Ceramah Master Cheng Yen: Mitra Bajik Saling Menerangi dan Mewariskan Kebajikan dalam Keluarga


“Di wilayah Taiwan Tengah, kami membentuk sebuah grup ‘Menghirup Keharuman Dharma di Pagi Hari’. Pagi ini, jumlah orang yang masuk ke dalam grup ini untuk mendengarkan Dharma sudah mencapai 500 orang. Meski jumlah relawan dari Nantou tidak banyak, semua yang hadir sangat bersungguh-sungguh. Termasuk Kakak Lin Shen, yang pagi ini berani menyalakan mikrofon untuk menceritakan pengalamannya ketika menjangkau lingkungan sekolah,”
kata Peng Xiu-zhen, relawan Tzu Chi.

“Jadi, meski kami hanya bergabung dalam sebuah grup untuk mendengar Dharma di Taiwan Tengah, kami ingin menyampaikan kepada Master bahwa kami semua akan mempelajari Dharma dengan tekun dan sungguh-sungguh. Ketika kita mempraktikkan kebenaran di Jalan Bodhisatwa, barulah arah yang kita tempuh menjadi benar,” pungkas Peng Xiu-zhen.

Insan Tzu Chi sekalian, setelah mengenal ajaran Buddha, kita harus memahami prinsip kebenaran di dalamnya. Kebenaran ini sesungguhnya sering kalian dengarkan. Melalui Da Ai TV, kalian bisa mendengar kisah yang lembut, kisah yang keras, kisah tentang yang kaya, kisah tentang yang miskin, kisah yang penuh sukacita, ataupun kisah yang penuh penderitaan. Semuanya tersedia dengan lengkap. Ini karena di Tzu Chi bukan hanya satu orang yang berbagi kisah, melainkan orang-orang dari seluruh dunia. Bukan hanya orang Taiwan yang menjalankan Tzu Chi, melainkan orang-orang di seluruh dunia.

Kita dapat saling belajar dan mengamati tanpa harus keluar rumah. Selama kita tekun dan bersemangat, hanya dengan menekan satu tombol, kisah dan pengalaman insan Tzu Chi seluruh dunia dapat masuk ke rumah kita. Selama kita bersungguh hati untuk mendengarkan dan menyaksikannya dari rumah, kita akan dipenuhi rasa sukacita. Kita pun dapat memahami berbagai peristiwa dunia yang membuka kebijaksanaan kita.


Saat ini, semua yang hadir di sini telah lanjut usia. Jadi, kita perlu lebih memandang penting ajaran Buddha. Hal yang lebih penting ialah menggenggam waktu dan jalinan jodoh. Jika tidak, benar seperti yang dikatakan, "Seiring berlalunya waktu, usia kehidupan kita pun berkurang. Bagai ikan yang kekurangan air, apa kebahagiaan yang diperoleh?" Jika demikian, tentu sulit untuk memperoleh kebahagiaan. Ini membuat saya teringat bahwa usia saya sudah lanjut.

Saya dihormati oleh banyak orang. Namun, apakah saya benar-benar telah melakukan sesuatu yang layak untuk dihormati? (Ya.) Inilah yang menjadi pengingat bagi diri saya. "Seiring berlalunya waktu, usia kehidupan kita pun berkurang" merupakan kalimat yang mengingatkan kita untuk mawas diri. Meski kalian menjawab bahwa saya layak dihormati, tetapi saya tidak merasa demikian.

Usia kehidupan yang terus berkurang setiap hari adalah sebuah fakta. Lalu, apakah nilai kehidupan kita jika kita hanya menyia-nyiakan waktu dalam hidup kita? Jadi, kehidupan kita hanya akan bernilai jika kita memanfaatkan kesempatan selagi masih ada hal yang dapat dilakukan. Jangan berpikir, "Apakah saya bisa mencari pekerjaan yang lebih santai?" Hanya dengan berinteraksi dengan orang lain, barulah kita dapat belajar tentang kehidupan dan memahami bahwa sifat manusia itu berbeda-beda.

Kehidupan setiap orang itu berbeda, sebagaimana wajah setiap orang yang tidak sama. Begitu pula dengan hati. Meski setiap orang memiliki mata, hidung, telinga, dan mulut dengan letak yang pada dasarnya sama, tetapi wajah masing-masing tetap berbeda. Di dunia yang dipenuhi oleh banyak manusia ini, ketika Anda melihat seseorang yang dikenal, pasti langsung berkata, "Itu teman saya." Anda pun langsung menghampirinya tanpa takut keliru mengenali orang. Hal ini sungguh menakjubkan.


Di antara begitu banyak orang, kita dapat langsung mengenali teman kita dan menyebutkan namanya, sedangkan yang lain tidak kita kenal. Kehidupan ini penuh dengan keajaiban. Terkadang, saya sendiri juga merasakan bahwa kehidupan ini sungguh menakjubkan. Jadi, apa pun yang dilakukan oleh seseorang, hasilnya tetap akan diperoleh dirinya sendiri.

Ketika ada orang yang datang untuk berdonasi dan berkata bahwa dia ingin membalas budi seseorang dan berdonasi atas namanya demi melimpahkan jasa padanya, saya akan berkata, "Siapa yang makan, dialah yang akan merasa kenyang. Jika Anda ingin melakukan kebajikan atas nama seseorang, itu adalah hak Anda. Namun, saya ingin memberi tahu Anda bahwa setiap orang akan menikmati hasil dari perbuatannya sendiri." Inilah prinsip kebenaran sejati dan saya menyampaikannya dengan jujur.

Niat untuk melimpahkan jasa kepada orang lain adalah niat baik. Namun, berdasarkan prinsip kebenaran, tetaplah setiap orang akan memperoleh hasil dari perbuatannya sendiri. Karena itulah, kita harus bersumbangsih. Kita akan memperoleh hasil dari apa yang kita lakukan. Namun, dalam kehidupan juga terdapat perasaan antarmanusia. Jika kalian mengikuti permintaan donatur seperti itu, mereka akan merasa tenang dan sukacita. Apakah kalian mengerti? (Mengerti.)

Ada beragam cara untuk merespons niat setiap orang. Singkat kata, selama dilakukan dengan sukacita disertai niat untuk membalas budi, semuanya merupakan niat yang baik. Hal yang terpenting ialah bersatu. Dunia ini dipenuhi dengan orang-orang menderita dan kita membawa bantuan tanpa membeda-bedakan negara. Di Tzu Chi, donasi itu bagaikan tetesan air yang masuk ke lautan. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kita dapat membawa bantuan ke seluruh penjuru dunia.


Saya merasa sangat bersyukur. Saya berharap semuanya dapat mempertahankan semangat ini selamanya. Saya juga berharap generasi berikutnya dapat bersungguh hati. Terkadang, saya juga memberi tahu mereka bahwa Tzu Chi harus tetap ada selamanya. Generasi berikutnya harus mewarisi semangat Tzu Chi dengan baik. Hal yang paling penting ialah mereka harus belajar untuk tulus. Saya sering menyampaikan hal ini kepada mereka.

Kita semua juga berharap anak cucu kita dapat mewarisi semangat ini. Inilah kebajikan yang kita wariskan kepada mereka. Yang kita wariskan bukanlah harta, melainkan kebajikan. Mewariskan kebajikan kepada anak cucu merupakan hal yang paling penting. Jika setiap orang memiliki sifat bajik, masyarakat akan selamanya damai dan tenteram. Jadi, hendaknya kita saling berterima kasih. Kita bukan hanya bersumbangsih sendiri, melainkan bersumbangsih bersama sekelompok teman yang baik.

Sebagai teman yang baik, hendaknya kalian menyebarkan ajaran bajik kepada banyak orang. Inilah teman baik yang sesungguhnya. Aksara Tionghoa "teman" terdiri dari dua aksara "bulan". Ini berarti bulan saya menerangi Anda dan bulan Anda menerangi saya. Dua bulan yang saling menerangi, itulah yang membentuk aksara "teman". Jadi, hendaknya kita saling menerangi dengan hati yang bajik dan saling menyemangati.

Menyebarkan Dharma lewat teknologi tanpa memandang batas negara
Membuka hati dan pikiran untuk menumbuhkan kebijaksanaan
Hari yang terus berlalu merupakan pengingat bagi diri sendiri
Mitra bajik saling menerangi dan mewariskan kebajikan dalam keluarga

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 10 Maret 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 12 Maret 2026
Orang bijak dapat menempatkan dirinya sesuai dengan kondisi yang diperlukan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -