Ceramah Master Cheng Yen: Mewariskan Silsilah Dharma dan Mengembangkan Potensi Kebajikan
“Master mengimbau kami untuk membangkitkan kembali spirit Tzu Ching. Kami sangat bersyukur Master memberi kami kesempatan untuk menyatukan kembali para alumni Tzu Ching. Kami akan terus mewariskan semangat ini dan tekun menjalankan Tzu Chi agar siklus kebajikan terus berlanjut,” kata Li Yi-bang, alumnus Tzu Ching.
“Di Tzu Chi, kita sering membahas tentang pewarisan. Kita berkata bahwa Tzu Chi membutuhkan kaum muda. Namun, saya ingin memberi tahu Master bahwa justru sebaliknya, kaum mudalah yang membutuhkan Tzu Chi. Di sini, kami menemukan arah tujuan hidup. Di sini, kami bisa menjalin jodoh baik dengan lebih banyak orang,” kata Lai Yu-wen, alumnus Tzu Ching.
“Kami akan terus membimbing kaum muda agar mereka dapat melihat penderitaan di dunia dan memahami bahwa penderitaan ini berkaitan dengan mereka. Dengan demikian, mereka dapat menyadari berkah setelah melihat penderitaan dan kembali menciptakan berkah. Kami juga berharap dapat menemukan berbagai metode untuk menyebarkan silsilah Dharma kita,” pungkas Lai Yu-wen.
“Saya yakin kami semua merasa bahwa masa menjadi anggota Tzu Ching merupakan masa terindah dalam hidup kami. Setelah menyatukan kembali para alumni Tzu Ching, kami ingin mencerahkan para anggota Tzu Ching. Namun, di manakah anggota Tzu Ching? Kami terus berpikir dan teringat akan anak kami. Kami merasa bahwa ini harus dimulai dari diri sendiri,” kata Huang Jing-xuan, alumnus Tzu Ching.
“Saya berencana untuk mengadakan kegiatan bedah buku di jam makan siang guna menarik minat teman-teman sekolah. Saya berharap Tzu Ching NYCU dapat terus bertumbuh dari satu menjadi tak terhingga dan kembali pada masa kejayaan seperti saat Ayah ada di sana,” kata Li Cheng-yan, anggota Tzu Ching.

Bodhisatwa Tzu Ching sekalian, semangat Tzu Ching harus diwariskan dari generasi ke generasi.
Bodhisatwa sekalian, pada masa muda atau remaja, kalian telah bergabung dengan Tzu Chi. Saat itu, kalian sangat dipenuhi berkah. Pada saat itu juga, saya sangat sibuk dan bekerja keras. Saya terus maju selangkah demi selangkah tanpa henti dan memberikan ceramah dalam skala besar sehingga suara Tzu Chi meresap ke dalam hati banyak orang. Karena itulah, Tzu Chi bisa seperti sekarang.
Saya sungguh menghargai jalinan kasih sayang dengan insan Tzu Chi. Saya rasa, saya juga memiliki jalinan kasih sayang dengan anggota Tzu Ching. Kini, kalian memiliki karier yang sukses. Yang membuat saya sukacita ialah kalian tidak melupakan saya. Kalian masih mengingat saya dan menghampiri saya untuk menggandeng dan mendukung saya.
Setiap orang mengulurkan tangan dan bagaikan Bodhisatwa Avalokitesvara Bermata Seribu. Tzu Chi tak hanya bermata seribu. Insan Tzu Chi berjumlah jutaan orang. Di dalam hati setiap orang, terdapat Buddha. Kita mengikuti langkah Buddha dengan erat dan memiliki ketulusan yang sama. Selain memiliki pengetahuan terhadap hal-hal di dunia, kita juga memiliki kebijaksanaan yang sangat cemerlang.
Kita bukan sekadar memahami peristiwa yang terjadi, melainkan memahami prinsip kebenaran yang abadi. Kebijaksanaan selalu ada, tidak bertambah dan tidak berkurang. Kita semua memiliki hakikat kebuddhaan. Setiap orang memiliki akar kebijaksanaan dan hakikat kebuddhaan. Saat jalinan jodoh matang, pengetahuan kita akan disertai kecemerlangan dan kebijaksanaan hakiki kita akan terbangkitkan.
Kini, saya bisa melihat para alumni Tzu Ching yang telah menjadi anggota komite atau Tzu Cheng. Kalian adalah penerus jiwa kebijaksanaan Tzu Chi. Saya berharap generasi penerus kalian juga dapat meneruskannya.
Kembangkanlah kebijaksanaan kalian untuk meneruskan jiwa kebijaksanaan dari generasi ke generasi agar jiwa kebijaksanaan ini terus bertumbuh dan generasi penerus kalian dapat hidup bahagia dan tenteram. Semoga setiap orang dapat menapaki Jalan Bodhisatwa. Asalkan kalian menapaki Jalan Bodhisatwa, hakikat kebuddhaan kalian akan terlihat.
Bodhisatwa sekalian, mari kita bersama-sama menciptakan dunia yang benar, bajik, dan indah.

“Dahulu, saat pertama kali mengikuti kamp relawan, Master memberi tahu saya untuk menghargai kesempatan mempelajari pengetahuan medis. Jika selalu memikirkan makhluk yang menderita, saya akan memiliki kekuatan. Kata-kata Master saat itu sungguh menjadi cahaya dalam hati saya. Saya akan senantiasa mengingat ajaran Master dan menghargai setiap hari,” kata Hong Guang-wei, Wakil kepala Chang Bing Show Chwan Memorial Hospital.
Setelah kembali ke sini, kalian harus lebih menonjolkan jalinan jodoh kalian, memperkuat semangat misi kalian, dan mengimbau orang-orang untuk mengerahkan kekuatan cinta kasih di tengah masyarakat.
Kini, berhubung telah lanjut usia, saya lebih khawatir. Tentu saja, meski saya tidak ingin dan tidak akan menyerah pada dunia ini, tetapi pada waktunya, saya tetap harus pergi. Meski saya segera kembali setelah itu, tetap butuh puluhan tahun, barulah saya bisa mengembangkan potensi kebajikan. Karena itu, kalian harus bertekad untuk mengembangkan potensi kebajikan kalian.
Setiap orang harus mengembangkan potensi kebajikan untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi masa kini dan masa mendatang agar saat para Bodhisatwa kembali ke dunia ini dengan membawa ikrar, mereka dapat menapaki jalan yang agung dan cerah. Kini, di hadapan saya ada sekelompok Bodhisatwa yang sehat, bijaksana, dan tengah membuka Jalan Bodhisatwa di dunia. Teruslah membuka jalan ini. Inilah harapan terbesar saya terhadap kalian.

Kita terus-menerus mengalami siklus kelahiran kembali. Ingatlah bahwa jalan di alam manusia paling indah. Janganlah kalian berpikir, "Saya tidak berani datang ke alam manusia lagi." Jika berpikir demikian, kalian mungkin akan lengah dan bertindak sesuka hati. Menyimpang sedikit saja, kita bisa jauh tersesat. Jika tidak ingin menjadi manusia, kalian mungkin akan terlahir di lima alam lain, seperti alam binatang atau setan kelaparan. Jadi, kita sebaiknya menjaga karakter dan kualitas diri kita.
Setiap orang harus menjaga karakter dan kualitas diri sendiri dengan baik. Kalian semua memiliki karier yang baik. Banyak di antara kalian yang merupakan tenaga medis ataupun tenaga pengajar. Dahulu, kalian adalah anggota Tzu Ching. Kini, kalian adalah insan berbakat di tengah masyarakat. Jika ada kalian yang mewariskan kekuatan cinta kasih, saya yakin kita bisa mempertahankan kebajikan dan cinta kasih di tengah masyarakat.
Taiwan tidak memiliki permata apa pun selain kebajikan dan cinta kasih. Apakah kalian bisa melakukannya? (Bisa.) Baik, mari kita bergandengan tangan dan menginspirasi lebih banyak orang untuk mengerahkan kekuatan cinta kasih di dunia. Saya mendoakan kalian.
Mewariskan semangat Tzu Ching dan silsilah Dharma
Menumbuhkan jiwa kebijaksanaan dan menyucikan hati
Menjadikan kebajikan dan cinta kasih sebagai permata serta menciptakan dunia yang benar, bajik, dan indah
Bodhisatwa dunia mengembangkan potensi kebajikan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 31 Mei 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 02 Juni 2026







Sitemap