Ceramah Master Cheng Yen: Menyebarkan Kebajikan untuk Menyucikan Hati Manusia


“Kita harus mengamati perkembangan zaman dan terus mengikuti perkembangannya. Jangan hanya berdiri di tempat. Media sosial bagaikan pisau bermata dua. Jika dimanfaatkan dengan baik, ia dapat membawa berkah bagi banyak orang. Namun, jika digunakan secara tidak tepat, akan menimbulkan pergolakan besar. Jadi, media sosial harus dimanfaatkan dengan baik. Bagaimana caranya? Ini bergantung pada manusia,”
kata Wang Duan-zheng, Ketua badan misi budaya humanis Tzu Chi.

“Dalam Analek Konfusius, dikatakan bahwa laki-laki sejati harus bertekad pada kebenaran, berpegang pada kebajikan, bersandar pada kemurahan hati, dan menguasai keterampilan atau seni. Pemahaman yang saya peroleh ialah, kita harus bertekad menapaki Jalan Bodhisatwa dan berpegang pada kebajikan. Kebajikan sangatlah penting,” lanjut Wang Duan-zheng.

“Hendaklah kita semua memiliki kebajikan dan moralitas, terlebih para staf misi budaya humanis kita. Kita juga harus menghadapi masalah dengan kemurahan hati dan cinta kasih dan menjadikannya sebagai landasan dalam bertindak. Untuk membantu sesama dan membawa manfaat bagi semua makhluk, kemurahan hati ini harus ada,” pungkas Wang Duan-zheng.

Pemikiran seperti ini sangatlah penting bagi manusia. Manusia harus memiliki pemikiran yang benar. Aksara Tionghoa "berpikir" terdiri atas aksara "sawah" dan "hati". Bumi yang luas ini membutuhkan udara dan air. Benih apakah yang akan kita tabur di atas sawah ini?

Menanam kacang akan memperoleh kacang dan menanam labu akan memperoleh labu. Kita sering mendengar kalimat seperti ini. Baik kacang maupun labu, semuanya bermanfaat bagi manusia. Umur panen tanaman-tanaman ini termasuk singkat, hanya puluhan hari. Manusia membutuhkannya. Setelah dipetik, lewat proses yang cukup sederhana, hasil panennya sudah bisa dikonsumsi. Kita terus mendapatkan nutrisi dari berbagai jenis tanaman. Karena itu, kita harus sangat bersyukur. Ada berbagai jenis tanaman yang menjaga kelangsungan hidup kita.


Hendaklah kita tidak meremehkan benih-benih yang kecil. Segala jenis tanaman pangan berasal dari benihnya. Saya sering berkata bahwa setiap hari, saya memikirkan hal-hal yang sangat kecil. Karena itulah, saya pun selalu mengingatkan untuk tidak meremehkan donasi kecil, terlebih 50 sen dalam kisah celengan bambu. Dahulu, saya mengimbau orang-orang untuk mendonasikan 50 sen dengan penuh cinta kasih. Saat itu, memiliki beras di Griya Jing Si bukanlah hal yang mudah bagi kita.

Saat kita baru mulai menjalankan Tzu Chi, orang-orang datang untuk menerima beras bantuan. Kita berusaha agar mereka dapat makan terlebih dahulu sebelum pulang dengan membawa beras. Berhubung orang yang datang makin banyak, beras kita pun tidak cukup. Apa yang harus kita lakukan? Kita hanya bisa terus menambahkan air sehingga bubur yang kental menjadi encer. Demikianlah awal mula perjalanan Tzu Chi.

Kini, Tzu Chi telah tersebar ke berbagai negara. Para insan Tzu Chi di berbagai negara juga berpegang pada semangat yang sama dengan masa awal berdirinya Tzu Chi Taiwan. Para insan Tzu Chi menghimpun sedikit demi sedikit sumber daya setempat untuk menyalurkan bantuan. Saya sangat bersyukur atas hal ini.

Tentu saja, makin luas jangkauan kita, saya makin menyadari bahwa saya melakukan segala sesuatu dengan sukarela. Orang-orang bisa mengerti atau tidak, itu bukan masalah. Saya tidak perlu menjelaskan secara mendetail karena tidak punya cukup waktu. Saya hanya terus melakukan hal seharusnya dilakukan.


Kini, lewat media kita, seperti Da Ai TV dan Buletin Tzu Chi, kita berbagi Dharma yang terbaik dengan masyarakat dan dunia. Karena itu, peran misi budaya humanis kita sangat penting. Empat Misi Tzu Chi, semuanya sangat penting, termasuk misi budaya humanis. Jadi, saya bersyukur kepada para staf kita yang bersungguh hati menjalankan misi budaya humanis.

Saya sangat berharap kita dapat lebih aktif memikirkan cara untuk mempromosikan Da Ai TV agar dikenal oleh lebih banyak orang. Ini bergantung pada bagaimana kalian menginspirasi orang-orang untuk menyaksikan Da Ai TV. Saya juga berharap para pemirsa Da Ai TV dapat menyadari bahwa mereka juga memiliki tanggung jawab untuk menyebarkan Dharma. Jika ingin Taiwan aman dan tenteram, kita harus menyucikan hati manusia.

Membimbing orang-orang untuk menerapkan pola hidup yang benar, ini sangatlah penting. Ada banyak negara yang dilanda kemiskinan dan kita harus memberikan bantuan dengan tulus. Saya sering berkata bahwa kita harus tulus. Kita selalu berinisiatif memberikan dukungan. Para insan Tzu Chi luar negeri tahu bagaimana menyalurkan bantuan dan berapa bantuan yang dibutuhkan. Karena itu, kita harus berkata pada mereka, "Berfokuslah pada penyaluran bantuan. Kami akan mendukung kalian."


Di Taiwan, insan yang penuh kasih sangatlah banyak. Mari kita mengajak warga Taiwan untuk menciptakan berkah bagi dunia. Kini, dengan adanya Da Ai TV, semoga Empat Misi Tzu Chi dapat makin terintegrasi. Misi amal membantu orang yang mengalami kesulitan hidup, misi kesehatan menyelamatkan kehidupan, misi pendidikan membina jiwa kebijaksanaan, dan misi budaya humanis menyucikan hati manusia agar masyarakat dapat harmonis.

Makin banyak orang yang bersedia menyaksikan Da Ai TV, makin banyak pula hati yang tersucikan. Dengan demikian, masyarakat akan makin harmonis. Ini disebut mewujudkan kestabilan negara. Intinya, jika masyarakat tenteram, negara pun akan stabil. Ini sangatlah penting.

Para Bodhisatwa yang kini duduk di sini, semuanya terus menyebarkan cinta kasih di dunia dan mewujudkan masyarakat yang harmonis dengan menyucikan hati manusia. Demikianlah kita mewujudkan kestabilan negara. Kalian mungkin merasa bahwa kalian hanya bekerja dan tidak melakukan sesuatu yang istimewa. Namun, jika kalian sungguh-sungguh dan tulus dalam bekerja, kekuatan yang terhimpun akan sangat besar. Terima kasih.

Waktu berlalu dengan sangat cepat. Semoga kita dapat menjaga kesehatan dan misi kita. Saya mendoakan kalian semua. Demikianlah kita mengembangkan kebijaksanaan.

Menabur benih kebajikan untuk membawa manfaat bagi semua makhluk
Menghimpun tetes demi tetes donasi untuk menolong orang-orang di seluruh dunia
Da Ai TV menyebarkan Dharma dan menyucikan hati
Mewujudkan kestabilan negara dan keharmonisan masyarakat

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 01 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 03 Januari 2026
Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -