Ceramah Master Cheng Yen: Mewariskan Berkah dan Kebijaksanaan yang Indah dari Generasi ke Generasi
“Kakak perempuan dan kakak laki-laki saya adalah anggota Tzu Ching. Mereka sudah sangat senior. Kakak perempuan saya adalah ketua UKM Tzu Ching di Universitas Tunghai. Kakak laki-laki saya adalah anggota Tzu Ching di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Chung Shan,” kata Lai Yan-ru, relawan Tzu Chi.
“Suatu tahun, setelah mengikuti kamp di Hualien, kakak laki-laki saya pulang dan berkata kepada ibu saya, ‘Ibu, saat berada di Griya Jing Si, ada seorang anggota Tzu Ching menceritakan kepada Master bahwa orang tuanya menganggap dia terlalu banyak waktu luang sehingga sering kembali ke Hualien menjadi relawan. Saat itu, Master hanya mengangguk dan berkata, 'Kalau begitu, ketika pulang, berlututlah dan berterima kasih kepada orang tuamu karena merekalah yang membuatmu tidak kekurangan sehingga bisa datang ke Hualien untuk menanam berkah'" lanjut Lai Yan-ru.
Lai Yan-ru melanjutkan “Setelah mendengar kisah itu, ibu saya sangat terkesan. Beliau berkata, ‘Master di Hualien ini benar-benar berbeda. Beliau bukan hanya mengajarkan anak-anak untuk berbuat baik, tetapi juga menekankan pentingnya berbakti kepada orang tua.’ Saya sudah bercerita tentang kakak-kakak saya, tetapi belum tentang diri saya sendiri.”
“Hari ini, saya ingin menyampaikan kepada Master bahwa saya memiliki satu penyesalan yang sangat besar, yaitu saat masih kuliah, saya tidak memiliki jalinan jodoh untuk bergabung dengan Tzu Ching. Namun, saya ingin melaporkan kepada Master bahwa meskipun saya bukan alumni Tzu Ching, di sekitar saya ada begitu banyak anggota Tzu Ching yang luar biasa,” pungkas Lai Yan-ru.
Terima kasih. Saya merasa sangat bersukacita. Bodhisattva sekalian, kalian semua benar-benar adalah anak Tzu Chi. Selama puluhan tahun, kalian telah tumbuh menjadi Bodhisattva Tzu Chi. Kini, kalian bahkan mengajak anggota keluarga dan generasi berikutnya untuk kembali bersama-sama. Hal ini membuat saya merasa sangat bahagia.
Hendaknya kita menghargai kehidupan di masa sekarang. Saya merasa bahwa di zaman sekarang, orang yang memiliki kesempatan bergabung di Tzu Chi adalah orang yang sangat dipenuhi berkah. Terlebih lagi, jika seluruh anggota keluarganya adalah insan Tzu Chi, berkah dan kebijaksanaannya sungguh lengkap.

Saya merasa bahwa keluarga Tzu Chi adalah keluarga yang sangat harmonis dan indah. Saya berharap kalian semua dapat menjadi teladan bagi masyarakat. Saya berharap di setiap keluarga dan di tengah masyarakat ada insan Tzu Chi. Saya juga menaruh harapan besar terhadap Empat Misi Tzu Chi. Misi amal benar-benar sangat bermakna dan kini telah menjangkau seluruh dunia.
Kini, di berbagai tempat selalu ada insan Tzu Chi. Di mana pun ada penderitaan, insan Tzu Chi akan selalu hadir untuk membawa bantuan. Di mana pun ada bencana, insan Tzu Chi akan menggerakkan orang-orang untuk memberikan pertolongan. Jadi, saya berharap kalian yang sudah menjadi insan Tzu Chi dapat benar-benar menjadi teladan. Jangan hanya menjalankan Tzu Chi untuk diri sendiri, melainkan demi masyarakat dan dunia, bukan sekadar melakukan kebaikan untuk diri sendiri saja. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.)
Hendaknya kita memperluas cinta kasih. Waktu berjalan dengan sangat cepat. Enam puluh tahun perjalanan Tzu Chi telah berlalu. Usia saya pun telah mendekati 90 tahun. Jadi, saya berharap kalian semua benar-benar meneguhkan tekad untuk mewariskan Tzu Chi. Inilah cara menciptakan berkah bagi dunia.
Saya hanya membangun kerangkanya, tetapi isi dan pengembangannya bergantung pada kalian. Bahkan, agar Tzu Chi makin berkembang, dibutuhkan adanya kalian yang menjadi teladan. Saya sangat berharap kalian terus membangun Tzu Chi dengan cinta kasih. Jadi, kalian harus ingat untuk dekat satu sama lain.
Seperti hari ini, para alumni Tzu Ching kembali berkumpul. Di keluarga para alumni Tzu Ching pun kini telah tumbuh generasi Tzu Ching yang baru. Jadi, kepada anggota Tzu Ching yang ada di keluarga kalian, ceritakanlah pengalaman-pengalaman Tzu Ching yang pernah kalian jalani kepada mereka.

“Saat tahun pertama kuliah, saya langsung bergabung dengan Tzu Ching. Ketika mengikuti perjalanan mencari akar Tzu Chi di tahun kedua, saya mengajak teman saya untuk pergi ke Hualien bersama-sama,” kata Qiu Yi-jun, relawan Tzu Chi.
“Saat acara penutupan, kami berada di koridor tengah. Master bertanya, ‘Apakah ada yang ingin berbagi pengalaman?’ Teman saya langsung mengangkat tangan dan berkata, ‘Master, teman saya memiliki satu harapan, yaitu ingin menggenggam tangan Master.’ Saat itu, Master langsung menoleh dan berkata, ‘Baik, yang mana orangnya?’ Saya pun berdiri. Sejak saat itu, banyak orang berkata, ‘Anda adalah anggota Tzu Ching yang ingin menggenggam tangan Master. Betul tidak?’” lanjut Qiu Yi-jun.
“Setelah berkeluarga, seluruh anggota keluarga kami mulai mengikuti kegiatan Tzu Chi, dimulai dari kelas budi pekerti. Setelah dilantik, saya mendampingi anggota Tzu Ching dan Tzu Shao di komunitas. Selain membimbing putri saya sendiri, saya juga mendampingi anak-anak penerima beasiswa. Kami akan terus mewariskan semangat yang diberikan oleh Paman dan Bibi Tzu Chi,” pungkas Qiu Yi-jun.
“Saya lahir dan besar di keluarga Tzu Chi. Kakek, nenek, ayah, dan ibu saya adalah insan Tzu Chi. Jadi, sejak kecil, saya sudah menjadi relawan. Saya mengikuti kelas budi pekerti, Tzu Shao, hingga kini menjadi anggota Tzu Ching,” kata Lin Jin, anggota Tzu Ching.
“Berhubung saya belajar di bidang komunikasi, saat kegiatan pendataan donor sumsum tulang belakang, saya membantu wilayah Hsinchu menyunting video dan mengajak lebih banyak anak muda untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pendataan donor,” lanjut Lin Jin.
“Saya ingin melanjutkan tekad dan semangat generasi pertama dari kakek dan nenek saya serta meneruskan jiwa Tzu Ching yang diwariskan oleh ayah dan ibu saya, lalu mewujudkannya melalui tindakan nyata bersama adik laki-laki saya sebagai generasi ketiga. Kami hanya perlu mengikuti arah yang telah ditunjukkan oleh Master,” pungkas Lin Jin.
Kalian yang dahulu pernah menjadi anggota Tzu Ching juga telah memberikan pendidikan yang baik bagi anak-anak kalian sendiri. Kalian telah membimbing mereka untuk memikul bakul beras dunia, yaitu menebarkan cinta kasih agung. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.)

Beberapa tahun terakhir ini, saya selalu berpesan agar anggota Tzu Ching tidak melupakan tanggung jawab untuk memikul bakul beras dunia. Kini, giliran kalian yang harus menyampaikan pesan ini kepada anak-anak kalian. Kalian sendiri telah memikul bakul beras dunia. Berhubung kalian telah mengenakan seragam Tzu Cheng dan komite Tzu Chi, ketika ada kegiatan, kalian harus selalu siap untuk melayani masyarakat. Semua pengalaman yang kalian miliki harus diwariskan kepada anak-anak. Inilah yang disebut pewarisan antargenerasi.
Ketika saya pergi nanti, saya sudah berikrar untuk datang kembali. Di keluarga mendatang, saya akan menggandeng tangan mereka untuk bergabung dengan Tzu Chi. Hari ini, sudah ada 2 hingga 3 anak kecil di hadapan saya. Ketika mengangkat kepala, mereka sungguh menggemaskan. Mereka selalu tahu bahwa celengan bambu itu digunakan untuk menolong orang lain.
Biarlah sejak kecil, benih-benih kebajikan sudah ditanam di dalam kesadaran kedelapan mereka. Benih kebajikan itu akan tumbuh sehingga setiap niat dan pikiran mereka akan terarah pada keinginan untuk menolong sesama. Itulah cara membangun ladang berkah di dalam hati anak-anak. Jadi, hendaknya kita terus membimbing mereka.
Anggota Tzu Ching masa kini sudah bergabung sejak usia yang sangat muda. Dahulu, kalian juga pernah menjadi Tzu Ching. Jadi, sering-seringlah berbagi tentang kasih sayang Tzu Chi kepada mereka. Dengan begitu, karakter mereka akan tumbuh dengan bersih dan murni. Terlebih lagi, orang lain akan merasa nyaman berada di dekat mereka. Hendaknya kalian menjaga keluarga dengan baik dan membesarkan anak-anak dengan sungguh-sungguh. Tentu saja, yang paling penting ialah kalian harus menjadi teladan.
“Para alumni Tzu Ching bertekad dan berikrar untuk mengajak kembali para alumni untuk menyalakan semangat Tzu Ching dan mewariskan jiwa Tzu Chi dari generasi ke generasi. Kami bersedia.”
Memiliki kesatuan hati dan tekad untuk memperluas cinta kasih agung
Mewariskan semangat keluarga Tzu Chi dari generasi ke generasi
Menjadi teladan dalam mewariskan berkah dan kebijaksanaan yang indah
Memupuk akar kebajikan di dalam kesadaran kedelapan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 14 Juni 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 16 Juni 2026







Sitemap