Ceramah Master Cheng Yen: Menyebarkan Dharma dan Membawa Manfaat di Jalan Bodhisatwa


Setiap minggu, setiap orang menyampaikan laporan sehingga kita dapat mendengar tentang penderitaan dunia dan menyadari bahwa segala sesuatu di alam ini tidaklah kekal. Banyak sekali hal yang terkandung di dalamnya dan semuanya menyimpan prinsip kebenaran yang mendalam.

Di tengah eksistensi ajaib dalam kehidupan, ada kehidupan masa lalu, kehidupan sekarang, dan kehidupan yang akan datang. Demikian pula segala sesuatu di alam ini memiliki masa lalu, sekarang, dan masa depan. Benih itu berasal dari masa lalu. Ketika berbagai sebab dan kondisi bersatu, benih akan menyatu dengan bumi.

Dengan adanya air dan sinar matahari, benih dapat tumbuh dari dalam tanah. Ia bergantung pada udara, cahaya matahari dan bulan, ditambah dengan kondisi iklim. Semua unsur ini kemudian bertemu dan membuatnya dapat tumbuh di dunia. Demikianlah, benih terus berkembang tanpa henti.

Bukankah manusia juga demikian? Kehidupan manusia juga terus berlanjut tanpa henti. Di dalam proses ini, semuanya akan mengalami perubahan. Benih menjadi tunas pohon, kemudian menjadi semak dan akhirnya menjadi pohon. Namanya terus berubah dari waktu ke waktu.

Kebenaran ini tidak terlepas dari empat fase, yaitu terbentuk, berlangsung, rusak, dan hancur. Inilah proses yang terjadi di dunia. Fase timbul, berlangsung, berubah, dan lenyap menggambarkan kondisi batin manusia. Ada pula fase lahir, tua, sakit, dan mati. Semuanya merupakan empat fase perubahan yang tidak terlepas dari tiga fenomena, yaitu biologis, psikologis, dan fisik.

Kita tidak pernah terlepas dari hal-hal tersebut. Semuanya memiliki pola yang tetap, tetapi dapat mengalami perubahan yang tidak terhingga. Inilah kebenaran yang tidak berubah. Lalu, apa yang harus kita lakukan? Oleh karena itulah, Buddha terjun ke tengah masyarakat untuk menjelaskan kebenaran sejati.


Empat fase dari tiga fenomena ini harus dianalisis secara mendalam. Semua ini perlu diarahkan dengan kebijaksanaan. Kebijaksanaan bukanlah sesuatu yang dimiliki setiap orang sejak lahir. Namun, setiap orang terlahir dengan hakikat sejati. Hakikat sejati ini harus dijaga agar tetap murni sehingga kebijaksanaan dapat muncul. Kebijaksanaan yang murni inilah yang disebut dengan hakikat kebuddhaan.

Belakangan ini, saya terus menyampaikan hal-hal ini kepada kalian. Kehidupan manusia dimulai dari kelahiran. Dari masa kanak-kanak, kita terus melangkah menuju usia tua. Jadi, ini semua tentang akumulasi. Di zaman sekarang, banyak hal yang harus kita akumulasi.

Bagaimana kita menjalankan Tzu Chi? Saya bersyukur karena puluhan tahun yang lalu, satu niat yang terbersit itu dapat mengarahkan pada arah yang benar. Jalan ini tidak pernah berubah. Hendaknya kita terus melangkah dengan mantap. Kita telah menempuh perjalanan yang begitu jauh. Saya sendiri terus berada di tempat yang sama di Taiwan. Namun, berada di tempat yang sama ini seperti menginjak kincir air.

Dahulu, ketika belum ada saluran irigasi, di daerah yang rendah, kincir air harus terus diinjak untuk mengangkat air ke atas agar dapat dialirkan ke sawah. Air harus terus dialirkan ke tempat yang lebih tinggi dan kemudian mengalir turun untuk membasahi tanah. Demikian pula, kita terus menggunakan pengetahuan dan memanfaatkan berbagai sumber daya untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Inilah sebuah siklus.

Namun, dalam siklus yang kita jalani sekarang, yang paling penting ialah bagaimana kita mendidik. Sekarang kita sudah memiliki semuanya, maka sudah waktunya bagi kita untuk melangkah maju. Anak-anak juga harus terus melangkah maju. Dimulai dari masa kanak-kanak, remaja, hingga tumbuh dewasa, mereka melangkah setahap demi setahap.


Kalian yang sekarang juga harus terus melangkah maju hingga mendekati usia saya, sementara saya sudah waktunya untuk kembali melihat ke belakang, lalu memulai kembali. Saya akan datang kembali. Jadi, hendaknya kalian melangkah dengan mantap.

Kini, jalan yang telah kalian bentangkan dan fondasi yang telah kalian bangun, kelak akan saya lanjutkan. Kemudian, giliran kalian kembali melangkah dengan mantap. Kalian akan kembali dalam kehidupan yang akan datang untuk melanjutkan kehidupan saya di masa depan. Kehidupan saya di masa depan juga akan kalian lanjutkan kembali. Inilah yang disebut berlangsung dari kehidupan ke kehidupan dan tidak akan pernah berhenti, seperti halnya kita harus terus menjalin jodoh baik.

Saat ini, teknologi sudah berkembang pesat. Seluruh dunia seolah-olah terhubung dan terus bergerak mengikuti arus perubahan. Langkah yang kita tapaki adalah jalan yang bersih. Ketika mendengar suara dari tempat yang jauh dari saya, suara mereka dapat tersampaikan dengan jelas. Mereka juga sedang menapaki Jalan Tzu Chi. Jadi, saya merasa sangat terhibur.

Jadi, sebisa mungkin, ketika sekarang kalian mendengar suara saya, tidak peduli seberapa jauh jarak kalian, selama memiliki ponsel, cukup dengan satu tombol, kalian dapat menerima pemberitahuan. Inilah yang disebut dengan menyebarkan Dharma dan membawa manfaat bagi semua makhluk. Dengan memanfaatkan teknologi, kita dapat menyebarkan Dharma, membawa manfaat, dan membuat semua orang di dunia mendengarkan Dharma. Inilah kekuatan luar biasa dari pikiran dan pendengaran. Yang terpenting ialah kesadaran.


Kesadaran kita terus menyimpan dan menerima berbagai hal, termasuk apa yang datang dari berbagai negara dan wilayah serta bagaimana para insan Tzu Chi di sana merespons, membangkitkan tekad, dan menjalankan Tzu Chi. Selama ada suatu tempat yang berbagi, kita semua dapat mendengarnya. Dengan begitu, kita dapat saling menerima kebaikan.

Jika kita mengenal seseorang yang sudah bertahun-tahun tidak kita jumpai, lalu melihatnya tengah berbagi laporan, kita dapat segera menghubunginya. Dengan begitu, hubungan persahabatan dapat terjalin kembali dan akhirnya menjadi sebuah jalan. Jadi, dengan cinta kasih berkesadaran, hendaknya kita mengajak banyak orang untuk menapaki Jalan Bodhisatwa.

Saudara sekalian, hendaknya kita bersungguh hati memanfaatkan teknologi saat ini sehingga setiap orang dapat saling meneruskan kebaikan. Hendaknya kita menggenggam jalinan jodoh untuk mengembangkan potensi bajik di dalam Tzu Chi, menyebarkan Dharma, membawa manfaat, dan memahami segala kebenaran.

Membangkitkan kesadaran serta membina berkah dan kebijaksanaan
Menjaga tekad awal dan melangkah dengan mantap
Bertemu lewat jaringan internet untuk menapaki Jalan Bodhisatwa
Menyebarkan Dharma, membawa manfaat, dan mengembangkan potensi bajik

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 29 Agustus 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 31 Agustus 2026
Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -