Ceramah Master Cheng Yen: Menyebarkan Dharma dan Saling Mendukung
“Mengenai listrik, yang paling dikhawatirkan ialah hujan. Berhubung tahun lalu turun hujan deras, kami sangat khawatir terjadi kebocoran listrik atau listrik turun. Itu akan sangat rumit. Karena itu, kami dengan tulus berdoa kepada para Buddha dan makhluk pelindung Dharma. Asalkan tidak turun hujan tiga jam sebelum upacara pemandian rupang Buddha, kami bisa mengatasi segalanya. Jadi, tahun lalu turun hujan deras. Master berpesan pada kami untuk menjaga keselamatan semua orang. Kami juga berada di sana dari awal hingga akhir,” kata Lin Fu-quan, anggota tim air dan listrik.
“Da Ai TV hendak mengantarkan perlengkapan besar ini ke Balai Peringatan Chiang Kai-shek dan hanya bisa dikerjakan saat dini hari. Pada tanggal 4 Mei, saat tiba di lokasi pada pukul 1 dini hari, saya langsung menyiapkan kamera saya dan memulai perekaman,” kata Zhang Qiu-yan, relawan dokumentasi.
“Terlihat perlengkapan yang sangat besar dan banyak perancah yang tinggi. Mereka mengangkatnya dengan derek jangkung. Pengalaman kali ini membuat saya merasa bahwa sebuah persamuhan Dharma yang agung membutuhkan upaya keras dari banyak orang,” pungkas Zhang Qiu-yan.
“Menjaga keselamatan di lokasi sangat penting. Selama 10 hari itu, kami harus menjaga keselamatan orang dan kendaraan dari awal hingga akhir. Sif malam dilanjutkan lagi oleh sif tengah malam. Kami bertugas secara bergilir selama 24 jam dalam sehari,” kata Chen Wei-qin, anggota tim keselamatan lokasi.
Itu sungguh momen yang sangat menyentuh. Kita bisa melihat kesungguhan hati banyak orang dan itu bukan hanya sesaat. Untuk mewujudkan pemandangan seperti ini, kalian semua tahu berapa banyak waktu yang dibutuhkan. Ini membutuhkan banyak waktu, upaya, semangat, dan tenaga. Semua orang tahu jelas akan hal ini karena kita telah membentangkan kebenarannya di hadapan orang-orang. Jadi, saya sungguh sangat bersyukur.

Tzu Chi telah benar-benar berjuang demi ajaran Buddha dan semua makhluk. Saya sangat bersyukur. Saya selalu berpikir, jika guru saya masih hidup, beliau pasti akan sangat gembira. Jika melihat pemandangan ini saat masih hidup, beliau pasti akan tersenyum lebar. Saat melihat pemandangan ini, saya selalu merasa bahwa guru saya pasti juga melihatnya dari suatu tempat.
Pagi ini, banyak anggota Sangha yang hadir di sini. Saya sangat bersyukur kepada mereka. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa ajaran Buddha telah berkembang pesat di Taiwan. Semua orang bisa melihat kerja sama yang harmonis dalam ajaran Buddha. Pemandangan ini sungguh menyentuh. Para anggota Sangha dapat bekerja sama dengan kita dan turut berpartisipasi dalam upacara pemandian rupang Buddha. Ini menunjukkan ketulusan mereka.
Para Buddha dan makhluk pelindung Dharma pasti sangat sukacita. Meski orang-orang khawatir akan turun hujan, saya malah mendambakan sedikit hujan. Saat turun hujan di tengah cuaca yang sangat panas, suhu udara akan agak menurun dan terik matahari akan berkurang.
“Hari ini, ada beberapa anggota dari tim penanda yang hadir di sini. Kami telah menjalankan tugas ini di Balai Peringatan Chiang Kai-shek sejak 20 tahun yang lalu hingga sekarang. Sesungguhnya, tim ini sudah bisa beroperasi dengan baik. Kekompakan dan kerja sama yang harmonis dalam tim sungguh sangat menyentuh,” kata Zhan Long-zhen, anggota tim penanda.
“Tahun ini, turun hujan deras beberapa hari sebelum tim penanda pergi ke lokasi. Berhubung bulan Mei termasuk musim hujan, sebelum pergi ke lokasi, kami akan memperhatikan prakiraan cuaca setiap hari. Bagi kami, perubahan cuaca merupakan ujian besar. Tahun ini, yang menakjubkan ialah turun hujan deras selama berhari-hari, tetapi sehari sebelum kami menempelkan penanda, hujan pun berhenti. Selain itu, juga berembus angin sepoi-sepoi yang membuat permukaan lantai menjadi bersih dan bebas dari debu,” pungkas Zhan Long-zhen.

Jadi, kita hendaknya bersyukur. Ini juga berkat perlindungan dari para makhluk pelindung Dharma. Intinya, tanpa ketulusan dan kemurnian hati, semua ini tidak mungkin terwujud. Jadi, para makhluk pelindung Dharma hadir secara bersamaan dalam upacara itu. Orang-orang yang mendengar dan melihat upacara itu juga merasa kagum. Selain itu, Da Ai TV juga menyiarkannya di seluruh dunia agar orang-orang tahu bahwa inilah ajaran Buddha yang sesungguhnya.
Pemandangan yang terlihat penuh ketulusan. Audio dan visualnya sangat menyentuh. Saya yakin bahwa setiap orang yang menghadiri upacara ini dipenuhi sukacita dalam Dharma. Saat orang-orang dipenuhi sukacita dalam Dharma, para makhluk pelindung Dharma akan hadir. Jadi, orang-orang sangat sukacita dan bersyukur. Lokasinya juga sangat bersih.
“Sejak tanggal 2 hingga 10 Mei, kami menggerakkan 1.100 relawan laki-laki untuk menggarap ladang berkah. Ada 20-an anggota tim pendukung yang bertanggung jawab atas area masing-masing. Kami berada di sana dari awal melakukan persiapan hingga hari terakhir,” kata Jiang Qing-wen, anggota tim pendukung.
“Saat melakukan pertemuan pagi, kami juga saling mengingatkan untuk menjaga keselamatan. Kami mengingatkan relawan yang memiliki penyakit kronis untuk meminum obat dan menyelesaikan tugas yang lebih berat secara berkelompok. Keselamatan diri adalah yang terpenting. Jika ada relawan yang membutuhkan bantuan atau terlihat lelah, kami akan memintanya untuk beristirahat,” lanjut Jiang Qing-wen.
“Saat membereskan lokasi pada hari Senin, kami memastikan bahwa tidak ada satu pun kardus, kursi, ataupun meja yang tertinggal. Kami merapikan dan membersihkan semuanya hingga pihak Balai Peringatan Chiang Kai-shek merasa bahwa Tzu Chi ada awal dan ada akhir,” pungkas Jiang Qing-wen.

Selain ketulusan dan keindahan dari kebajikan orang-orang, kita juga bisa melihat kebersihan lokasi. Ini sungguh tidak mudah. Karena itulah, saya sangat tersentuh dan bersyukur. Saya juga sangat sukacita karena insan Tzu Chi selalu membina ketulusan di dalam hati selama bertahun-tahun. Tentu saja, saya sangat bersyukur kepada Ci Yue, Ci Rang, dan para Bodhisatwa kita yang begitu tulus.
“Proses pembuatan ‘makhluk surgawi’ ini melampaui bayangan kami. Prosesnya sangatlah panjang. Untuk membuat satu, dibutuhkan lebih dari 400 jam. Akhirnya, kami membuat 21 ‘makhluk surgawi’. Master, ‘Puncak Burung Nasar’ ini bukan dibuat dengan asal-asalan. Dari rekaman yang diambil tim kita dari udara, kami membuat maket tiga dimensi. Karena itu, ia terlihat mirip dengan aslinya,” kata Guo Jing-de, anggota tim penata lokasi.
Saat membawa para "makhluk surgawi" ini, jika tidak melangkah dengan mantap, kita mungkin akan menjatuhkannya. Ini membutuhkan kesungguhan hati. Kita bisa melihat bahwa setiap tim sangat tulus. Singkat kata, meski sudah lama berkata demikian, saya tetap tidak bisa mengungkapkan secara jelas rasa syukur dan ketulusan saya. Namun, saya tetap harus menyampaikannya. Percayalah bahwa yang saya sampaikan benar-benar tulus dari lubuk hati saya, bukan basa-basi. Saya sungguh bersyukur kepada kalian semua. Saya sangat tersentuh dan bersyukur.
Menyebarkan Dharma dan mendukung pencapaian satu sama lain
Bekerja sama dengan harmonis untuk melakukan praktik nyata
Ketulusan menyentuh hati para makhluk pelindung Dharma
Membentuk barisan Bodhisatwa yang panjang
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 20 Juni 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 22 Juni 2026







Sitemap