Ceramah Master Cheng Yen: Menyebarluaskan Kebajikan untuk Menyucikan Hati Manusia


Saya sangat bersyukur bisa singgah di Kompleks Tzu Chi Sanchong hari ini. Saya selalu merasa bahwa para insan Tzu Chi bersumbangsih tanpa pamrih dengan kesungguhan hati dan cinta kasih. Saat ini, kita harus memanfaatkan lahan di sana untuk membawa manfaat. Inilah cinta kasih. Kita bersumbangsih dengan cinta kasih tanpa pamrih. Ke mana pun insan Tzu Chi pergi, tempat itu akan dipenuhi berkah.

Saya kembali berkunjung ke Taoyuan lagi. Di sini, para relawan dari berbagai wilayah membagikan apa yang telah mereka lakukan. Selagi saya berkunjung ke sini, semua orang berbagi pengalaman agar saya dapat mengetahui bagaimana kalian bersumbangsih dengan kesungguhan hati dan cinta kasih.

Saya melakukan perjalanan setiap tahun karena hanya pada momen inilah, saya bisa mendengar dan memahami kisah kalian. Dalam setiap kunjungan, saya merasa bahwa di sinilah letak nilai kehidupan. Kehidupan kita bernilai karena kita semua bersumbangsih tanpa pamrih hingga mengagumi dan menyentuh hati satu sama lain.

“Hari ini, saya ingin melaporkan kepada Master tentang pemeriksaan kesehatan digital yang mencakup pengukuran tekanan darah dan deteksi fibrilasi atrium. Dengan peralatan yang sederhana, kami dapat menemukan warga komunitas yang kesehatannya bermasalah. Lalu, kami akan merujuk mereka ke klinik untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Wu Wei-shan, Manajer kasus penerima bantuan jangka panjang Tzu Chi.

“Ada tiga orang perawat kita yang akan mengikuti perkembangan mereka dan bekerja sama dengan para ketua tim Tzu Chi untuk memberikan bantuan dan mencurahkan perhatian. Saat akan mulai menjalankan program pemeriksaan kesehatan digital ini, sesungguhnya kita sangat khawatir orang-orang tidak bisa menggunakan peralatan yang ada. Namun, saya berpikir bahwa ini adalah kesempatan emas untuk menginspirasi kaum muda. Kami lalu mengajak banyak relawan muda untuk membantu mengoperasikan semua peralatan itu,” lanjut Wu Wei-shan.

“Kami juga melihat banyak relawan muda yang berinisiatif untuk belajar dan berkembang bersama. Mereka melayani kaum lansia dengan sepenuh hati. Jadi, kami sangat bersyukur lewat pemeriksaan kesehatan digital ini, kami dapat menjaga kesehatan kaum lansia, menyatukan kaum muda, dan mendampingi para relawan muda untuk menjaga lebih banyak Bodhisatwa lansia,” pungkas Wu Wei-shan.


Saya sering berkata bahwa kita harus menjaga yang tua dan menginspirasi yang muda. Benar, inilah yang harus kita lakukan, terlebih kalian yang merupakan tenaga medis. Orang-orang yang menderita akibat kekurangan dan penyakit, semuanya bisa kalian bantu. Ini membutuhkan kesungguhan hati kalian. Asalkan memiliki niat, kalian pasti bisa memperhatikan dan menolong orang yang membutuhkan. Jadi, saya sangat bersyukur pada kalian.

Setiap kali mendengar tentang tenaga medis yang bersumbangsih dengan cinta kasih, hati saya selalu dipenuhi rasa syukur. Saat saya melakukan perjalanan dan ada yang bertanya apakah saya lelah, saya selalu menjawab, "Tidak, karena kesungguhan hati dan cinta kasih kalian merupakan motivasi bagi saya untuk membangkitkan semangat dan stamina saya. Saya sangat bersyukur pada kalian."

Sesungguhnya, sebelum memulai perjalanan kali ini, saya sendiri berpikir, "Bisakah saya menuntaskan perjalanan kali ini?" Namun, saya tetap memotivasi diri sendiri dan berpikir, "Kehidupan sangatlah singkat. Asalkan masih bisa berjalan, saya harus berusaha melakukan perjalanan untuk melihat murid-murid saya." Selama bertahun-tahun ini, usia kita terus bertambah. Karena itu, saya harus menggenggam jalinan jodoh untuk mengunjungi kalian dan memotivasi kalian.

Lihatlah, saya juga tengah bekerja keras. Sebagai murid saya, bagaimana boleh kalian kalah dari saya? Hendaklah kita lebih bekerja keras lagi. Terkadang, saya mengenang perjalanan hidup saya dan melakukan inventarisasi. Saya merasa bahwa kehidupan saya sangat bernilai. Saya selalu mengingatkan kalian untuk menginventarisasi kehidupan masing-masing. Saya sendiri pun melakukan hal yang sama.


Enam puluh tahun yang lalu, saya membangkitkan sebersit niat untuk mendirikan Tzu Chi. Tzu Chi bermula dari himpunan donasi 50 sen. Bayangkanlah, saat itu, kita tidak memiliki apa-apa. Yang ada hanyalah sebersit niat. Saat itu, saya mengimbau orang-orang untuk mendonasikan 50 sen setiap hari.

Saya khawatir jika mendonasikan 15 dolar NT per bulan, tekad pelatihan orang-orang akan mundur. Saya ingin orang-orang mengakumulasi donasi kecil agar mereka memiliki rasa tanggung jawab dan tahu bahwa akumulasi donasi kecil juga dapat menolong orang yang membutuhkan. Mereka sering memberi tahu orang lain dengan sukacita bahwa 50 sen juga dapat menolong sesama.

Setiap hari, saat membeli sayuran, mereka selalu ingat untuk meminta penjual mengurangi belanjaan mereka demi menyisihkan 50 sen. Jadi, saat berbelanja, pembeli selalu mengingatkan dan memotivasi diri sendiri. Akhirnya, penjual juga terinspirasi dan pembeli makin antusias untuk bersumbangsih. Demikianlah awal mula praktik celengan bambu.


Saudara sekalian, dengan membagikan semangat celengan bambu, kalian juga membawa sukacita bagi orang-orang. Demikianlah kita menjalin jodoh baik dengan orang-orang. Tanpa menjalin jodoh baik, tidak akan ada jalan untuk berbuat baik. Dengan adanya jalinan jodoh baik, orang-orang akan mendukung dan memotivasi kita sehingga keyakinan kita makin teguh.

Kita harus bersungguh hati mengimbau orang-orang untuk menghimpun kekuatan bersama. Saat ini, kita harus menyucikan hati manusia. Melihat kalian menghimpun kekuatan dan menginspirasi orang untuk melakukan hal yang sama, saya merasa lebih tenang. Makin banyak kebajikan, makin tenteram pula masyarakat kita. Singkat kata, jika sering menyaksikan berita internasional, kalian pasti merasa khawatir. Namun, khawatir tidak ada gunanya.

Kita hendaknya mengimbau orang-orang untuk berbuat baik. Ini adalah salah satu cara Tzu Chi untuk membawa manfaat bagi dunia. Selain menolong orang yang menderita di seluruh dunia, kita juga dapat mengimbau orang-orang untuk bersumbangsih dengan cinta kasih demi menstabilkan masyarakat dan menyucikan hati manusia. Ini sangatlah penting.

Saya hampir setiap hari mengatakan hal yang sama. Saya berharap kalian dapat menyerapnya ke dalam hati dan mewakili saya untuk menyebarkannya kembali. Sebagai guru dan murid, kita memiliki kesatuan hati dan ikrar serta menyebarkan ajaran yang sama di dunia. Saat ini, hendaklah setiap orang bertutur kata baik. Ini berarti menyebarkan Dharma. Inilah harapan terbesar saya dalam perjalanan kali ini.

Ladang pelatihan komunitas dipenuhi berkah
Saling memotivasi dan menghargai jalinan jodoh
Membentangkan jalan dan menghimpun cinta kasih dengan semangat celengan bambu
Menyebarluaskan kebajikan untuk menyucikan hati manusia

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 26 November 2025
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 28 November 2025
Beriman hendaknya disertai kebijaksanaan, jangan hanya mengikuti apa yang dilakukan orang lain hingga membutakan mata hati.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -