Ceramah Master Cheng Yen: Menyucikan Hati Manusia dan Menggarap Ladang Berkah


“Di Vancouver, kaum tunawisma paling banyak berkumpul di Taman Oppenheimer. Karena itu, kami membawa tenda Tzu Chi ke sana. Berhubung agak kekurangan relawan muda, kami mengajak orang tua muda dan anak-anak mereka untuk turut bersumbangsih,”
kata Peng Lang-qing, relawan Tzu Chi.

“Setiap kali, kami mengajak dua keluarga atau sekitar 5 hingga 6 orang relawan baru dan yang lainnya adalah relawan lama. Mereka bertanggung jawab untuk membuat roti lapis di kantor kita, memanaskan roti, dan mengemasnya. Kami bukan hanya mengantarkan minuman dan makanan hangat, tetapi juga membagikan ajaran Master. Jadi, setelah pembagian bantuan, kami juga berinteraksi dengan mereka. Mereka menerima ajaran Master dengan gembira. Banyak juga yang meneteskan air mata karena terharu,” lanjut Peng Lang-qing.

“Warga tunawisma ini bernama Mike. Dia merogoh semua kantongnya, lalu menemukan satu sen dan memasukkannya ke dalam celengan bambu kita. Dia berkata, 'Terima kasih, Tzu Chi.' Di sana, pada momen itu, saya sungguh merasakan kekuatan ajaran Master,” pungkas Peng Lang-qing.

“Murid-murid Jing Si Kanada berikrar di hadapan Master dengan hati tertulus. Kami akan bersatu hati, harmonis, saling mengasihi, dan bergotong royong untuk menyucikan hati manusia dan menggalang Bodhisatwa. Dalam rangka ulang tahun Tzu Chi yang ke-60, kami akan makin bekerja keras.”


Enam puluh tahun dalam kehidupan manusia tidaklah mudah. Yang lebih mengagumkan ialah semua orang dapat menghimpun kekuatan bersama. Kalian memiliki karier kalian dan saya memiliki misi saya. Kalian memiliki keluarga masing-masing, tetapi juga memiliki misi yang sama dengan saya. Jadi, kita adalah satu keluarga. Semangat misi kita ialah "demi ajaran Buddha, demi semua makhluk".

Lihatlah, dengan cinta kasih agung, kalian mengelola perkebunan bersama di sana. Perkebunan itu sangat istimewa dan sangat berjodoh dengan Tzu Chi. Saya sangat bersyukur kepada Relawan Shao yang telah bertahun-tahun menapaki Jalan Tzu Chi. Kini, di perkebunan itu, ada tumbuhan, juga ada hewan liar. Orang-orang juga bisa pergi ke sana untuk berinteraksi dengan keluarga lain.

Kita memanfaatkan lahan yang luas itu untuk menyatukan hati orang-orang dan berinteraksi. Ini juga mendatangkan daya hidup yang penuh keharmonisan. Dalam interaksi antarmanusia, kita membentuk jalinan kasih sayang. Bodhisatwa juga disebut sebagai makhluk dengan cinta kasih berkesadaran.

Manusia memiliki cinta kasih, tetapi juga diliputi delusi sehingga mengira bahwa antara Anda, dia, dan saya tidak ada hubungan apa pun. Jika ada hasil yang baik, orang-orang merasa bahwa itu berkat diri mereka dan merupakan hasil dari kerja keras mereka. Karena itulah, orang-orang tidak bisa bersatu hati.

Di Tzu Chi, kita meneruskan jalinan jodoh. Kita semua memiliki tujuan yang sama, yaitu cinta kasih. Yang lebih istimewa dari cinta kasih ini ialah kalian semua memiliki guru yang sama. Apa pun yang saya katakan, kalian selalu menjalankan. Jika semua orang mematuhi ajaran saya, saat melakukan segala sesuatu, kalian tidak akan bertikai, melainkan bersatu hati.

Satu atau dua hari dalam seminggu, kalian merilekskan diri dengan pergi ke perkebunan itu untuk melihat pepohonan, mencabut rumput, memetik buah, dan lain-lain. Saya merasa bahwa inilah kebahagiaan di perkebunan.


Perkebunan Cinta Kasih ini memiliki banyak fungsi. Ia juga bisa dijadikan ladang pelatihan untuk menggalang Bodhisatwa. Pendidikan lingkungan sangatlah penting. Sesungguhnya, sejak belasan tahun lalu, Kakak Miao berharap kami semua dapat mendengar ceramah Master setiap hari. Bahkan, relawan yang baru pertama kali datang juga akan mendengar bersama sebelum makan. Keharuman Dharma harus diakumulasi sedikit demi sedikit,” kata Miao Wan-hui, Ketua Tzu Chi Kanada.

“Setelah memiliki perkebunan ini, kami juga menyumbangkan hasil panen kepada organisasi yang membutuhkan. Tujuan kami ialah menggalang Bodhisatwa, mengurangi emisi karbon, menyatukan warga komunitas, dan mengembangkan Perkebunan Cinta Kasih menjadi teladan untuk pendidikan lingkungan di Kanada,” pungkas Miao Wan-hui.

“Master, kami akan mengelolanya menjadi ladang pelatihan di luar ruangan, sebuah tempat untuk menyucikan hati manusia dan menggalang Bodhisatwa. Kami pasti akan selalu mengingatnya. Kami juga tengah berusaha untuk mewujudkannya. Terima kasih, Master.”

Dalam hidup ini, orang yang sibuk sangat bersusah payah dan tidak memiliki banyak waktu luang. Namun, orang yang senggang mungkin juga tidak bahagia. Jadi, apakah hal yang paling membahagiakan dalam hidup ini? Menjalankan Tzu Chi. Ini bukan demi diri sendiri, melainkan demi dunia. Kita membawa manfaat bagi dunia. Ini adalah tindakan yang dipuji oleh semua orang.

Menciptakan berkah bagi masyarakat berarti kita menapaki jalan yang baik. Menciptakan berkah bagi masyarakat adalah perbuatan yang bermakna. Yang terpenting, kita memiliki partner Bodhisatwa. Semua teman baik kita adalah Bodhisatwa. Buddha datang ke dunia dengan satu tujuan utama, yaitu mengajarkan praktik Bodhisatwa. Beliau mengajarkan jalan menuju pencerahan dan membimbing semua makhluk mempraktikkannya dengan menapaki Jalan Bodhisatwa. Yang belajar akan tersadarkan.


Kini, kita tengah belajar. Kita harus belajar untuk menjadi Bodhisatwa agar dapat belajar dari segala sesuatu di dunia ini tanpa dirintangi oleh batin kita. Kita bisa menganggap semua orang sebagai orang yang meneladan Buddha. Karena itu, kita harus bersyukur dan menghormati mereka. Saat semua orang bisa bersyukur satu sama lain, masyarakat akan harmonis dan dunia akan damai. Inilah yang disebut tanah suci di dunia.

Jika ingin menciptakan tanah suci di dunia, kita harus terlebih dahulu menyucikan hati manusia. Jika hati Anda tersucikan, hati saya juga tersucikan, saat kita berhimpun bersama, hati kita akan jernih dan murni. Ini disebut menyucikan hati manusia dan dunia. Dengan demikian, di tempat tinggal kita, semua orang akan menciptakan berkah. Jadi, jalan yang kita praktikkan sekarang sudah benar. Namun, kita harus mengakui bahwa kehidupan tidaklah kekal. Kita harus menyadari ketidakkekalan hidup, baru bisa tekun dan bersemangat melatih diri.

Saya berharap kita dapat membangun tekad dan ikrar untuk bergabung dengan keluarga besar Tzu Chi dari kehidupan ke kehidupan dan meneruskannya dari generasi ke generasi. Demikianlah kita menciptakan tanah suci untuk masa mendatang. Menciptakan tanah suci untuk masa mendatang membutuhkan upaya Anda, saya, dan dia.

Hendaklah kalian membina rasa syukur. Jika setiap orang memiliki rasa syukur, dunia ini pasti akan dipenuhi berkah. Jika kita menciptakan berkah bagi masyarakat, mereka akan bersyukur kepada kita dan turut menciptakan berkah bagi kita. Kita menciptakan berkah bagi mereka dan mereka menciptakan berkah bagi kita. Semua orang bersama-sama menciptakan berkah. Saya yakin bahwa kita pasti bisa mewujudkannya.

Menginspirasi insan mulia untuk bersumbangsih dengan sukacita
Menyucikan hati manusia dan menggarap ladang berkah
Bersyukur, menghormati, dan giat mempraktikkan kebenaran
Mewujudkan keharmonisan masyarakat dan memperoleh kesadaran dari belajar

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 08 April 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 10 April 2026
Mendedikasikan jiwa, waktu, tenaga, dan kebijaksanaan semuanya disebut berdana.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -