Ceramah Master Cheng Yen: Mewariskan Rasa Hormat dan Berkah dalam Keluarga
Tahun ini, Tzu Chi telah berusia 60 tahun. Ketika mengenang perjalanan 60 tahun ini, saya teringat bagaimana semuanya bermula dari tiada hingga kini Tzu Chi memiliki kantor di seluruh dunia. Tzu Chi memiliki relawan di 68 negara dan wilayah dan telah mengadakan baksos kesehatan di 59 negara dan wilayah. Jejak langkah Tzu Chi telah tersebar di begitu banyak negara. Para Bodhisatwa menabur benih kebajikan Tzu Chi di negara mereka masing-masing.
Tzu Chi bagaikan sebutir benih. Saat jalinan jodoh matang, satu benih dapat berkembang menjadi tak terhingga. Lihatlah sebatang pohon. Setiap tahun, pohon itu bisa berbunga, berbuah, dan menghasilkan banyak benih yang baru. Dengan kondisi pendukung yang tepat, seperti tanah dan air, benih yang ditanam akan tumbuh menjadi pohon besar yang butuh 3 hingga 5 orang untuk mengelilinginya.
Pohon besar bisa menghasilkan banyak benih yang dapat dibawa ke negara-negara lain. Ketika jalinan jodoh matang, benih tersebut dapat ditanam di tanah yang baru sehingga tumbuh menjadi pohon Tzu Chi. Dengan adanya benih Tzu Chi, muncullah insan Tzu Chi yang dapat mengasihi dan melindungi semua orang di dunia. Inilah benih cinta kasih.
Bodhisatwa sekalian, saya merasa sangat bersyukur. Saya telah menempuh perjalanan lebih dari 60 tahun. Ini bukan perjalanan hidup saya, melainkan perjalanan Tzu Chi di dunia. Hidup di dunia ini, hendaknya kita melangkah dengan mantap. Ketika satu kaki melangkah keluar, kaki lainnya harus ikut melangkah dengan mantap, dan seterusnya. Berjalan selangkah demi selangkah dengan mantap sangatlah penting.


Saya juga berterima kasih kepada relawan pelestarian lingkungan. Melihat kalian berpakaian rapi, saya merasa bahwa itu menunjukkan rasa hormat kalian. Kerapian adalah bentuk rasa hormat dan cinta kasih. Ketika hendak memberi penghormatan kepada Buddha, kita membasuh tangan hingga bersih, membersihkan wajah, dan mengganti pakaian bersih. Itulah wujud ketulusan dan rasa hormat yang paling berharga.
Segala sesuatu di dunia ada fase timbul dan lenyap, tetapi keyakinan tidak demikian. Jika memiliki tekad yang tulus, kita harus lebih banyak mendengar, membaca, dan meneliti ajaran Buddha. Dengan hati yang tulus, kita yakin terhadap ajaran Buddha. Dengan demikian, di kehidupan mendatang, kita akan tetap memiliki jalinan jodoh dengan ajaran-Nya.
Belakangan ini, saya sering memberi tahu semuanya untuk membangun tekad dan ikrar serta menjalin jodoh baik. Setiap hari, saya sering mendengar, "Master, saya mengasihi Anda." Berbicara tentang cinta kasih, cinta kasih itu murni dan tanpa pamrih. Saya pun akan menjawab, "Jika kalian mengasihi saya, kasihilah dengan hati yang tulus." Ingatlah, Dharma itu kekal.
Saya berterima kasih atas kekuatan cinta kasih kalian yang begitu besar. Lihatlah bagaimana kalian mengubah sampah menjadi emas. Ini disebut dengan daur ulang. Kita selalu menemukan "harta karun". Dengan tindakan nyata, kalian merapikan "harta karun" itu dengan sangat baik. Berdirinya Da Ai TV pun berkat dukungan dari hasil daur ulang. Jadi, hendaknya kalian menonton Da Ai TV setiap hari.


Bodhisatwa sekalian, perbuatan baik tidak harus kita lakukan secara langsung. Selama kita bersama-sama, tetes demi tetes kekuatan akan terhimpun. Kita yang berada di Taiwan bisa membantu orang-orang di sini. Jika memiliki kekuatan lebih, kita juga dapat membantu orang-orang di luar Taiwan. Kita juga dapat mencurahkan perhatian kepada semua orang di seluruh dunia. Begitulah cara kita menjalin jodoh berkah secara luas.
Kita bukan hanya memberikan bantuan di Taiwan. Bagaimanapun kita memberikan bantuan di Taiwan, Taiwan sangatlah kecil. Dibandingkan dengan populasi dunia, populasi Taiwan sangat sedikit. Namun, jika kita membangkitkan tekad yang agung, hati kita bisa sebesar Gunung Sumeru. Perjalanan Tzu Chi selama 60 tahun ini tidak lepas dari dukungan insan Tzu Chi seluruh dunia terhadap saya.
Melihat Tzu Chi berkembang begitu luas, saya merasa sangat sukacita. Ketika menginventarisasi kehidupan, saya merasa sepanjang hidup ini tidak ada yang kurang. Hidup saya terasa sangat memuaskan. Tzu Chi telah mampu menjangkau seluruh dunia dan ada banyak orang yang turut serta dalam Empat Misi Tzu Chi, yaitu misi amal, misi kesehatan, misi pendidikan, dan misi budaya humanis. Misi amal Tzu Chi telah tersebar luas.
Misi kesehatan Tzu Chi juga hadir di banyak negara, termasuk baksos kesehatan. Insan Tzu Chi benar-benar telah tersebar luas. Saya merasa sangat tenang. Saya merasa hidup ini sangat bernilai. Meski sudah lanjut usia, saya merasa sangat tenang.


Saudara sekalian, pada kesempatan kali ini, saya melihat kalian masih berpegang pada tekad awal. Tekad dan semangat kalian di Tzu Chi masih sama seperti ketika pertama bertemu saya dan memulai perjalanan di Tzu Chi. Walau usia kalian bertambah, semangat dan dedikasi kalian tetap sama. Hal yang paling membahagiakan ialah melihat semangat ini diwariskan dari generasi ke generasi.
Saya melihat anak, menantu, dan cucu kalian ikut serta. Ini menunjukkan bahwa kalian mendengar ajaran saya dan menceritakannya kepada keluarga kalian. Saya selalu berkata kepada kalian untuk menjaga keluarga dengan baik sebelum mendedikasikan diri di Tzu Chi. Kalian telah mengurus keluarga dengan baik, mendidik anak dan menantu dengan baik, serta membimbing mereka bergabung di Tzu Chi. Saya merasa sangat bersyukur.
Kalian tidak pernah berkata, "Saya hanya ingin menjalankan Tzu Chi dan tidak mau mengurus keluarga." Kalian tidak pernah demikian. Inilah yang membuat saya sangat tersentuh. Inilah persembahan kalian yang terbaik untuk saya. Orang-orang berkata, "Ini adalah keluarga Tzu Chi Itulah sebabnya keluarga ini begitu harmonis." Inilah yang membuat saya paling sukacita.
Saya merasa bahwa kalian memberikan persembahan kepada saya dengan keharmonisan keluarga. Saya sangat berterima kasih dan mendoakan kalian semua.
Menabur benih kebajikan di seluruh penjuru dunia
Pohon besar bermula dari sebutir benih yang kecil
Berpegang teguh pada tekad awal dan keyakinan
Mewariskan rasa hormat dan berkah dalam keluarga
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 18 Februari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 20 Februari 2026







Sitemap