Ceramah Master Cheng Yen: Menyadari Ketidakkekalan dan Mendalami Dharma yang Menakjubkan
Tahun lalu, saya sering berbicara tentang secercah cahaya dan Dharma yang menakjubkan. Namun, saat ini, saya sangat ingin berbicara tentang hukum ketidakkekalan. Waktu terus berlalu di dalam arus ketidakkekalan dan tidak ada yang sempat menahannya. Apa yang ingin saya katakan pada detik sebelumnya sudah terpotong oleh kalimat berikutnya yang saya ucapkan.
Kita semua hidup di dalam ketidakkekalan. Kehidupan terus berubah dan berlalu mengikuti ketidakkekalan. Jadi, Dharma yang menakjubkan dan secercah cahaya pun tidak dapat kita pertahankan. Namun, yang harus kita lakukan ialah menghargai jalinan jodoh.
Belakangan ini, batin saya terasa sangat rumit. Entah mengapa, ada perasaan sedih yang tidak dapat saya ungkapkan. Saat ini, saya baru bisa mengungkapkannya. Ternyata, dalam kehidupan saya, ada dua murid yang sangat penting bagi saya telah pergi dalam tidur mereka.
Mungkin ketika kita mencoba membangunkan mereka, mereka tengah berbicara di dunia yang lain. Dalam keadaan seperti itu, mereka seakan sudah merencanakan perjalanan berikutnya tentang apa yang akan mereka lakukan, apa yang akan mereka katakan, Dharma apa yang akan dipikul, dan apa yang akan mereka lakukan bagi dunia. Kehidupan mereka tidak pernah berhenti.


Dalam pandangan kita sebagai makhluk awam, kehidupan mereka di dunia ini telah berakhir. Namun, menurut pandangan saya, pada kehidupan berikutnya, merekalah yang akan menggenggam tangan saya. Belakangan ini, bukankah saya sering membahas tentang konsep bergandengan tangan ini? Bagi mereka berdua, mereka sedang menunggu saya. Suatu hari nanti, mereka akan datang untuk menggenggam tangan saya. Kehidupan ini sangatlah menakjubkan. Inilah Dharma.
Ajaran Buddha hadir di tengah dunia. Saya berharap semuanya dapat mendengarkan Dharma yang saya sampaikan. Ketika dijelaskan oleh manusia, Dharma yang menakjubkan sering kali menjadi tampak rumit. Kalian dapat membangun tekad dan ikrar dengan merenungkan Dharma menakjubkan yang disampaikan Buddha ketika datang ke dunia. Bahkan lebih dari itu, kalian dapat terinspirasi oleh satu niat Buddha ketika datang ke dunia ini.
Dalam kehidupan ini, hendaknya kita menghayati ajaran Buddha dan membimbing semua orang di dunia. Saat ini, kita berada di dalam dunia yang dibimbing oleh Buddha Sakyamuni. Jadi, di dunia ini, Buddha Sakyamuni tetap menjadi guru kita. Dalam kehidupan ini, hendaknya kita benar-benar mendalami ajaran Buddha dan menghayatinya dengan hati yang tulus. Dengan jalinan jodoh apa kita dapat menghayatinya? Dengan mendengarkan saya berbicara tentang ajaran Buddha. Dengan begitu, saya merasa bahwa perkataan saya masih memiliki nilai.


Dahulu, saya sering berpikir bahwa usia saya sudah mendekati akhir karena sudah hampir 90 tahun. Namun, saat ini, saya merasa bahwa saya masih bisa berbicara dan apa yang saya katakan masih berguna. Meski saat ini suara saya sudah sangat sulit dikeluarkan dengan jelas, saya tetap memaksakan diri untuk mengeluarkan suara selama masih mampu. Ini semua demi murid-murid saya.
Ketika para murid mendengarkan ceramah saya, mereka benar-benar mempraktikkannya dalam hidup. Mereka tengah mengumpulkan harta karun tak berwujud yang kemudian berpadu dengan harta kehidupan yang telah saya kumpulkan. Apa yang dilakukan oleh Tzu Chi dan apa yang dilakukan oleh setiap relawan, semuanya disatukan di dalam Tzu Chi. Semua jalinan yang kita bangun adalah jalinan jodoh baik Tzu Chi.
Bapak Tino Chu dan Zhou Yulian meninggal dunia hanya berselang dua hari. Keduanya pergi dalam tidur mereka tanpa rasa sakit. Bahkan, mereka masih sempat berbagi rencana dengan relawan Tzu Chi tentang apa yang akan mereka lakukan keesokan harinya. Tino Chu telah mendengar begitu banyak ajaran yang saya sampaikan. Beliau telah mempraktikkan banyak ajaran dan melakukan banyak hal baik.
Ketika Tino Chu meninggal dunia, istrinya melakukan telekonferensi dengan saya. Saya berkata, "Beliau sudah mengetahuinya. Lihatlah, beliau membawa Anda ke Griya Jing Si. Anda harus mengemban misi-misinya dan membantu saya meneruskan misi itu."


Lihatlah, Tino Chu telah menciptakan begitu banyak berkah bagi Zimbabwe. Begitu banyak anak yang telah dibantu. Dengan ketulusan dan pendidikan yang penuh cinta kasih, beliau mendidik anak-anak melalui perbuatannya. Pemerintah setempat, presiden, dan para pejabat pun sangat mengakui dedikasinya. Itu bukanlah hal yang mudah.
Anak-anak yang dibimbingnya telah dianggap seperti anak-anaknya sendiri. Seharusnya ada beberapa di antara mereka yang dapat meneruskan semangatnya. Terlebih lagi, istrinya juga memiliki tekad untuk melanjutkannya. Jadi, semua yang Tino Chu lakukan tidak akan hilang. Saya berharap semangat dan nilai-nilai yang beliau bangun dapat terus dilanjutkan dengan baik. Jalinan Tzu Chi di Zimbabwe tidak boleh terputus agar orang-orang yang menderita di sana tetap memiliki harapan.
Belakangan ini, pintu hati saya benar-benar sulit untuk dibuka. Hendaknya kalian membangun ikrar dan berkata, "Master, jangan khawatir. Kami akan menambah kekuatan untuk terus mencurahkan perhatian dan membina masyarakat setempat. Kami akan membawa kembali semangat Kakak Tino Chu." Begitulah kekuatan cinta kasih diteruskan.
Seiring berlalunya waktu, usia kehidupan pun berkurang. Kita harus sadar bahwa kehidupan penuh dengan ketidakkekalan. Hendaknya kita membentangkan jalan bagi kehidupan ini dan membuka jalan bagi masa depan. Semuanya harus dimulai dari sekarang.
Menyadari ketidakkekalan dan mendalami Dharma yang menakjubkan
Menolong semua makhluk dalam arus kelahiran dan kematian
Mendalami prinsip kebenaran, mempraktikkan ajaran, dan meneruskan estafet cinta kasih
Membentangkan jalan dengan jiwa kebijaksanaan dan mewariskannya
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 07 Maret 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 09 Maret 2026







Sitemap