Ceramah Master Cheng Yen: Mewariskan Kebajikan dan Menjalin Jodoh Baik

Setahun sekali kita mengadakan acara Pemberkahan Akhir Tahun. Melihat para relawan dalam kondisi sehat, saya sangat gembira. Melihat para relawan daur ulang, saya sangat tersentuh.

“Sebelum melakukan daur ulang, saya sering sakit kepala, perut sering kembung, dan sering menderita flu. Saya sering berobat ke dokter, tetapi tak kunjung sembuh. Setelah melakukan daur ulang, saya tidak sadar kapan penyakit saya sembuh,” kata Huang Yu-yan relawan Tzu Chi.

“Karena faktor usia, kedua kaki saya harus dioperasi. Saya pun mencari orang untuk melanjutkan kegiatan daur ulang saya. Saat suami saya bersedia melanjutkannya, saya sangat gembira. Saya segera pergi menjalani operasi. Kaki kanan saya dioperasi terlebih dahulu. Setengah tahun kemudian, saya kembali menjalani operasi untuk kaki sebelah kiri. Tiga bulan pascaoperasi kaki kiri, saya keluar lagi untuk melakukan daur ulang,” lanjut Huang Yu-yan.

“Saya sangat senang melakukan daur ulang. Kegiatan daur ulang dapat melindungi Bumi dan generasi penerus kita. Selain itu, kita juga mendapatkan sukacita dan kesehatan. Terima kasih,” pungkasnya.

Saya selalu sangat memuji tangan yang melakukan daur ulang. Bagaimana saya memuji mereka? Tahukah kalian? (Sepasang tangan) Sepasang tangan yang paling indah dan berharga. Sepasang tangan yang serba bisa. Dimulai dari melakukan pekerjaan rumah tangga, merintis karier, bekerja, menjaga anak, menggendong anak, dan membesarkan anak, semuanya mengandalkan sepasang tangan ini. Meski sudah berusia lanjut, sepasang tangan mereka tetap tidak beristirahat.

Saat berada dekat dengan relawan daur ulang, saya akan menggandeng tangan mereka dan berkata, "Sepasang tanganmu ini sangat berharga."

Jari tangan mereka bahkan sudah berubah bentuk. Meski jari tangan sudah berubah bentuk, kini mereka masih tetap melakukan daur ulang. Karena itu, saya berkata bahwa mereka punya tangan yang serba bisa. Mereka memiliki tangan yang paling berguna, paling indah, dan paling berharga. Beginilah kehidupan.

 

Untuk memiliki kehidupan yang bernilai, kita harus melakukan kontribusi. Mereka mengurus keluarga dan mendidik anak sehingga anak mereka bisa berkontribusi bagi masyarakat. Inilah kehidupan yang bernilai.

Saya sering berkata bahwa saya tidak ada penyesalan dalam hidup ini. Saya sering berkata bahwa mungkin sejak dahulu, dari kehidupan ke kehidupan, saya menjalin banyak jodoh baik dengan orang lain. Ke mana pun saya pergi, relawan Tzu Chi selalu berkata, "Master, kami mengasihi Master." Saya selalu menjawab, "Jika begitu, maka kalian harus mengasihi semua orang yang saya kasihi." Saat mereka berkata, "Master, kami mengasihi Master," saya akan berbalik badan untuk menjawab, saya akan berbalik badan untuk menjawab, "Jika begitu, maka kalian harus mengasihi semua orang yang saya kasihi."

Sekarang saya tidak perlu menjawab lagi. Begitu saya berbalik badan, mereka akan melanjutkan, "Kami akan mengasihi semua orang yang Master kasihi."

Jika setiap orang saling mengasihi dan menjaga, maka masyarakat akan sangat harmonis dan tenteram. Masyarakat akan aman dan tenteram dan semua orang akan menjadi orang baik. Kita harus terus mewariskan semangat cinta kasih ini kepada generasi penerus.

“Master, hari ini saya sangat gembira karena dapat bertemu dengan Master. Bisa dibilang bahwa kita adalah satu angkatan karena usia kita sama. Entah apakah usia Master lebih tua dari saya? Saya merasa sangat beruntung karena dapat bersama dengan Master. Bisa bertemu dengan Master adalah harapan dalam hidup saya,” kata Chen Jin-xia relawan Tzu Chi.


Tadi pagi, saya mendengar seorang relawan daur ulang berkata bahwa dia satu angkatan dengan saya. Artinya, usianya sebaya dengan saya. Jadi, dia mengatakan bahwa kami satu angkatan. Meski berusia lanjut, kita masih sangat berguna. Kita cukup bilang sudah berusia lanjut, jangan bilang kita sudah tua. Kita jangan merasa diri sudah tua.

Selain pada kehidupan ini, kita berharap pada kehidupan berikutnya dapat terlahir dengan membawa berkah, kemakmuran, dan umur panjang. Semoga pada kehidupan berikutnya, kita dapat lebih panjang umur, sehat, dan berkemampuan untuk menolong orang lain.

Buddha berkata bahwa kelak dunia ini akan penuh dengan Lima Kekeruhan. Karena itu, kita harus memupuk berkah dari kehidupan ke kehidupan agar dunia tidak semakin keruh. Setidaknya, sebagai relawan Tzu Chi kita harus bersumbangsih sebagai Bodhisatwa dunia dari kehidupan ke kehidupan.

Belakangan ini saya sering mendengar relawan berkata, "Kami akan memegang teguh tekad untuk mengikuti Master dari kehidupan ke kehidupan. Kami akan sepenuh hati dan dari kehidupan ke kehidupan berjuang demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk."

Jadi, sekarang kita bersama-sama berjuang demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk. Untuk itu, kita harus bersatu hati dan saling bergandengan tangan agar bisa memiliki kekuatan. Apa yang bisa membuat hati kita bersatu? Cinta kasih.

Setiap Bodhisatwa memiliki cinta kasih untuk mengasihi semua makhluk di dunia. Bodhisatwa selalu menjangkau semua makhluk yang menderita. Bagaimana cara menjadi Bodhisatwa? Kita harus banyak menjalin jodoh baik dengan sesama, baru dapat menjadi Bodhisatwa.

Selain menjalin jodoh baik dengan manusia, kita juga harus menjalin jodoh baik dengan semua makhluk. Mengasihi semua makhluk adalah cara terbaik untuk melestarikan lingkungan.

 

“Relawan Tzu Chi Yunlin berikrar dengan tulus di hadapan Master. Master, kami adalah sekelompok murid Master yang menggemaskan. Dari kehidupan ke kehidupan, kami akan terus menjaga kelestarian lingkungan. Kami akan bersungguh hati untuk bervegetaris, menyosialisasikan pola makan vegetaris, melindungi semua makhluk, serta menyayangi Bumi. Kami akan sungguh-sungguh mendengar ajaran Master. Kami adalah murid Master yang baik. Mohon agar Master tidak khawatir. Melakukan daur ulang baik bagi kesehatan; bervegetaris paling bermanfaat bagi tubuh. Ini adalah hasil tanaman kami sendiri untuk kami persembahkan kepada Master. Semoga Master selalu sehat dan panjang umur. Kami akan mengikuti Master melestarikan lingkungan dari kehidupan ke kehidupan. Apakah kalian setuju pada saya? Setuju. Setuju. Setuju.”

Baik. Baik. Baik.

Mari kita melakukan daur ulang bersama-sama. Mari kita bersama-sama menyosialisasikan vegetarisme.

Lihatlah, sayur-sayur ini memiliki aroma yang berbeda-beda. Begitu pula dengan buah-buahannya. Apa kita sudah merasa puas? (Sudah) Ya.

Saya sangat berterima kasih. Karena ada kalian, saya tidak sendirian. Saya sendirian atau tidak? (Tidak) Mengapa saya tidak sendirian? (Karena ada kami) Ya, karena ada kalian, saya tidak sendirian. Saya sangat berterima kasih.

Semoga dari kehidupan ke kehidupan kita bisa terus berikrar untuk berjuang demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk serta menolong orang yang menderita dengan welas asih. Bisa? (Bisa)

Lihatlah, kalian sudah mendorong lembu putihnya keluar. Kita sungguh harus mendalami Sutra Bunga Teratai. Kita sungguh harus mendalami Sutra Bunga Teratai. Adakah kalian mengikuti kelas bedah buku? (Ada)

Karena sekarang belajar dengan giat, kelak kalian akan menjadi profesor. Kalian harus mendalami ajaran Buddha. Saya mendoakan kalian senantiasa hidup tenteram, sehat, bahagia, serta mengembangkan berkah dan kebijaksanaan secara bersamaan.

Melakukan daur ulang dan mewariskan kebajikan dalam keluarga
Senantiasa menjalin jodoh baik dengan semua makhluk
Mendalami Sutra untuk membimbing lebih banyak orang
Menjalani kehidupan tanpa penyesalan

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 22 Januari 2021         
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 24 Januari 2021
Menyayangi diri sendiri adalah wujud balas budi pada orang tua, bersumbangsih adalah wujud dari rasa syukur.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -