Ceramah Master Cheng Yen: Merawat dan Menghormati dengan Cinta Kasih Berkesadaran


“Hari ini, hadir 11 kepala departemen dan 3 staf dari ruang operasi. Secara keseluruhan, masa dedikasi mereka telah mencapai 230 tahun. Setiap orang sudah sangat senior. Pada tahun 2003, kita memulainya dari klinik. Saat itu, kita sangat bekerja keras untuk mendirikan Klinik Tzu Chi ini. Kini, kita telah memiliki rumah sakit selama tujuh tahun. Meski rumah sakit kita berada di pusat kota, kita tetap sangat bekerja keras untuk memberikan pelayanan di komunitas,” kata Chen Jun-bo, Staf kantor kepala RS.

“Tahun lalu, dalam ritual namaskara 59 tahun Tzu Chi, Master mengulas tentang ‘Filosofi Mata Air’. Dikatakan bahwa dalam pelayanan medis, kemampuan tenaga medis bagaikan air sumur. Jika air sumur ini tidak diambil, ia tidak akan bergerak. Namun, jika kita terus menimbanya untuk membawa manfaat bagi dunia, air ini akan terus memancar,” kata Jian Rui-teng, Kepala RS Tzu Chi Douliu.

“Beberapa tahun ini, saya sering membahas tentang lima hati dalam pelayanan medis, yakni hati Buddha, keyakinan, kesatuan, rasa sukacita, dan rasa syukur. Apakah tujuannya? Untuk melindungi kehidupan dengan rasa syukur, rasa hormat, dan cinta kasih. Kami juga sangat bersyukur kepada para relawan Tzu Chi. Bersama para relawan Tzu Chi, kami keluar dari rumah sakit dan terjun ke komunitas. Setiap tahun, kami tekun dan bersemangat untuk mempraktikkan kebajikan di komunitas,” ungkap Jian Rui-teng.

Saya sungguh sangat bersyukur kalian bersedia meluangkan waktu yang berharga dan secara khusus kembali ke sini. Terima kasih. Meski RS Tzu Chi Douliu tidak terlalu besar, tetapi penduduk Douliu sangat padat.

“Selama tujuh tahun ini, RS Tzu Chi Douliu terus melakukan perbaikan, perubahan, dan pengembangan. Kami ingin berkembang menjadi rumah sakit ortopedi karena saya sendiri adalah spesialis ortopedi. Jadi, arah tujuan kami adalah berkembang menjadi rumah sakit ortopedi,” lanjut Jian Rui-teng.

Jian Rui-teng melanjutkan “Kedua, saya terus menekankan bahwa kami bukan sekadar rumah sakit perujuk yang merujuk pasien ke RS Tzu Chi Dalin. Kami ingin menjadi garda depan RS Tzu Chi Dalin. Apa yang dimaksud dengan garda depan? Kami harus memiliki perlengkapan medis dan pelayanan medis yang sangat berkualitas. IGD RS Tzu Chi Dalin sering kali penuh sesak. Kami dapat meringankan beban mereka. Ruang rawat inap di sana sering penuh sehingga pasien harus menunggu sangat lama. Jika pasien bisa langsung ditangani di Douliu, beban RS Tzu Chi Dalin akan jauh berkurang.”

“Ketiga, selain memberikan pelayanan bagi warga Yunlin, kami juga harus menjaga para saudara se-Dharma Tzu Chi, baik yang dekat maupun yang jauh. Jadi, kami harus memberikan pelayanan yang mencapai standar tertentu agar orang-orang bersedia untuk dating,” pungkas Jian Rui-teng.


Para perawat dan dokter di badan misi kesehatan kita adalah keluarga kita. Kita memiliki kesatuan hati, tekad, dan ikrar serta tidak mengejar keuntungan. Tekad bersama kita adalah melindungi kehidupan dan kesehatan dengan cinta kasih. Meski bukan tenaga medis, saya juga membangkitkan tekad dan berharap badan misi kesehatan kita dapat mengembangkan potensinya untuk melindungi kehidupan dan kesehatan dengan cinta kasih.

Zaman sekarang, cinta kasih antarmanusia makin pudar. Berkat ajaran Buddha, barulah ada Tzu Chi. Berkat Tzu Chi, barulah ada badan misi kesehatan. Jadi, setiap orang hendaknya memiliki kesatuan hati, tekad, dan ikrar dengan saya, yakni berjuang demi ajaran Buddha dan semua makhluk. Selain itu, kita hendaknya mengembangkan nilai kehidupan kita dan membangkitkan hati Buddha.

Hati kita setara dengan hati Buddha. Buddha berkata bahwa hati, Buddha, dan semua makhluk pada hakikatnya tiada perbedaan. Buddha memandang semua orang dengan penuh rasa hormat. Bukan hanya Buddha yang bisa mencapai pencerahan. Beliau berkata bahwa setiap orang memiliki hakikat kebuddhaan. Di dalam hati setiap orang terdapat cinta kasih berkesadaran. Buddha datang ke dunia untuk membimbing semua makhluk.

Contohnya, dalam bidang medis, saat ada istilah-istilah medis yang tidak dipahami oleh pasien, kalian harus mencari cara agar pasien dapat mengerti dan tahu apa penyebab penyakit mereka. Setelah memeriksa kondisi pasien, kalian juga meresepkan obat untuk mereka, memberi tahu mereka apa yang harus diperhatikan dalam keseharian, mendekatkan diri dengan mereka, menghibur mereka, dan mengajari mereka cara menjaga diri sendiri. Demikianlah kita mendekatkan diri dengan pasien serta menghibur dan mengasihi mereka.


Pasien membutuhkan penghiburan dari dokter. Dokter juga harus menginspirasi pasien untuk mengubah kebiasaan hidup yang dapat merusak kesehatan diri sendiri. Agar pasien mengubah kebiasaan hidup yang dapat merusak kesehatan mereka, kita juga harus menggunakan kebijaksanaan, bukan sekadar keahlian. Keahlian kita harus diiringi dengan kebijaksanaan. Untuk itu, kita harus terlebih dahulu memahami isi hati pasien dan mengasihi mereka. Dengan begitu, barulah pasien akan mendengarkan kalian. Inilah jalinan kasih sayang antara dokter dan pasien.

Kalian harus membina jalinan kasih sayang dengan pasien. Ini juga disebut mengasihi pasien. Dengan begitu, pasien akan menuruti saran dokter. Dengan bertemu dokter, pasien sudah merasa lebih baik meski belum minum obat. Kondisi pasien akan menjadi lebih baik dan tenang. Jadi, selain memiliki keahlian medis sesuai bidang masing-masing, dokter juga harus memahami mentalitas pasien, tahu bagaimana berinteraksi dengan mereka, serta bisa menghibur mereka. Dengan demikian, baru bertemu dokter saja, pasien akan merasa lebih baik.

Semua dokter sama-sama mengobati penyakit. Yang berbeda hanyalah jalinan kasih sayang antara dokter dan pasien. Karena itulah, saya sering berkata bahwa untuk membimbing orang dengan ajaran Buddha, juga butuh jalinan jodoh. Contohnya saya, untuk memberikan ceramah, saya juga harus menjalin jodoh baik dengan orang-orang. "Master berkata bahwa saya harus memperbaiki kehidupan, temperamen, dan sikap saya terhadap orang-orang." Orang yang berjodoh dengan saya akan bersedia menerima ajaran saya.


Dokter memberikan pengobatan sesuai penyakit, sedangkan saya memberikan Dharma sesuai jalinan jodoh semua makhluk. Jadi, kita sama-sama adalah dokter yang mengobati semua makhluk. Buddha datang ke dunia dan menjadi Tabib Agung bagi semua makhluk. Saat melihat kalian, saya selalu memanggil kalian "Tabib Agung". Kalian benar-benar mengasihi dan melindungi semua makhluk bagaikan Buddha. Saya sangat bersyukur kepada kalian.

Jarak antara Douliu dan Dalin tidaklah jauh. Jika perlu, kalian bisa bekerja sama dengan rumah sakit kita di Dalin. Kita semua merupakan satu kesatuan. Kita sama-sama berjuang demi pasien, dunia ini, dan semua makhluk. Jadi, pertama-tama, saya ingin bersyukur kepada kalian.

Kedua, saya ingin mengingatkan kalian untuk mewakili saya menjaga para insan Tzu Chi dan para pasien. Saya mendirikan rumah sakit bukan hanya demi insan Tzu Chi, melainkan demi semua orang yang menderita. Penderitaan terbesar di dunia adalah penyakit. Demi melenyapkan penderitaan semua makhluk, saya mendirikan rumah sakit. Jika kalian menghormati dan mengasihi saya, wakililah saya untuk mengasihi para pasien. Inilah harapan terbesar saya.

Menyelamatkan kehidupan dengan kesatuan hati dan tekad
Mengembangkan potensi kebajikan untuk menjaga misi kesehatan
Menghibur dan membimbing semua makhluk dengan welas asih
Merawat dan menghormati pasien dengan cinta kasih berkesadaran

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 26 Oktober 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta
Ditayangkan Tanggal 28 Oktober 2026
Kehidupan masa lampau seseorang tidak perlu dipermasalahkan, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalankan kehidupannya saat ini.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -