Ceramah Master Cheng Yen: Mewariskan Cinta Kasih dan Welas Asih untuk Menolong dan Membimbing Sesama
“Saya sangat berterima kasih kepada Patrick dan Alice yang sangat bersungguh hati di Australia. Mereka benar-benar meneladan kehangatan dan semangat saat dahulu kami mendampingi mereka. Sungguh, mereka juga telah berusaha dengan baik. Ketika ada anggota Tzu Ching yang baru bergabung dan sedang menghadapi ujian, mereka akan mengantarkan nasi kotak ke rumah-rumah. Begitulah cara mereka mencurahkan perhatian dan menjalankan misi Tzu Chi. Hal ini membuat orang-orang dapat merasakan kehangatan,” kata Su Qi-Ming, relawan Tzu Chi.
“Saya sangat berterima kasih kepada Master. Sejak awal kami mulai menjalankan baksos kesehatan, Master berkata, ‘Anak-anak Tzu Ching telah tumbuh dewasa dan bisa membantu memikul tanggung jawab.’ Pada tahun 2017, ketika mendirikan Klinik Kesehatan Inklusif, kami merasa sangat takut dan tidak yakin apakah cara yang kami tempuh itu benar. Namun, Master berkata dengan lembut, ‘Dengan ruang sekecil itu pun, Anda perlu kembali bertanya kepada saya? Jika hal itu benar, lakukan saja.’ Hingga sekarang, justru karena hal ini sulit, kitalah yang harus mengerjakannya,” kata Alice Lu, relawan Tzu Chi.
“Master selalu membimbing kami dan memberi tahu bahwa jalan itu adalah jalan yang benar. Master berkata, ‘Pelayanan medis bagaikan kota jelmaan. Kita harus terus melangkah maju tanpa henti.’ Jadi, kami terus berusaha keras karena kami tahu bahwa masih banyak orang yang membutuhkan cinta kasih. Kami akan terus berupaya untuk menebarkan cinta kasih,” pungkas Alice Lu.
Saya sangat percaya kepada kalian semua. Kalian sungguh-sungguh penuh perhatian. Sekelompok Tzu Ching ini sudah mampu menggerakkan banyak orang. Jadi, saya tidak perlu merasa khawatir lagi. Sebagai guru pembimbing di Australia, kalian dapat membimbing banyak generasi muda. Jadi, para guru pembimbing juga harus memiliki keyakinan terhadap diri sendiri. Setiap orang dapat menjadi guru pembimbing yang besar.
“Dia berkata bahwa sepanjang hidupnya bekerja di bidang konstruksi, ia belum pernah menghadapi kesulitan sebesar ini. Pembangunan pusat pelayanan medis khusus yang kami dirikan harus menghadapi begitu banyak peraturan dan persyaratan bangunan. Semua itu merupakan tantangan besar yang harus ia atasi,” kata Zheng Shu-fen, relawan Tzu Chi.
“Untuk ruangan, tantangannya lebih bersifat teknis. Kami ingin setiap ruang bisa digunakan untuk pelayanan gigi dan lainnya. Oleh karena itu, tingkat kerumitannya menjadi cukup tinggi. Kami harus mencari cara satu per satu untuk mengintegrasikan berbagai kebutuhan teknis dari berbagai bidang ke dalam satu ruang yang sama. Selain itu, ada begitu banyak peraturan yang belum kami pahami sehingga harus mempelajarinya secara bertahap,” kata Patrick Lu, relawan Tzu Chi.


Betapa pun sulitnya perjalanan yang telah kalian lalui, semua itu justru menjadi nilai kehidupan kalian. Hendaknya kalian menginventarisasi nilai kehidupan. Ini bukan untuk membanggakan diri, melainkan karena kita telah melangkah di jalan yang nyata sehingga semua itu harus dicatat dengan baik. Dengan begitu, kita telah membentangkan jalan untuk kelak dilalui oleh orang lain. Begitulah cara kita mewariskan hal bajik.
Mewariskan bukan berarti melepaskan begitu saja, melainkan memberi tahu orang lain bagaimana cara kita melangkah. Begitulah cara kita membimbing dan mengingatkan mereka. Ini adalah masa yang sangat baik untuk melayani. Jalan ini baru saja mulai terbentang sehingga kalian harus terus membimbing orang lain. Saat membimbing orang lain, hendaknya kita berkata, "Beginilah cara saya melakukannya. Hendaknya kalian meneruskannya." Makin diteruskan dengan baik, jalan yang kita tempuh akan makin kokoh.
Ingatlah selalu akan silsilah Dharma Jing Si dan mazhab Tzu Chi. "Jing Si" berarti Samadhi, yaitu menenangkan pikiran dan merenung dengan hening hingga mencapai ketenangan batin. Silsilah Dharma Jing Si mengajarkan kepada kita untuk memiliki keteguhan tekad tanpa keraguan. Hati kita harus mantap dan berpegang pada sumbernya.
"Tzu" berarti cinta kasih agung tanpa syarat; "Chi" berarti welas asih agung yang merasa sepenanggungan. Ketika orang lain mengalami kesulitan, kita membantu mereka dengan sukarela dan penuh sukacita. Inilah yang disebut welas asih agung yang merasa sepenanggungan. Jadi, "Chi" memiliki makna welas asih dan sumbangsih. "Tzu" memiliki makna hidup bersama dengan semua makhluk dalam kebahagiaan.


Ketika orang lain mengalami kesulitan, kita membantu meringankan penderitaan mereka. Penderitaan itu bukan hanya kemiskinan materi, melainkan juga kesulitan batin dan kekosongan spiritual. Ada orang yang secara materi berkecukupan, tetapi pikirannya tidak terbuka. Pikiran yang tidak terbuka memiliki banyak alasan. Ini disebut dengan pikiran yang tidak memiliki Dharma. Oleh karena kita memiliki Dharma, kita harus mengisi kekosongan batin mereka.
Ketika mereka kekurangan dalam pemahaman, kita dapat membantu dengan menyampaikan Dharma. Ketika ada orang yang kekurangan Dharma, bukan kekurangan uang, kita dapat membantu mereka. Inilah yang disebut dengan cinta kasih agung. "Chi" dari kata "Tzu Chi" berarti welas asih agung, yaitu bersumbangsih tanpa pamrih. Jadi, di Tzu Chi, ketika kita memiliki kemampuan, kita hendaknya terus bersumbangsih. Apa pun bentuknya, itu semua disebut dengan menciptakan berkah.
Selama orang lain membutuhkan dan kita mampu melakukannya, kita akan terus membantu sampai suatu saat mereka berkata, "Saya bisa melayani bersama-sama dengan kalian. Saya tidak perlu bantuan lagi. Saya yang akan membantu kalian dengan tenaga yang ada." Inilah yang disebut membantu dengan materi. Itulah cara menolong orang lain dengan materi. "Chi" berarti membantu orang lain. Hendaknya kita membangkitkan cinta kasih untuk membantu dan membimbing orang lain.
Kita telah membantu banyak orang dengan cinta kasih yang tulus. Suatu hari nanti, mereka mungkin akan berkata, "Saya sudah tidak memerlukan bantuan materi. Saya bisa menyumbangkan tenaga saya." Itu adalah hasil yang sangat besar. Ketika bisa bersumbangsih tanpa pamrih, hendaknya kita bersyukur. Dengan begitu, kita akan sering merasakan kebahagiaan. Orang yang membantu sesama adalah orang yang paling dipenuhi berkah.


Bersumbangsih tidak selalu berarti meminta seseorang untuk mengeluarkan uang. Jika tiba-tiba kita meminta mereka untuk menyumbangkan uang, mereka mungkin akan merasa berat. Jadi, kita bisa mengajak mereka untuk melayani. Makin mereka melihat dan melakukannya, mereka akan makin merasa sukacita. Hingga akhirnya selain memberi tenaga secara langsung, mereka juga akan bersedia menyumbangkan kelebihan materi yang mereka miliki.
Jadi, kita tidak perlu memaksa mereka untuk berdonasi. Namun, jika mereka sendiri tergerak, itu sangat baik selama itu demi semua makhluk di dunia. Ketika mereka telah terinspirasi bergabung di Tzu Chi, mereka dapat menciptakan berkah bagi diri sendiri dan memahami pentingnya menciptakan berkah. Jika bisa demikian, itu sangat baik. Beginilah cara kita menginspirasi orang lain. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.)
Hendaknya kita melakukan hal yang benar. Ketika melakukan hal yang benar, kita akan merasa sukacita. Inilah yang disebut dengan dipenuhi sukacita Dharma. Terkadang, kita berkata kepada orang lain, "Saya mendoakan Anda. Semoga Anda dipenuhi sukacita Dharma." Apa yang dimaksud dengan sukacita Dharma? Sukacita Dharma berarti bersumbangsih tanpa pamrih. Kita akan merasa sukacita ketika bisa melakukannya. Inilah sukacita Dharma. Jadi, lakukan saja. Seperti yang kalian lakukan sekarang, pertahankanlah.
Sejak dahulu hingga hari ini, pertahankan sikap mental yang kalian miliki dan jangan pernah berubah. Jika berubah, akan timbul noda batin. Jadi, janganlah berubah. Terus lakukan seperti ini. Suatu hari nanti, akan ada banyak orang yang mengikuti teladan kalian. Saya pun menapaki jalan ini dengan cara yang sama.
Meneguhkan tekad dan menebarkan cinta kasih
Menginventarisasi diri dan melangkah dengan mantap
Berpegang teguh pada tekad dalam silsilah Dharma Jing Si
Terjun ke tengah masyarakat dengan cinta kasih dan welas asih
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 06 April 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 08 April 2026







Sitemap