun tetes demi tetes kekuatan hingga menjadi besar
Menjalin jodoh Dharma dengan semangat celengan bambu
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 10 Juni 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 12 Juni 2026







Sitemap