Ceramah Master Cheng Yen: Mewujudkan Hutan Bodhi demi Melindungi Dunia

“Mulanya saya menyaksikan program Bodhisatwa Akar Rumput di Da Ai TV dan amat terkesan karena ada orang yang memiliki keterbatasan fisik, tetapi bisa melakukan banyak hal baik. Karena itu, saya turut mengumpulkan barang daur ulang dan akan terus melakukannya sampai menutup mata. Tahun 2012, saya mulai mengumpulkan barang daur ulang. Tahun 2013, saya mengikuti pelatihan, lalu mengenakan seragam ini. Ada orang yang tidak berani memakainya, tetapi saya malah berani memakainya agar orang-orang tahu kita sedang melakukan daur ulang. Saya melakukan ini demi cinta kasih. Setelah kardus-kardus ini dijual, hasilnya bisa menolong orang yang menderita,” kata Lin Biqing relawan pelestarian lingkungan.

“Dahulu, sebelum melakukan daur ulang, saya hidup tanpa arah. Kini saya berfokus untuk melakukan daur ulang. Saya mendengar Master berkata bahwa berkah harus diciptakan, bukan dimohon. Terima kasih, Master. Tanpa Master, entah saya tersesat sampai ke mana. Dahulu temperamen saya sangat buruk. Sekarang tidak lagi. Saya juga tidak akan marah terhadap orang lain,” lanjut Lin Biqing.

“Semakin banyak bersumbangsih, saya semakin gembira. Saya tidak mengharapkan apa-apa. Saya hanya mengikuti arah yang ditunjukkan tangan Master. Saya tidak berani bilang mengikuti langkah kaki Master. Bagaimana mungkin saya bisa mengejar langkah Master? Saya semakin bahagia. Keluarga saya juga penuh berkah. Saya sungguh merasa puas,” pungkas Lin Biqing.

 

Terima kasih kepada badan misi budaya humanis kita yang memberitakan kebenaran dan membimbing ke arah yang benar demi menyucikan hati manusia. Inilah mengapa Tzu Chi membutuhkan misi budaya humanis dan menyebarkannya ke seluruh dunia. Yang membuat saya lebih bersyukur ialah adanya para relawan dokumentasi di seluruh dunia yang selalu mengirimkan berita ke Taiwan.

Para relawan Tzu Chi di negara mana pun selalu mendokumentasikan kegiatan Tzu Chi setempat. Jadi, selama ada kemauan, meski bukan profesional, mereka tetap dapat mengabadikan gambar yang indah. Gambar-gambar yang indah ini akan dikumpulkan oleh Da Ai TV dan dikemas dalam bentuk tayangan yang baik. Jadi, kita juga berterima kasih kepada Da Ai TV.

Para staf kita begitu penuh kesungguhan dan cinta kasih dalam membuat tayangan yang menyucikan hati manusia. Inilah yang disebut menjalankan tanggung jawab sosial. Ia mengedukasi masyarakat. Manusialah yang dapat menyebarkan kebenaran, bukan sebaliknya. Jadi, dibutuhkan adanya orang yang menyebarkan Dharma yang indah ini. Kita memberitakan kebenaran dan membimbing ke arah yang benar. Kita harus memberitakan hal yang benar dan nyata.

Waktu sangat berharga. Lewat Da Ai TV, kita bisa melihat seluruh dunia. Kita melihat Mozambik dilanda bencana alam. Para relawan seperti Dino dan yang lainnya tengah membagikan makanan dan memberi perhatian di sana. Relawan di sana tidak banyak, tetapi mereka tetap dapat memikul tanggung jawab. Jadi, kita harus mengembangkan semangat cinta kasih dan menghimpun tetes-tetes sumbangsih dengan semangat celengan bambu.

 

Saya juga mengatakan kepada ketua badan misi amal kita bahwa kita harus berinisiatif untuk memberi perhatian. Setiap hari, insan Tzu Chi di seluruh dunia mengerahkan kekuatan cinta kasih untuk membantu orang-orang yang menderita, para pengungsi, dan sebagainya. Mereka tidak pernah berhenti untuk bersumbangsih dengan sepenuh hati.

“Kita menganggap rumah penerima bantuan seperti rumah kita sendiri. Jika rumah kita bersih, tubuh dan batin kita juga akan nyaman dan gembira. Ibu ini tidak dapat melakukan pekerjaan rumah karena mengalami gangguan mental ringan. Jadi, kita menganggapnya seperti anak sendiri. Kita membimbingnya sedikit demi sedikit, mengajarinya mengepel dan menyapu lantai agar dia dapat merasakannya. Dengan begitu, secara alami dia akan melakukannya dengan senang hati,” kata Xu Su-zhen relawan Tzu Chi.

“Sekarang pukul lima sore. Langit perlahan mulai gelap. Kami menyapu di rumah ini sambil menyalakan lampu. Suhu udara mendekati nol derajat Celsius. Karena itu, rasanya dingin sekali. Tadi pagi saya tidak tahu airnya begitu dingin. Tangan saya sampai sakit karena terkena air. Jadi, kini saya memasak air untuk ditambahkan ke air dingin, baru kemudian kita bersih-bersih. Sekarang lumpurnya belum kering sehingga akan lebih mudah dibersihkan. Besok kita bersihkan lagi dengan sikat, pasti akan bersih,” kata Wang Su-zhen relawan Tzu Chi.

 

Terima kasih. Semoga seluruh relawan kita dapat menjadi teladan bagi dunia. Kita harus menyatukan hati kita semua agar cinta kasih benar-benar tersebar ke seluruh dunia. Cinta kasih ini dapat menjadikan dunia ini sebagai "Desa Tzu Chi". Inilah yang kita harapkan, cinta kasih mencerahkan dunia. Cinta kasih ini dibutuhkan oleh keempat misi Tzu Chi. Cinta kasih atau "Da Ai" di sini bukan hanya merujuk pada Da Ai TV.

Setiap orang hendaknya juga senantiasa ingat untuk menyaksikan Da Ai TV dan lebih memperhatikan kondisi dunia. Sayalah orang yang paling memperhatikan kondisi dunia. Dalam kehidupan ini, saya tidak bertikai dengan orang, tidak bertikai atas hal, dan tidak bertikai dengan dunia. Namun, hati saya tetap melingkupi seluruh dunia. Hal-hal yang berlaku di dunia setiap hari, tiada yang tak saya ketahui. Saya selalu memperhatikan semuanya.

Bodhisatwa sekalian, kekuatan cinta kasih harus kita himpun dengan satu hati. Kesatuan hati penuh cinta kasih ini seakan sangat kecil dan tak terlihat. Namun, begitu disebarkan dan dipancarkan, benih kecil ini juga dapat menjadi pohon besar yang perlu banyak orang untuk bisa memeluknya. Sesungguhnya, ia hanya berawal dari benih yang kecil.

Sebutir benih pohon atau setitik gen yang kecil dapat menjadi sebatang pohon besar yang kembali menghasilkan benih yang tak terhingga dan terus berbunga dan berbuah setiap tahun. Setiap buah pun kembali menghasilkan benih yang tak terhingga. Meski alam telah dirusak, asalkan kini di dalam hati kita ada sebutir benih kecil, kita dapat menjadi pohon besar yang membentuk hutan untuk menjaga negara dan alam. Ini dapat dilakukan. Asalkan kalian semua menyebarkan cinta kasih, ini pasti dapat dilakukan. Benar? (Benar)

 

Saya percaya setelah saya mengatakan ini, kalian yang mendengar di sini pasti menjawab benar. Saya juga percaya insan Tzu Chi di seluruh dunia juga akan bersama-sama menjawab benar. Asalkan memiliki benihnya, kita akan dapat membentuk hutan. Terima kasih.

Di tahun yang baru ini, mulai sekarang hingga nanti, harapan pertama kita ialah terbebas dari masker. Namun, kini kita harus tetap mawas diri dan tulus. Setiap orang harus menjaga diri dan mengenakan masker. Semoga pandemi ini segera berlalu, semua orang sehat, alam sehat, udara sehat, seluruh dunia sehat. Semoga kita dapat melepaskan masker dan menghirup udara segar yang sehat. Untuk itu, hanya ada satu obat mujarab, yakni mengembangkan cinta kasih di dalam hati dan bervegetaris. Bervegetaris itu harus. Saya berharap semua orang bergerak Bersama untuk menyerukan hal ini. Inilah harapan terbesar saya.

Singkat kata, kita berdoa dengan tulus bagi ketenteraman dunia. Dengan tulus saya berterima kasih dan mendoakan kalian semua. Semoga tahun ini menjadi tahun yang baik, penuh berkah dan kebijaksanaan. Terima kasih. Saya mendoakan kalian semua.

Menyebarkan kebajikan dan membangun keteladanan
Hati bagaikan benih yang menumbuhkan hutan Bodhi
Mengembangkan cinta kasih dan bervegetaris secara nyata
Melindungi alam dan memberi manfaat bagi masyarakat

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 26 Februari 2021         
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 28 Februari 2021
Dalam berhubungan dengan sesama hendaknya melepas ego, berjiwa besar, bersikap santun, saling mengalah, dan saling mengasihi.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -