Ceramah Master Cheng Yen: Para Dokter Berjuang Melindungi Semua Makhluk
“Jalinan jodoh saya dengan Tzu Chi sangatlah dalam. Pada tahun pertama menjadi dokter residen, saya pergi ke RS Tzu Chi. Setelah berada di sana, saya merasakan kehangatan dari keluarga besar Tzu Chi. Saat itu, saya bertekad bahwa pada tahun keenam menjadi dokter residen, saya akan kembali lagi,” kata Huang Jie-qi, Direktur Medis RS Tzu Chi Dalin.
“Menjelang kelulusan, saya sempat kembali ke RS Tzu Chi selama sekitar 3 bulan. Kebetulan pada saat itu, RS Tzu Chi Dalin baru saja beroperasi. Sejak itulah, saya menyampaikan kepada Kepala RS Chien bahwa saya ingin melayani masyarakat di sini karena kampung halaman saya juga berada di daerah ini. Jadi, sejak 26 tahun yang lalu, saya telah membangun tekad untuk terus melanjutkan jalinan jodoh saya dengan Tzu Chi,” lanjut Huang Jie-qi.
Huang Jie-qi melanjutkan “Master berkata bahwa kita harus menginventarisasi kehidupan. Menginventarisasi perjalanan selama 26 tahun terakhir, rasanya waktu berlalu begitu cepat. Setiap hari, saya melihat Wakil Kepala RS Chen mengunjungi setiap kamar. Beliau sering berkata, ‘Mengapa setiap hari Anda muncul?’ Saya menjawab, ‘Anda juga demikian.’”
“Kami selalu merawat pasien hingga mereka membaik. Respons pasien kepada kami sesungguhnya jauh lebih berharga daripada uang. Saya merasa inilah semangat yang dimiliki oleh tim bedah RS Tzu Chi Dalin, yaitu selalu mengutamakan kepentingan pasien tanpa memperhitungkan keuntungan sehingga pasien dapat memperoleh pelayanan medis dengan kualitas terbaik,” pungkas Huang Jie-qi.


Ketika kembali ke Dalin, saya benar-benar merasakan kehangatan di sini. Saya masih ingat, pada waktu itu, pemerintah Kota Dalin sangat berharap Tzu Chi dapat membangun rumah sakit di sini. Mereka bahkan sampai pergi tiga kali ke Hualien untuk mengajukan permohonan kepada saya. Dari situ saya dapat merasakan betapa besar harapan masyarakat di sini. Mereka berkata, "Master, kami sungguh berharap Anda dapat membangun rumah sakit di Dalin."
Awalnya, saya tidak berani menyanggupinya. Saya memberi tahu mereka, "Jika benar-benar ingin membangun rumah sakit, setidaknya harus tersedia lahan sekitar 20 hektare." Saya juga menjelaskan bahwa ini bukan hal yang mudah. Jika ingin membangun sebuah rumah sakit, banyak persyaratan yang harus dipenuhi, termasuk menyediakan lingkungan yang membuat para dokter dapat tinggal dengan tenang bersama keluarga mereka. Hanya dengan begitu, barulah sebuah rumah sakit dapat dikelola secara berkelanjutan.
Dahulu, lahan ini hanyalah sebuah ladang tebu. Saat itu, saya diajak untuk meninjau lahan yang luasnya 18 hektare lebih. Kebetulan, A-jing dan mertuanya juga memiliki lahan yang luasnya lebih dari 1 hektare di sebelah lahan tersebut. Ini merupakan jalinan jodoh yang begitu indah. Sesungguhnya, berdirinya rumah sakit ini merupakan hasil dari ketulusan hati begitu banyak orang.
Meski sudah memiliki lahan, awalnya saya tetap merasa sangat khawatir dengan rumah sakit besar yang sedang dibangun ini. Setiap kali datang melihat lokasi pembangunan, saya berpikir, "Dari mana kita akan mendapatkan dokter?" Berkat jodoh baik dan berkah, kita akhirnya memperoleh begitu banyak dokter yang baik. Setiap dokter di RS Tzu Chi Dalin sungguh layak mendapat pujian. Semuanya memiliki semangat yang membumi, sederhana, serta penuh cinta kasih dan ketulusan.
Sekarang, ketika kalian berbagi pengalaman, saya sering mendengar kalian berkata, "Saat ini, anak saya sudah kuliah di Hualien." Keluarga Tzu Chi benar-benar selalu mewariskan semangat Tzu Chi dari generasi ke generasi. Saya merasa sangat dekat dengan kalian. Yang saya rasakan bukan sekadar hubungan profesional, melainkan benar-benar ikatan kekeluargaan yang erat.


Setiap kali datang ke Dalin, saya selalu berkata, "Saya pulang ke Dalin." Kalimat itu keluar secara alami. Saya sering menceritakan bahwa setelah sarapan di pagi hari, saya terkadang berdiri memandang ke bawah. Saya melihat para dokter yang datang satu per satu untuk mulai bekerja, ada pula yang pulang setelah bekerja di jam malam, dan ada para ibu yang mengantar anak mereka ke taman kanak-kanak. Semuanya terasa seperti satu keluarga.
Saya percaya bahwa apa yang kalian rasakan itu sama dengan saya. Hati kalian telah menyatu dengan keluarga besar ini. Meski berasal dari berbagai daerah dan keluarga yang berbeda-beda, ketika berkumpul di sini, kita menjadi satu keluarga besar. Kita bukan hanya rekan kerja, melainkan juga rekan seperjalanan dalam misi. Kalian memiliki cita-cita yang sama sebagai dokter. Ketika memilih datang ke sini, kalian telah bertekad untuk menjadi bagian dari keluarga besar ini.
Pasien yang kita temui setiap hari bukanlah orang yang tidak memiliki hubungan dengan kita. Banyak di antara mereka adalah saudara se-Dharma dan donatur Tzu Chi. Tzu Chi dibangun melalui akumulasi tetes demi tetes cinta kasih. Saya sangat berharap setiap dokter tidak meremehkan hal sekecil apa pun, terutama terhadap setiap pasien. Kita membutuhkan dokter yang penuh cinta kasih dan bersedia melayani di daerah pedesaan.
Kini, Dalin sudah bukan lagi pedesaan seperti yang dahulu saya kenal. Ini berarti apa yang kita lakukan selama ini sudah benar. Dari langkah-langkah kecil, kini telah berdiri sebuah rumah sakit besar di tengah sawah. Semua ini terwujud karena setiap dokter memiliki hati, tekad, dan kekuatan sehingga tidak ada kesulitan yang tidak bisa diatasi. Yang terpenting ialah semangat kebersamaan, bukan hanya masing-masing dokter spesialis bekerja sendiri di bidangnya.
Bukan berarti ketika giliran bidang saya, saya bekerja sendirian. Daripada bekerja sendiri, lebih baik semuanya berhimpun untuk saling membantu. Kehangatan hubungan antarmanusia seperti inilah yang harus kita hargai. Saya merasa sangat bersyukur. Rasa syukur ini muncul karena saya merasa tenang. Kalian semua mampu melakukannya hingga membuat saya merasa tenang. Rasa syukur ini sungguh sulit diungkapkan dengan kata-kata.


Saya sering berkata bahwa perasaan ini benar-benar tidak dapat dideskripsikan dengan kata-kata. Saya tidak dapat menemukan perumpamaan apa pun untuk menggambarkan betapa besar rasa syukur saya. Namun, yang ingin saya sampaikan hanyalah satu hal, yaitu nilai kehidupan kalian sangatlah tinggi karena kalian adalah penolong dalam kehidupan begitu banyak orang.
Bagi setiap pasien yang kalian tangani, kalian adalah penolong dalam hidup mereka karena kalian mampu melenyapkan penderitaan mereka. Hendaknya semuanya terus membangkitkan hati Bodhisatwa dan saling menyemangati dengan cinta kasih. Dengan cara seperti itu, kita akan terus berkembang. Inilah teladan yang harus dimiliki dunia medis.
Dalam kehidupan ini, saya merasa telah menjalani kehidupan yang bernilai. Seandainya 60 tahun lalu kita tidak memulai praktik 50 sen, tentu tidak akan ada misi kesehatan Tzu Chi saat ini. Begitu banyak dokter membangun satu tekad untuk menyelamatkan orang lain. Hati yang ingin menyelamatkan orang lain itulah yang menjadikan hidup benar-benar bernilai.
Apa pun bidang spesialis kalian, bahkan terhadap staf kebersihan rumah sakit, saya sangat berterima kasih kepada semuanya. Saya pernah berkata, "Jika bukan karena ketekunan kalian dalam menjaga kebersihan, ketika terjadi infeksi, para dokter pun akan menghadapi kesulitan. Syukurlah ada kalian yang menjaga kebersihan." Ada begitu banyak hal yang patut disyukuri.
Saya sangat bersyukur bisa datang ke sini. Terlebih lagi, kita dapat berkumpul di tempat yang sederhana ini untuk saling berbagi pengalaman. Saya benar-benar merasakan kehangatan itu.
Membangun RS Tzu Chi Dalin dengan kesatuan tekad
Melindungi semua makhluk dengan cinta kasih dan keahlian
Para dokter menghimpun kekuatan bajik
Menjadi penyelamat di Dunia Saha
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 25 Juni 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 27 Juni 2026







Sitemap