Ceramah Master Cheng Yen: Mewariskan Cinta Kasih dan Kebajikan serta Membawa Manfaat bagi Masyarakat
“Setiap menjelang Tahun Baru Imlek, Bibi Yan dan Divisi Kerohanian Tzu Chi akan mengumpulkan kepala rumah sakit, wakil kepala rumah sakit, kepala departemen, dokter, dan perawat untuk mengunjungi rumah-rumah saudara se-Dharma dan menanyakan bantuan apa yang bisa kami berikan. Tentu saja, para relawan Tzu Chi juga ikut mencurahkan perhatian. Inilah yang kami lakukan setiap tahunnya,” kata Lin Xin-rong, Kepala RS Tzu Chi Hualien.
“Menurut saya, mencurahkan perhatian kepada saudara se-Dharma adalah kesempatan untuk membawa keterampilan merawat dan mendampingi yang saya pelajari di rumah sakit ke dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini memberi saya kesempatan untuk benar-benar terjun ke tengah masyarakat, belajar bagaimana mendampingi lebih banyak orang, dan memahami makna kepedulian yang sesungguhnya,” kata Luo Yin-zhu, Wakil kepala perawat bangsal pengobatan tradisional Tiongkok.
“Saya sangat berterima kasih kepada Master yang mendirikan rumah sakit yang telah merawat saya dan suami saya. Kami dirawat dengan pengobatan tradisional Tiongkok dan pengobatan Barat. Para perawat juga sangat perhatian,” kata Lin Qiong-yun, relawan Tzu Chi.
“Hari ini yang hadir ialah putri ketiga beserta menantu, putri keempat, dan putri kesepuluh. Ketiga putri ini telah dilantik sebagai generasi kedua Tzu Chi,” kata Chen Li-fen, relawan Tzu Chi.
“Semuanya sangat luar biasa. Ketika mereka datang, saya merasa sangat tersentuh dan seperti kembali menjadi anak kecil. Saya terus menceritakan kisah masa kecil saya hingga lupa waktu. Terima kasih, Master,” kata Cai Xiu-mei, relawan Tzu Chi.
Saat itu, Guru De Wei ingin memberinya sebuah angpau, tetapi beliau berkata bahwa dirinya akan datang ke acara Pemberkahan Akhir Tahun di komunitas. Huang Guang-li, relawan Tzu Chi.
“Saya teringat bahwa Tzu Chi sudah memasuki usia ke-60 tahun dan itu tidaklah mudah. Saat itu, sebenarnya saya sangat lancang karena menolak angpau yang hendak diberikan oleh bhiksuni Griya Jing Si. Ketika di Aula Jing Si, saya ingin menerimanya langsung dari Master sebagai kenangan yang indah. Ada juga Bodhisatwa cilik berusia 8 tahun, Cheng-zhi, yang menggandeng saya yang sudah berusia 96 tahun ini untuk menerima angpau dari Master,” kata Cai Xiu-mei, relawan Tzu Chi.

Saya sangat bersukacita. Tahun Baru Masehi telah berlalu dan Tahun Baru Imlek pun akan segera tiba. Kita selalu menjaga tradisi untuk saling bertemu sebelum tahun baru dan saling mendoakan. Saya pun mendoakan kalian semua dengan tulus dan ingin menyampaikan dengan penuh kejujuran bahwa Tzu Chi membutuhkan kalian.
Tzu Chi bisa berjalan sejauh ini berkat cinta kasih kalian yang mendukung saya selangkah demi selangkah. Dahulu, ketika saya ingin membangun rumah sakit, kalian dengan sungguh-sungguh menggalang dana. Saat ingin membangun sekolah, kalian juga kembali berjuang untuk penggalangan dana. Ketika ingin mengembangkan pelayanan medis, kalian mendedikasikan diri menjadi relawan rumah sakit.
Sejak awal, Tzu Chi tumbuh karena adanya para Bodhisatwa senior yang menemani saya berjalan bersama. Saat ini, usia semuanya telah bertambah. Ada yang berusia 80, 90, bahkan 100 tahun lebih. Setiap kali pergi ke Changhua, saya selalu melihat Cai Kuan. Ketika pintu mobil dibuka, orang pertama yang saya lihat ialah beliau. Beliau selalu berada di samping mobil untuk menyambut saya.
Tahun ini, Cai Kuan telah berusia 107 tahun. Tubuhnya masih sangat tegap dan tidak bungkuk sama sekali, sama seperti anak muda. Saya sangat mengagumi beliau. Setiap kali melihatnya, saya merasa bahwa beliau pasti telah melakukan banyak hal baik dan mengerahkan banyak kekuatan cinta kasih di kehidupan lampau sehingga di kehidupan sekarang tidak ada yang kurang baginya.
Berkah terbesar dalam hidup ialah kesehatan. Uang dan harta sebanyak apa pun, jika tubuh tidak sehat, semuanya tidaklah sempurna. Memiliki kesehatan yang baik sepanjang hidup adalah kehidupan yang paling sempurna.
“Saya adalah anggota Tzu Cheng angkatan pertama. Kala itu, Master memberikan pita bertuliskan empat huruf, ‘Hati Buddha, Tekad Guru’. Agar tidak melupakannya, saya menggantung pita itu di kaca depan mobil saya hingga saat ini,” kata Huang Guang-li, relawan Tzu Chi
“Setiap hari, beliau senang menulis kaligrafi. Di rumah, beliau sering menyalin Kata Renungan Jing Si dari Master. Beliau juga memperhatikan saudara se-Dharma,” kata Chen Li-fen, relawan Tzu Chi.

Hendaknya kita semua saling mendoakan. Seiring berjalannya waktu, hendaknya kita mengucap syukur karena bisa menjalani tahun demi tahun dengan damai dan sehat. Jika setiap tahun kita menjalankan misi Tzu Chi dan terus berjalan di Jalan Tzu Chi, bayangkanlah, dengan bertambahnya satu tahun, berapa banyak kebajikan yang telah kita lakukan? Berapa banyak jalinan jodoh yang telah terbentuk? Jadi, hendaknya kita bersyukur.
Saya ingin memberi tahu semuanya bahwa jangan pernah berhenti berbuat baik. Tidak peduli berapa pun usia Anda, selalu ada cara untuk berbuat baik. Selama kita mampu, kita harus keluar dan melayani sesama. Yang paling penting ialah cinta kasih itu harus diwariskan sehingga anak cucu kalian bisa ikut berbuat baik dan meneruskan misi Tzu Chi.
Ajaklah mereka untuk ikut bersama kalian mengunjungi orang-orang yang hidup dalam kesulitan. Dengan begitu, mereka akan mengetahui apa yang orang tua mereka lakukan selama ini dan menyadari bahwa di dunia ini, ada banyak orang yang hidup dalam kesulitan. Di waktu yang bersamaan, kita bisa mendidik anak-anak untuk tahu berpuas diri dan membangkitkan cinta kasih untuk melindungi sesama. Begitulah cara mewariskan cinta kasih di dalam keluarga. Mewariskan cinta kasih dan kebajikan di dalam keluarga adalah hal yang sangat penting.
Melihat semuanya dalam kondisi yang begitu sehat, saya merasa sangat bersyukur. Terima kasih karena kalian telah menjaga kesehatan dengan baik, terus melangkah maju di Jalan Tzu Chi, dan membentangkan jalan bagi semua orang. Hendaknya kita terus berusaha. Kita harus berjanji untuk bertemu kembali di kehidupan mendatang. Jika saya pergi terlebih dahulu, saya juga akan kembali lebih dahulu. Usia kehidupan tidak ada yang tahu.

Ketika kalian pergi, ingatlah bahwa kalian harus kembali untuk menapaki Jalan Tzu Chi. Jika saya pergi terlebih dahulu, saya akan kembali untuk menuntun kalian. Jika kalian pergi terlebih dahulu, jangan lupa untuk kembali menuntun saya. Itulah kekuatan cinta kasih. Kita harus terus mewariskan kebajikan. Saya sangat senang melihat semuanya sehat.
Mewariskan Tzu Chi ke generasi berikutnya adalah hal yang sangat penting. Saya sering berkata kepada para bhiksuni Griya Jing Si, "Ingatlah bahwa saya berharap kalian terus mewariskan semangat Tzu Chi. Kalian harus terjun ke tengah masyarakat untuk berbuat bajik." Perbuatan baik tidak hanya harus dilakukan oleh kaum perumah tangga, tetapi juga kaum monastik. Apa yang dimaksud dengan melatih diri? Melatih diri berarti membawa manfaat bagi masyarakat.
Berhubung para monastik tidak terbebani keluarga kecil, dalam keluarga besar umat manusia, mereka harus lebih berfokus untuk terjun ke tengah masyarakat guna mewariskan ajaran bajik. Hendaknya setiap orang mewariskan kebajikan kepada anak cucu mereka. Jika kita bisa berbuat demikian, ajaran Buddha akan selamanya ada di dunia.
Hendaknya semua orang bersungguh hati. Kita harus tahu bagaimana mewariskan kebajikan kepada anak cucu dan bagaimana mempraktikkan kebajikan lewat tindakan nyata. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai. Mewariskan kebajikan kepada anak cucu adalah tanggung jawab kita. Yang kita harapkan ialah anak cucu kita dapat berjalan menuju kebajikan dan menciptakan berkah bagi dunia. Itulah yang harus kita wariskan kepada mereka.
Mewariskan cinta kasih dan kebajikan serta membawa manfaat bagi masyarakat luas
Berkah paling berharga ialah memiliki tubuh yang sehat dan hati yang tulus
Guru dan murid berjanji untuk bertemu kembali di Jalan Bodhisatwa
Melatih diri dengan membawa manfaat bagi masyarakat
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 08 Februari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 10 Februari 2026







Sitemap