Ceramah Master Cheng Yen: Mewariskan Tanah Suci di Dunia dari Generasi ke Generasi


“Kami membawa pohon Bodhi dari Hong Kong untuk Master. Pohon ini memiliki 60 daun Bodhi,”
kata salah seorang relawan Tzu Chi Hong Kong.

Sangat kreatif.

“Di setiap daun Bodhi itu, para relawan menuliskan doa mereka untuk Master,” kata relawan Tzu Chi Hong Kong lainnya.

Terima kasih, semuanya. Setiap daun tampak begitu hidup. Pohon ini akan selalu hijau. Hendaknya kalian bersungguh hati demi dunia, masyarakat, dan Tzu Chi.

Dunia ini bergantung pada setiap orang, terlebih lagi Hong Kong. Hong Kong adalah Mutiara dari Timur. Wilayahnya sangat kecil, sementara jumlah penduduknya sangat banyak. Ini memang menjadi salah satu kekurangannya. Keindahan di tengah kekurangan itu perlu ditopang oleh keharmonisan antarmanusia. Selama semuanya bisa hidup harmonis, kekuatan cinta kasih akan terhimpun. Inilah kebenaran, kebajikan, dan keindahan.

Selama 60 tahun ini, kekuatan cinta kasih semua orang telah terhimpun tetes demi tetes dan menyatu tanpa membedakan satu sama lain. Sama seperti pohon ini, begitu banyak nama yang tertulis pada daun-daunnya. Hati setiap orang telah menyatu satu sama lain. Meski tidak terlihat, cinta kasih mereka tidak terbatas. Ketika kekuatan cinta kasih bersatu dalam kesatuan dan keharmonisan, dunia ini akan menjadi hutan Bodhi dan tanah suci. Bodhi berarti kesadaran. Ketika semuanya tersadarkan, setiap orang adalah Bodhisatwa. Bodhisatwa adalah mereka yang menapaki jalan menuju kebuddhaan.

Buddha sering berkata bahwa hati, Buddha, dan semua makhluk pada hakikatnya tiada perbedaan. Kita semua memahami prinsip ini. Namun, dalam kehidupan ini, masih banyak pertentangan dan konflik yang membawa begitu banyak penderitaan bagi dunia. Oleh karena itu, kita membutuhkan tim yang mampu menggerakkan orang-orang untuk menjadi Bodhisatwa. Bodhisatwa memiliki cinta kasih agung dan kasih sayang. Inilah ikatan yang membuat kita tidak terpisahkan dari kehidupan ke kehidupan.


“Kali ini, kami datang dengan jumlah 51 orang. Kami juga membawa Kakak Helen Chow yang terkasih bersama dengan kami. Jadi, sebenarnya ada 52 orang yang ikut kembali ke sini. Dahulu, setiap kali ada kamp pelatihan atau kami pulang ke Hualien untuk melaporkan kegiatan dan mengikuti ramah-tamah, Kakak Helen Chow selalu berusaha untuk meluangkan waktu dan menemani kami datang ke sini,”
kata Shi Song-ling, Ketua Tzu Chi Hong Kong.

Baru saja, kita menyebut nama Helen Chow.  Belakangan ini, hati saya memang dipenuhi rasa tidak rela untuk melepaskan kepergiannya. Namun, saya tetap memiliki keyakinan yang teguh bahwa mereka sebenarnya tidak pernah meninggalkan kita.

Kehidupan adalah perjalanan yang panjang. Mereka tahu bahwa masa depan dunia masih membutuhkan mereka. Mereka telah mengatur "hari esok" bagi kehidupan mereka. Mereka telah memiliki ke mana akan datang kembali. Sejak kecil, mereka akan membawa jalinan jodoh Tzu Chi ke dalam keluarga yang mereka pilih.


Seperti pagi tadi saat kebaktian, ada seorang anak kecil yang juga berada di aula. Ia dapat mengikuti pelafalan Sutra bersama semua orang dengan sangat selaras. Setiap kali melihat saya berjalan, ia selalu mendekat. Dengan kekuatan cinta kasih yang begitu murni, ia mendekatkan bahunya kepada saya, seolah-olah membiarkan saya bersandar agar bisa berjalan langkah demi langkah dengan lebih mantap.

Dalam hati saya berpikir bahwa anak itu juga seorang Bodhisatwa yang telah membuat janji dengan saya. Ia pun telah memilih keluarga yang memiliki jalinan jodoh dengannya. Sejak kecil hingga dewasa, ia akan terus dibimbing dengan nilai-nilai Tzu Chi karena orang tuanya juga sangat tulus. Anak-anak seperti ini sudah ada cukup banyak. Saya merasa sangat tenang.

Kasih sayang Tzu Chi kini telah berakar dalam banyak keluarga di dunia dan telah diteruskan ke generasi kedua, ketiga, bahkan hingga generasi-generasi selanjutnya. Dunia masa depan membutuhkan keluarga-keluarga Tzu Chi yang mampu membina anak-anak Tzu Chi agar mereka dapat meneruskan kasih sayang Bodhisatwa di dunia. Saya berharap kalian juga memiliki kasih sayang yang sama.

Saya mendoakan agar setiap keluarga dapat menyambut hadirnya Bodhisatwa cilik yang menggemaskan. Bimbinglah mereka dengan baik agar menjadi generasi kedua, ketiga, keempat, kelima, bahkan keenam Tzu Chi. Saya percaya bahwa di masa depan, jumlah insan Tzu Chi akan makin banyak. Hendaknya kita menyucikan hati manusia dan menjadikan dunia sebagai tanah suci yang penuh dengan Bodhisatwa.


Tanah Suci Sukhavati juga terwujud melalui pewarisan dari generasi ke generasi selama berkalpa-kalpa yang tak terhitung. Kita harus percaya bahwa Tzu Chi dapat menciptakan tanah suci di dunia dan menginspirasi semua orang untuk menapaki Jalan Bodhisatwa dengan tekun dan bersemangat. Saya sangat yakin akan hal ini.

Jadi, setiap kali mendengar tentang hukum alam, saya selalu menanti kedatangan mereka. Meski sekarang saya kehilangan satu orang, di sisi lain akan ada satu orang baru yang hadir untuk saya bimbing. Beberapa tahun lagi, mungkin dialah yang menggandeng tangan saya. Begitulah kita mewariskan semangat dari generasi ke generasi untuk menjadi Bodhisatwa di dunia.

Hendaknya kita mendoakan Helen Chow. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.) Sekarang, suara saya sudah seperti ini. Jadi, kalian harus mendengarkan dengan sungguh-sungguh. Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk berbicara, kalian juga harus mendengarkan dengan sepenuh hati. Hendaknya kalian juga membangun tekad dan ikrar untuk mendidik generasi demi generasi dengan baik. Inilah tanggung jawab kita semua. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.) Terima kasih.

Mutiara dari Timur menghimpun kekuatan cinta kasih
Mewujudkan hutan Bodhi dengan kesatuan dan keharmonisan
Merenungkan dan mempraktikkan kebajikan serta terus meningkatkan diri
Menyucikan hati, membawa manfaat, dan mewariskan semangat dari generasi ke generasi

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 06 Juni 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 08 Juni 2026
Dengan keyakinan yang benar, perjalanan hidup seseorang tidak akan menyimpang.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -