Ceramah Master Cheng Yen: Menyebarkan Dharma dan Membawa Manfaat dengan Kebajikan dan Cinta Kasih


“Saya dibesarkan di Pingtung dan telah bekerja di sana selama lebih dari 20 tahun.  Setelah datang ke Kinmen dan bekerja di SMA Kinmen, saya ingin menerapkan semangat Tzu Chi dalam pengelolaan sekolah,” kata Zheng Qing-qing, Kepala SMA Kinmen.

“Bagaimana kita dapat membangun hubungan yang baik antarmanusia? Baru saja, kita terus membahas tentang rasa syukur yang juga sering disampaikan oleh Master. Kami bersyukur kepada semua orang yang ada di sekitar dan juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pendidikan di Kinmen. Dengan semangat seperti ini, saya percaya bahwa ke depannya, mengembangkan pendidikan di Kinmen tak lagi sulit,” pungkas Zheng Qing-qing.

“Sejak kecil, masyarakat Kinmen memang terbiasa merantau ke berbagai tempat untuk berjuang. Saya sendiri meninggalkan Kinmen pada usia 14 tahun untuk melanjutkan sekolah di Taiwan, kemudian mulai membuka bisnis hingga sekarang,” kata Huang Ping-zhang, Pengusaha.

“Kinmen merupakan tempat yang membutuhkan perhatian karena masih memiliki keterbatasan dalam berbagai aspek, termasuk dalam bidang kesehatan. Kami juga akan terus memikirkan bagaimana setiap orang menggunakan kemampuan untuk mengubah Kinmen. Tentu saja, kita dapat memanfaatkan sumber daya Tzu Chi, pengaruh Tzu Chi, dan cinta kasih Tzu Chi untuk mendapatkan inspirasi. Hendaknya kita bersama-sama berusaha membantu Kinmen,” pungkas Huang Ping-zhang.

Terima kasih. Saya menyambut baik kedatangan kalian ke Hualien. Menurut saya, kondisi dan suasana di Hualien mungkin tidak jauh berbeda dengan Kinmen. Dalam membangun suatu daerah, pendidikan selalu menjadi hal yang sangat penting. Oleh karena itu, segala sesuatu yang dibangun Tzu Chi di Hualien memang berfokus pada pendidikan. Terlebih lagi, kesehatan juga sangat penting.

Dahulu, ketika saya datang ke Hualien, hampir semua aspek masih tertinggal. Yang paling serius ialah bidang kesehatan dan pendidikan. Jadi, Tzu Chi adalah sebuah jalinan jodoh dan setiap orang di sini memiliki cinta kasih dan hidup dengan kesederhanaan. Selama ada tekad, ketika banyak orang bersatu, kekuatan yang dihasilkan pun akan besar. Jadi, dengan sangat cepat, misi amal dan misi kesehatan Tzu Chi berkembang di Hualien.


Kesehatan merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kehidupan. Dalam menjalani kehidupan di dunia, setiap orang membutuhkan tubuh yang sehat. Dengan tubuh yang sehat, masyarakat dapat hidup dengan lebih stabil. Setinggi apa pun cita-cita seseorang, tanpa tubuh yang sehat, semuanya akan menjadi sulit. Jadi, pendidikan dan kesehatan harus berjalan berdampingan.

Pendidikan dan kesehatan adalah dua misi yang Tzu Chi bangun satu per satu di Hualien. Semua ini bukan hasil dari upaya satu orang, melainkan banyak orang. Setiap orang berkontribusi sedikit demi sedikit. Jumlah orang yang banyak menciptakan kekuatan besar. Secara alami, misi amal dan kesehatan di Hualien pun dapat berkembang dengan cepat. Dalam waktu 20 tahun, kedua misi ini telah membawa perubahan besar.

Dalam hidup ini, selama kita memiliki tekad, tidak ada yang sulit. Namun, kita membutuhkan banyak orang. Ketika semua orang bergerak ke arah yang sama, kekuatan yang dihasilkan pun akan menjadi besar. Inilah yang selalu saya tekankan.

“Kali ini, bidang pelayanan yang tersedia cukup lengkap dan beragam. Terlebih lagi, kami juga membawa peralatan yang sangat baik untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Hong Song-bo, relawan Tzu Chi.

“Tzu Chi benar-benar sangat bersungguh-sungguh. Anak saya mendapatkan perhatian di Taiwan. Relawan Tzu Chi di Kinmen juga datang mencurahkan perhatian kepada suami saya ketika mengalami cedera,” kata Ibu Liu, warga.

“Interaksi dengan para relawan, interaksi dengan masyarakat, serta keterlibatan platform kesehatan membuat kegiatan baksos ini bukan sekadar pelayanan medis dalam waktu singkat, tetapi juga merupakan bentuk perhatian yang berkelanjutan,” kata Chien Sou-hsin, Kepala RS Tzu Chi Taichung.


Dengan jumlah orang yang banyak, setiap orang tidak perlu mengeluarkan tenaga yang sangat besar. Tzu Chi bermula dari 50 sen. Praktik 50 sen telah berlangsung selama 60 tahun. Saya selalu menyampaikan rasa syukur saya atas praktik donasi 50 sen yang menjadi awal mula berdirinya Tzu Chi. Jangan pernah melupakan 50 sen pada masa itu.

Bagi setiap orang, menyisihkan 50 sen bukanlah hal yang sulit. Menyisihkan 50 sen dari uang belanja setiap hari tidak akan memengaruhi kebutuhan belanja. Setiap kali makan, kita tetap dapat makan seperti biasa. Yang penting, kita harus selalu mengingat semangat praktik 50 sen tersebut.

Sejak awal, setiap orang selalu ingat untuk menyisihkan 50 sen setiap hari. Sesederhana itu. Hingga sekarang, saya juga selalu mengatakan bahwa kita tidak boleh meremehkan hal-hal kecil. Setiap hari pun kita tetap harus menyisihkan 50 sen. Dengan begitu, niat baik yang kita tanam akan terus tersimpan di dalam hati.

Agar kehidupan di dunia ini harmonis, kita membutuhkan niat baik. Setiap orang hendaknya memiliki niat baik di dalam hati dan memahami bahwa cinta kasih adalah kunci kedamaian. Hendaknya kita menyucikan hati manusia agar masyarakat dapat hidup dengan harmonis. Singkat kata, untuk menciptakan masyarakat yang harmonis, kita harus terus mendorong cinta kasih dan kebajikan. Hendaknya kita memiliki cinta kasih. Sesederhana itu.

Tzu Chi memulai langkah dari 50 sen. Saya berharap kita dapat mengajak setiap orang untuk menyisihkan 50 sen atau 1 dolar NT. Kita harus terus mengumpulkannya sedikit demi sedikit. Dengan menyisihkan 50 sen setiap hari, kita dapat membangkitkan tekad yang baik. Berbuat kebajikan tidaklah sulit selama ada yang bersedia mengimbau orang-orang untuk membangkitkan niat baik dan melakukan kebajikan.

Terlebih lagi, jika setiap orang tahu untuk berbuat baik setiap hari, kehidupan pasti akan menjadi lebih damai karena kebajikan akan menciptakan energi yang membawa kedamaian bagi dunia. Jadi, ada energi langit, energi bumi, dan energi manusia. Semua energi ini harus dipenuhi dengan kebajikan dan keharmonisan.


“Setiap kali memperkenalkan Kata Renungan Jing Si, saya menggunakan cara yang sangat sederhana untuk menyampaikan kepada mereka bahwa setiap hari kita harus bertutur kata baik. Ada tepuk tangan, ada rasa syukur, dan ada senyuman,” kata Zhuo Shun-fa, Ketua Sian Chay Medical Institution.

“Hendaknya kita memiliki Tiga Kebajikan. Pertama, bersyukur kepada orang tua yang telah membesarkan kita; kedua, bersyukur kepada alam semesta yang menyediakan oksigen bagi kita; lalu, kita harus bersyukur kepada masyarakat dan bersyukur atas pendidikan yang kita terima,” pungkas Zhuo Shun-fa.

Saya sangat menyambut kehadiran kalian. Berkat jalinan jodoh dengan Huang Ping-zhang, kalian dapat berkunjung ke sini. Saya berharap kalian dapat melihat lebih banyak. Jika ada hal-hal yang ingin disampaikan, silakan berikan saran dan masukan kepada saya. Jika ada sesuatu yang menyentuh kalian, ketika kembali nanti, sampaikan juga kepada orang-orang di sekitar kalian.

Taiwan tidaklah besar. Seharusnya kita dapat hidup dalam kesatuan dan keharmonisan. Taiwan hendaknya menjadi teladan. Saat ini, kalian juga menjalankan bisnis hingga ke luar Taiwan. Ketika berada di luar Taiwan, jika kalian dapat berbagi tentang apa yang Tzu Chi lakukan di Taiwan, ini juga disebut dengan menyebarkan Dharma dan membawa manfaat bagi semua makhluk.

Dengan menceritakan hal-hal baik tentang Taiwan dan menunjukkan bagaimana masyarakat Taiwan melakukan kebajikan, kita juga sedang menyebarkan ajaran bajik. Menyebarkan kebajikan tidaklah sulit. Cukup dengan menyampaikan hal ini kepada orang lain, itu tidaklah sulit. Jadi, berbuat kebajikan bukanlah hal yang sulit.

Misi amal dan kesehatan berpadu dengan pendidikan
Membangkitkan tekad agung dengan menyisihkan 50 sen setiap hari
Menyucikan dunia dengan menjaga niat bajik
Mewujudkan keharmonisan dengan menyebarkan Dharma dan membawa manfaat

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 13 September 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 15 September 2026
Hanya dengan mengenal puas dan tahu bersyukur, kehidupan manusia akan bisa berbahagia.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -