Ceramah Master Cheng Yen: Mewariskan Dharma dan Cinta Kasih


Waktu berlalu dengan sangat cepat. Bagaimana kita mempertahankan semangat Tzu Chi di dunia? Untuk mempertahankan semangat Tzu Chi di dunia, kita harus mewariskannya. Dengan mewariskan dan menyebarkannya, barulah semangat dan filosofi Tzu Chi bisa bertahan hingga selamanya. Karena itu, saya berharap kita semua dapat menjalin jodoh baik dengan orang-orang.

Kita selalu menaati aturan dan bersungguh-sungguh melatih diri di ladang pelatihan kita. Ada banyak hal yang harus kita lakukan. Insan Tzu Chi dari seluruh dunia sering kembali sehingga ada banyak tugas yang harus kita kerjakan. Hendaklah kita menghargai informasi berharga yang dapat kita ketahui tanpa harus pergi ke luar negeri. Selain itu, juga ada sejarah yang dapat diverifikasi.

Para ahli yang terlibat dalam penelitian seperti ini juga kembali ke sini dan berbagi kisah dengan kita. Kita hendaknya menghargai kesempatan berharga ini dengan hati penuh rasa syukur. Saya sangat gembira mendengarnya karena saya tidak bisa pergi secara langsung untuk melihat dan mencari tahu sendiri. Karena itulah, saya selalu sangat menghargai momen orang-orang kembali dan berbagi kisah. Saya sangat bersyukur.

“Sejak tahun 2017, kami bekerja sama dengan para lurah di Kaohsiung untuk membentuk 17 titik pemerhati komunitas. Saat ini, di Fengshan saja terdapat 11 titik pemerhati,” kata Fang Xin-zhi, relawan Tzu Chi.

“Titik Pemerhati Guopi dibentuk pada tahun 2017 dan kini telah memasuki tahun ke-9. Di Kelurahan Guopi, sebagian besar penduduk adalah kaum lansia, areanya pun termasuk cukup luas. Kegiatan kami mencakup kerajinan tangan untuk mencegah demensia dan penurunan fungsi tubuh, olahraga untuk menjaga kesehatan tubuh, dan penerapan nilai-nilai budaya humanis Tzu Chi. Jadi, kegiatan kami sangat beragam,” kata Qiu Qin-zhen, relawan Tzu Chi.


Ingatan kita sangatlah berharga. Ingatan adalah bagian dari kesadaran kita. Ingatan ini tersimpan dalam kesadaran kedelapan kita. Ingatan-ingatan ini mungkin dapat memunculkan rahim Tathagata. Rahim Tathagata adalah kesadaran kesembilan yang murni tanpa noda. Setiap orang pada dasarnya memiliki rahim Tathagata. Kita harus menghargainya.

Kesadaran kedelapan kita bisa membawa tabiat dari kehidupan lampau kita. Baik pelatihan diri maupun tabiat buruk dari kehidupan lampau, semuanya bisa terbawa ke kehidupan sekarang. Kesadaran rahim Tathagata dari kehidupan lampau juga bisa terbawa ke kehidupan sekarang. Karena itu, hendaklah kita menjaga kesadaran rahim Tathagata kita dengan baik.

Di dalam otak kita, ada satu bagian yang berkaitan dengan altruisme. Setiap orang pada dasarnya memiliki hakikat kebuddhaan. Beberapa kesadaran pertama kita berkaitan dengan urusan duniawi, sedangkan beberapa kesadaran yang lebih tinggi berkaitan dengan hakikat sejati kita. Kita harus berlatih hingga setiap kesadaran kita menjadi kesadaran yang baik.


Dalam berinteraksi dengan orang lain, kita harus bisa membawa manfaat bagi orang lain, bukan hanya diri sendiri. Hendaklah kita berusaha untuk membawa manfaat bagi masyarakat dan semua makhluk serta menciptakan berkah bagi dunia. Untuk itu, kita harus senantiasa melatih diri. Dalam menghadapi berbagai rintangan, kita harus memiliki kesadaran yang baik. Renungkanlah hal ini baik-baik. Jangan hanya percaya bahwa kita memiliki hakikat kebuddhaan.

Setiap orang memang memiliki hakikat kebuddhaan, tetapi yang terpenting ialah menggenggam kehidupan kita sebagai manusia. Di dunia ini terdapat banyak makhluk hidup. Selain manusia, juga ada hewan, seperti sapi, kambing, anjing, dan ayam. Semuanya merupakan makhluk hidup. Makhluk hidup di dunia ini sangatlah banyak. Kita sangat beruntung bisa terlahir sebagai manusia.

Hendaklah kita berikrar untuk menumbuhkan jiwa kebijaksanaan di tengah orang banyak. Melatih diri dan menumbuhkan jiwa kebijaksanaan hanya bisa dilakukan di alam manusia. Karena itu, kita harus yakin terhadap ajaran Buddha dan menjalin jodoh baik dengan lebih banyak orang. Inilah yang saya doakan setiap hari. Saya berharap doa saya bisa terwujud.


Saya telah hidup cukup lama dan tidak peduli berapa banyak sisa waktu saya. Saya hanya berharap jiwa kebijaksanaan orang-orang dapat dipertahankan hingga selamanya. Di kehidupan lampau, saya pasti telah melatih diri untuk menumbuhkan jiwa kebijaksanaan orang-orang. Kini, saat menginventarisasi kehidupan sendiri, saya juga merasa bahwa saya telah bersungguh hati menumbuhkan dan mempertahankan jiwa kebijaksanaan orang-orang. Saya berharap di kehidupan mendatang, kita dapat terus bergandeng tangan.

Kita memiliki banyak Bodhisatwa lansia yang lebih tua daripada saya, tetapi tetap menyatakan berguru kepada saya. Dari kehidupan ke kehidupan, kita terus datang dan pergi untuk mengejar orang yang ada di depan kita. Hendaklah kita terus bergandeng tangan dari kehidupan ke kehidupan. Berapa pun usia kita, mari kita menyimpan jalinan jodoh Tzu Chi di dalam kesadaran kita. Kita harus menghargai jalinan jodoh ini.

Saya sangat bersyukur pada hari Senin setiap minggunya, saya bisa mendengar bagaimana setiap orang bersungguh hati bersumbangsih di tengah masyarakat. Jumlah insan Tzu Chi di setiap wilayah terus meningkat. Di setiap komunitas, para relawan bersungguh hati membagikan pengalaman. Setiap orang mengembangkan nilai kehidupan dengan bersumbangsih bagi masyarakat atas nama Tzu Chi. Semua itu merupakan jiwa kebijaksanaan Tzu Chi. Jadi, saya sangat bersyukur kepada semua orang yang telah mengembangkan nilai kehidupan. Saya sangat bersyukur.

Membangkitkan hakikat sejati untuk membawa manfaat dengan welas asih
Melatih diri dan menjalin jodoh baik di tengah masyarakat
Tekun dan bersemangat mewariskan Dharma dan menginventarisasi nilai kehidupan
Meneruskan jiwa kebijaksanaan dan cinta kasih

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 02 April 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 04 April 2026
Walau berada di pihak yang benar, hendaknya tetap bersikap ramah dan bisa memaafkan orang lain.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -