Ceramah Master Cheng Yen: Mentransformasi Kerinduan terhadap Master Menjadi Semangat Misi


“Pada tanggal 17 Januari, di Universitas Nasional Cheng Kung, untuk pertama kalinya kami mengadakan konferensi tahunan relawan bimbel. Kami berharap para alumni Tzu Ching yang mengajar di perguruan tinggi dapat menjadi sandaran bagi anggota Tzu Ching. Karena itu, kami mengundang beberapa alumni Tzu Ching untuk bersama-sama mengadakan konferensi tahunan relawan bimbel ini,”
kata Chen Yue-nan, Alumnus Tzu Ching.

“Kami akan mentransformasi kerinduan terhadap Master menjadi aksi nyata untuk mengajak para alumni Tzu Ching mencerahkan Tzu Ching dan meneruskan jalinan kasih sayang Tzu Chi.”

Mendengar kalian membangkitkan tekad dan ikrar, saya sangat tersentuh. Dalam sekejap, 30 hingga 40 tahun telah berlalu. Kini, penampilan kalian telah berbeda dari saat kalian masih menjadi anggota Tzu Ching. Sulit bagi saya untuk mengenali kalian. Waktu tidak menunggu siapa pun. Dibandingkan dengan masa lalu, diri saya dan kalian sekarang sangatlah berbeda. Saat itu, kalian baru berkuliah dan menjadi anggota Tzu Ching.

Kini, di antara kalian, ada yang telah menjadi dosen, ada pula yang memiliki bisnis yang sukses. Kalian telah menjadi insan berbakat di tengah masyarakat. Kalian telah sepenuhnya berubah. Namun, ada sesuatu yang tidak berubah, yaitu jalinan kasih sayang di antara kita. Melihat kalian dan mendengar kisah kalian, saya sangat sukacita.

Anak-anak ini telah menjadi insan berbakat yang penuh pencapaian di tengah masyarakat. Tidak ada penyesalan dalam hidup saya. Saya bisa melihat setiap orang memikul tanggung jawab di tengah masyarakat. Kita harus menjaga hati Bodhisatwa kita. "Bodhisatwa" adalah sebutan dalam Buddhisme.


Sesungguhnya, Bodhisatwa adalah makhluk yang memiliki rahmat dan kasih. Apa pun agama kita, semuanya tak luput dari cinta kasih. Tzu Chi juga berpegang pada cinta kasih. Seperti lagu "Kerinduan terhadap Master" tadi, kalian semua memahami cinta kasih dan jalinan kasih sayang ini. Yang kita miliki ialah cinta kasih agung tanpa pamrih dan jalinan kasih sayang Bodhisatwa yang tak berujung. Cinta kasih ini tidak memandang perbedaan agama.

Kita bersumbangsih di tengah masyarakat dengan tulus. Setelah lulus, kalian bersumbangsih bagi masyarakat. Saya sangat gembira mendengar pencapaian kalian. Saya yakin bahwa kalian bisa membawa dampak bagi masyarakat dan akan bersumbangsih bagi masyarakat dengan segenap hati dan tenaga. Inilah yang membuat saya paling sukacita. Jadi, Tzu Chi adalah rumah kita semua.

Berkat adanya jalinan kasih sayang Bodhisatwa, kalian selalu kembali saat ada waktu luang. Saat melihat kalian, saya selalu merasa sangat dekat. Saya berharap jalinan kasih sayang ini dapat diteruskan. Mendengar kalian membagikan perkembangan kalian, saya sangat gembira. Namun, yang terpenting, saya tetap harus mengingatkan kalian untuk membawa manfaat bagi semua makhluk dengan berusaha semaksimal mungkin.

Masyarakat adalah milik kita bersama. Saat kondisi masyarakat baik, kita juga akan dipenuhi berkah. Saat kita dipenuhi berkah, tentu masyarakat akan tenteram. Saya berharap pendidikan bisa dimulai dari bersumbangsih bagi masyarakat. Tidak peduli di mana kalian mengajar sekarang, hendaklah kalian ingat bahwa pendidikan bertujuan untuk membimbing anak-anak terjun ke tengah masyarakat dengan niat untuk berdedikasi.


Kita harus bersumbangsih tanpa pamrih dan senantiasa bersyukur. Setiap hari, saya bersyukur kepada semua orang. Baik yang pernah kita bantu maupun yang pernah mendukung Tzu Chi dengan kesungguhan hati dan cinta kasih, semuanya saya perlakukan dengan setara. Saya bersyukur kepada semua orang. Asalkan semua orang membangkitkan niat untuk bergabung dengan Tzu Chi dan memiliki kesatuan tekad dan ikrar dengan Tzu Chi, masyarakat akan memiliki harapan. Karena itu, saya berharap kita semua dapat memiliki kesatuan hati.

Kita harus mencurahkan cinta kasih. Hati saya dipenuhi cinta kasih. Setiap orang memiliki cinta kasih yang sama dengan saya. Cinta kasih di dalam hati saya sangatlah sederhana. Saya bersumbangsih tanpa pamrih. Saya mengerahkan segenap hati dan tenaga untuk bersumbangsih tanpa pamrih. Ini merupakan tekad saya. Saat muda, saya mendirikan Tzu Chi dengan tekad ini. Kini, 60 tahun telah berlalu.

Tahun ini, Tzu Chi telah berusia 60 tahun. Hingga kini, saya tetap sering mengulas masa lalu karena saya tidak akan melupakan tekad saya saat itu. Karena itulah, saya sering berkata bahwa janganlah kita melupakan tekad itu, orang itu, dan peristiwa itu. Saya selalu berharap demikian. Meski sudah tidak mengenali kalian, tetapi saat mendengar bahwa kalian merupakan lulusan Tzu Chi atau alumni Tzu Ching, saya merasa sangat sukacita.


“Saat saya dilantik pada tahun 2022, Master memberi saya dua angpau. Master berkata bahwa itu titipan untuk seseorang. Hari itu, suami saya juga mengikuti Pemberkahan Akhir Tahun di Aula Jing Si dan menerima angpau berkah dan kebijaksanaan Master. Saya merasa bahwa angpau titipan itu untuk putri saya. Begitu pulang ke rumah, saya menyerahkan angpau padanya dan berkata, ‘Master berharap kamu bisa bergabung menjadi anggota Tzu Ching.’ Bulan Februari tahun berikutnya, dia pun bergabung menjadi anggota Tzu Ching di Universitas Nasional Tsing Hua,”
kata Cai Xiu-man, Alumnus Tzu Ching.

“Saat ini, saya adalah narahubung Klub Tzu Ching dan tim komputer layak pakai Hsinchu. Saya juga secara berkala mengajak para anggota klub dan teman-teman sekolah untuk memberikan pelayanan sebagai relawan. Setelah lulus tahun ini, saya juga akan terus memperhatikan anggota Tzu Ching. Saya berharap dapat menginspirasi lebih banyak orang bergabung dengan Tzu Chi,” kata Chen Zhao-ru Alumnus Tzu Ching.

Saya berharap orang-orang dapat mengakui Tzu Chi. Janganlah kita melupakan peristiwa itu dan cinta kasih Tzu Chi yang murni dan tanpa pamrih. Dengan cinta kasih yang murni dan tanpa pamrih, kalian mengerahkan kekuatan untuk membawa manfaat bagi dunia. Di tengah masyarakat, terdapat para insan Tzu Chi, termasuk para alumni Tzu Ching, yang telah memperoleh pencapaian gemilang.

Saat semua orang bersedia menciptakan berkah, Taiwan pasti akan damai dan tenteram. Jika setiap orang adalah orang baik yang berhati murni dan penuh cinta kasih, saya yakin bahwa masyarakat pasti akan tenteram. Kalian harus ingat bahwa Tzu Chi adalah rumah kita. Jangan lupa bahwa Tzu Chi telah melakukan banyak hal bagi masyarakat. Kondisi masyarakat sekarang bisa begitu stabil, kontribusi Tzu Chi sangatlah besar. Jadi, kalian harus meneruskan semangat Tzu Chi untuk bersumbangsih bagi masyarakat.

Mentransformasi kerinduan terhadap Master menjadi semangat misi
Benih Bodhi bertumbuh membentuk hutan
Menjaga tekad dan menjalankan ajaran dengan cinta kasih yang murni
Mengembangkan potensi kebajikan untuk membawa manfaat bagi masyarakat

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 15 April 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 17 April 2026
Cemberut dan tersenyum, keduanya adalah ekspresi. Mengapa tidak memilih tersenyum saja?
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -