Ceramah Master Cheng Yen: Menyatukan Tekad dan Hati bagai Satu Keluarga
“Dalam proses pengobatan relawan ini, saya memintanya untuk lebih maju sedikit saja setiap hari. Ini adalah poin penting dalam perawatan jangka panjang, lebih maju sedikit setiap hari. Anda cukup lebih maju sedikit saja. Berjalan lebih selangkah saja, itu sudah sangat baik. Perlahan-lahan, anggota geraknya bertenaga kembali. Jarinya yang tadinya bergetar hebat juga perlahan-lahan membaik. Beliau bisa berpegang pada kursi roda dan berjalan di tempat,” kata Ye Ming-xian, Kepala departemen pengobatan tradisional Tiongkok.
Saya telah memperoleh pelajaran yang berharga. Kita hendaknya lebih sering berolahraga. Ini pasti akan bermanfaat bagi kita. Hendaklah kita lebih sering menggalakkan hal ini.
Yunlin, Chiayi, dan Tainan sangatlah luas dan terdapat banyak penduduk lansia. Jadi, alangkah baiknya jika kita dapat sering berinteraksi dengan mereka dan memotivasi mereka untuk menggerakkan tangan dan kaki. Ini sangatlah bermanfaat. Berhubung sudah lanjut usia, saya tahu kebiasaan kaum lansia.
Saat para tenaga medis kita kembali, saya juga sering mendengar tentang kasus medis kita. Mendengar apa yang kalian bagikan, saya merasa bahwa kalian hendaknya lebih sering berbagi dengan orang-orang dan memotivasi mereka. Bagaimana hendaknya kalian memotivasi mereka? Ini merupakan tugas yang harus kalian kerjakan. Ini sungguh tidak mudah.
Kalian harus sering memotivasi orang-orang dengan kesabaran dan cinta kasih. Ini juga sangat penting. Dalin sangat luas dan termasuk wilayah pedesaan. Jadi, memberikan pelayanan medis ke rumah warga juga sungguh tidak mudah.


“Linnei terletak di Yunlin. Meski terlihat tidak jauh, tetapi sesungguhnya, dari RS Tzu Chi Dalin ke Linnei, kita harus memasuki wilayah pegunungan dengan mengemudi sekitar 40 menit. Kami memanfaatkan kantor kepala desa sebagai klinik kami. Meski tempat ini sangat sederhana, tetapi yang harus diperhatikan tetap harus diperhatikan. Contohnya, privasi pasien. Jadi, kami menggunakan tirai ini sebagai penyekat dan memeriksa pasien di meja yang ada di balik tirai,” kata Yang Yu-wen, Kepala departemen kedokteran keluarga dan kedokteran komunitas.
“Dengan kemajuan teknologi sekarang, kami cukup membawa satu laptop saja. Dengan demikian, kami bisa terhubung dengan sistem rumah sakit kami. Jadi, semua data pasien di RS Tzu Chi Dalin, termasuk obat yang diresepkan dan hasil pemeriksaan, semuanya dapat dilihat lewat laptop kami,” lanjut Yang Yu-wen.
“Selain itu, para penderita penyakit kronis juga perlu melakukan tes darah dan kontrol secara rutin. Mereka tidak leluasa untuk turun dari pegunungan. Jadi, para perawat kami mengambil sampel darah mereka dan membawanya ke rumah sakit untuk dites,” pungkas Yang Yu-wen.
“Warga di sini sungguh membutuhkan pelayanan medis kita. Mereka tak punya kendaraan ataupun orang yang merawat mereka. Bahkan, banyak warga lansia yang menjalani pengobatan di ruang tamu, mengapa? Karena mereka bahkan tak bisa keluar dari ruang tamu, hanya bisa beraktivitas di sana. Mereka sungguh membutuhkan bantuan,” kata Lin Ting-guang, Wakil kepala RS Tzu Chi Dalin.
Para dokter kita sungguh mengagumkan. Mereka memperhatikan pasien dengan ketulusan dari hati. Saya sangat tersentuh dan bersyukur melihatnya.

Saya sering berkata bahwa kita harus menjaga warga lansia. Dahulu, mereka telah bersumbangsih bagi keluarga, dari menjaga anak dan rumah tangga, menyekolahkan anak, hingga membesarkan anak. Pada zaman dahulu, kondisi setiap keluarga tidak sebaik sekarang. Akan tetapi, para orang tua sangat berani. Mereka berkata, "Saya sendiri boleh kekurangan, tetapi anak saya harus mengenyam pendidikan." Demikianlah generasi sebelum kalian, yakni generasi orang tua kalian.
Kini, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga generasi mereka. Tzu Chi terlebih harus mengemban tanggung jawab ini. Dengan adanya RS Tzu Chi Dalin, saya merasa jauh lebih tenang. Hendaklah kita bersyukur. Mari kita membina rasa syukur. Perlu kita ketahui bahwa dalam hidup ini, tahu untuk bersyukur sangatlah penting. Bersyukur kepada orang tua, itu sudah seharusnya. Tanpa orang tua, kita tidak akan memiliki tubuh ini.
Kita juga harus bersyukur kepada guru kita. Guru bukan hanya orang yang mengajarkan pengetahuan. Sesungguhnya, setiap partner kita adalah guru kita. Dalam agama Buddha, kita menyebutnya "mitra bajik". Mitra bajik selalu meningkatkan pengetahuan bajik kita. Mereka bagaikan guru, juga bagaikan teman. Jadi, saya berharap semua orang dapat bekerja sama dengan harmonis.
Saya juga sangat gembira melihat kepala RS dan para dokter kita dapat bertoleransi satu sama lain. Dengan demikian, rumah sakit kita akan terasa harmonis. Jika bisa bersumbangsih dengan cinta kasih tanpa bersikap perhitungan, tidak akan ada masalah. Di tengah masyarakat sekarang, mewujudkan lingkungan yang damai dan interaksi yang harmonis sungguh tidak mudah. Kalian semua sudah sangat stabil dan senior.
Setiap kali berkunjung ke sana, saya selalu berkata bahwa kita harus menjaga rumah kita dengan baik. Inilah keluarga badan misi kita. Rumah sakit kita telah beroperasi dengan stabil di sana. Mari kita menjaga keluarga dan menjalankan misi dengan baik. Selain menjaga kestabilan badan misi, yang terpenting ialah menumbuhkan jiwa kebijaksanaan. Meski disebut membawa manfaat bagi orang lain, sesungguhnya diri sendiri juga memperoleh pencapaian.
Saya sendiri juga merasa bahwa dahulu, saya terus berusaha untuk mendukung pencapaian dan membantu orang lain. Kini, saya merasa bahwa diri sendirilah yang memperoleh pencapaian. Inilah jalinan jodoh Tzu Chi. Kita sungguh dipenuhi berkah. Yang terpenting, para insan Tzu Chi menganggap RS Tzu Chi Dalin sebagai usaha keluarga sendiri. Ini juga merupakan misi kita.

Saat memilih untuk menjadi dokter atau profesi lainnya di bidang medis, kalian pasti telah membangun tekad. Saat memilih profesi, kalian sudah sangat dewasa. Kalian memilih profesi sebagai perawat ataupun dokter saat kalian sudah dewasa. Kalian memilihnya dengan semangat misi. Jadi, kalian membangun tekad dan mendedikasikan diri di badan misi Tzu Chi dengan kesatuan hati dan keharmonisan. Ini seharusnya sangat membahagiakan.
Yang membahagiakan dalam hidup ialah dapat melakukan hal yang ingin kita lakukan dengan kesatuan hati dan keharmonisan. Kita menanggung suka dan duka bersama-sama. Saat mengalami kesulitan, kita tidak gentar dan terus bekerja keras untuk mengatasinya. Kita bersukacita bersama, juga bekerja keras bersama dengan sukarela. Jika bisa demikian, kita sungguh dipenuhi berkah.
Jadi, Bodhisatwa sekalian, saya berharap kalian dapat bersungguh hati. Rumah sakit kita adalah rumah kita dan misi kita. Hendaklah kita melindungi dan menjaganya dengan baik. Saya sangat bersyukur pada kalian.
Mengemban misi untuk memberikan pelayanan medis ke rumah warga lansia
Bertekad untuk membawa manfaat bagi dunia dengan kesatuan hati
Senantiasa bersyukur dan menghargai mitra bajik
Bersukacita dan harmonis bagai satu keluarga
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 30 Oktober 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta
Ditayangkan Tanggal 01 November 2026







Sitemap