Ceramah Master Cheng Yen: Saling Memuji dan Mendukung Pencapaian Bersama
“Saya dilantik menjadi anggota komite Tzu Chi pada tahun 1986. Hingga kini, saya sudah menapaki Jalan Bodhisatwa selama 40 tahun. Dalam perjalanan 40 tahun ini, apa yang saya lakukan dan berikan menjadi bagian paling bermakna dalam hidup saya. Saya berharap buku ini dapat diwariskan dari generasi ke generasi dan saya bisa menjadi teladan bagi anak cucu dalam berbuat baik dan menjadi manusia. Saya juga berharap ini dapat meninggalkan kenangan yang abadi bagi mereka. Terima kasih, Master,” kata Wu Qing-yun, relawan Tzu Chi.
“Sebagai murid Master, saya telah memperoleh banyak berkah. Selain usaha yang kami jalankan berkembang dengan baik, para karyawan juga sangat tekun dan bersemangat. Tentu saja, keluarga saya juga hidup dalam kebahagiaan dan kehangatan. Master telah memberikan begitu banyak kebijaksanaan dan berkah kepada saya. Hari ini, saya kembali memiliki jalinan jodoh untuk menerima buku ini dari Master. Saya merasa sangat Bahagia,” kata Shen Wen-zhen, relawan Tzu Chi.
Saya merasa sangat bersyukur. Kita semua yang hadir di sini adalah para perintis awal Tzu Chi. Pada masa awal, kita melalui banyak kesulitan, tetapi kita terus melangkah hingga bisa seperti sekarang ini. Orang yang telah kita bantu sangatlah banyak. Kekuatan ini berasal dari kalian semua.
Belakangan ini, saya sering melihat catatan sejarah Tzu Chi di malam hari. Hal pertama yang saya perhatikan setiap hari ialah berbagai peristiwa dunia selama puluhan tahun ini. Urusan dunia lebih banyak dipenuhi dengan kesedihan daripada kebahagiaan. Saya sering teringat bahwa Buddha mengatakan hidup ini adalah penderitaan. Memang benar, kehidupan adalah penderitaan. Namun, jika kita merenungkannya, kita sebenarnya sangatlah bahagia.

Setiap orang memiliki kondisi kehidupan yang berbeda, tetapi jika dilihat secara keseluruhan, kita semua adalah orang yang dipenuhi berkah. Oleh karena berada di Tzu Chi, kita tidak menempuh jalan hidup yang keliru. Kita semua bersumbangsih bagi masyarakat. Buku yang kalian pegang saat ini menunjukkan bahwa dukungan kalian terhadap Tzu Chi sangatlah besar sehingga saya dapat terus melakukan hal baik bagi dunia. Jika hanya disampaikan secara lisan, hal ini tidak akan pernah habis diceritakan.
Nilai kehidupan harus diwariskan kepada anak cucu agar mereka tahu apa yang telah kita lakukan bagi dunia dan apa yang selama ini kita perjuangkan setiap hari. Mereka akan berpikir, "Ayah, Ibu, Kakek, dan Nenek menjalankan Tzu Chi di masa lalu. Sesungguhnya, apa itu Tzu Chi?"
Saat ini, selama mereka merasa tertarik, kita harus menjelaskan kepada mereka. Da Ai TV telah tersebar luas. Ajaklah anak-anak dan generasi mendatang untuk cukup menekan satu tombol agar bisa mengetahui apa yang dilakukan Tzu Chi. Tentu saja, ini semua membutuhkan kerja sama yang harmonis dari banyak orang agar dapat terwujud seperti sekarang ini.
Potongan-potongan kecil sejarah di dunia ini, ketika dihimpun bersama, akan menjadi sejarah besar dan menyeluruh. Jadi, kita tidak perlu sungkan, melainkan harus saling memuji. Ketika kita bersama-sama melakukan suatu hal dan ada yang melakukannya dengan baik, kita dapat memujinya. Dengan saling memuji, kita bersama-sama menuliskan sejarah dengan baik.

“Jalinan jodoh saya dengan Venezuela bermula pada tanggal 15 Desember 1999, ketika hujan deras menyebabkan bencana tanah longsor. Paman Stephen Huang memimpin 5 relawan AS untuk berangkat melakukan survei bencana,” kata Wu Yu-hua, relawan Tzu Chi.
“Pada bulan Desember 1999, saya melihat laporan berita bahwa kondisi di Venezuela sangat parah. Sekitar tanggal 20-an Desember, saya menerima panggilan telepon dari Kakak Stephen Huang. Beliau mengatakan bahwa ia akan pergi ke Venezuela untuk melakukan survei bencana dan bertanya apakah saya bisa ikut bersamanya. Tentu saja, saya memanfaatkan jalinan jodoh tersebut,” kata Chen Ji Hong, relawan Tzu Chi.
“Setelah tiba di Venezuela, gubernur di sana mengendarai mobil jip untuk membawa kami berkeliling. Tentu saja, kami berjalan kaki dan berkendara secara bergantian. Jalan yang kami lalui sebenarnya bukanlah jalan, melainkan terbentuk akibat longsoran tanah. Kami bahkan berjalan di atas atap rumah warga. Artinya, kami tidak dapat membayangkan berapa banyak orang yang tertimbun di bawahnya,” pungkas Chen Ji Hong.
“Saat melakukan survei bencana, kebetulan saya sedang berada di Dominika untuk kegiatan pembagian bantuan. Jadi, kami berdua harus terpisah. Ia pergi ke Amerika Selatan, sementara saya berada di Amerika Tengah. Meski saya tidak ikut dalam survei bencana di Venezuela, ketika Ji Hong kembali, saya yang mengetik semua laporannya. Setiap kata saya ketik dengan teliti sehingga seolah-olah saya juga turut serta dalam survei bencana tersebut,” kata Lin Lü Rong, relawan Tzu Chi.
Lihatlah pasangan suami istri, Lü Rong dan Ji Hong, yang bergandengan tangan untuk menjelajahi berbagai penjuru dunia. Setelah mengikuti pelatihan relawan di AS, pasangan ini bertekad untuk membawa bantuan ke berbagai negara. Mereka telah mengunjungi Amerika Tengah dan Selatan.
Ke mana pun mereka pergi, mereka selalu memperkenalkan Tzu Chi dan mendorong orang-orang untuk melangkah maju. Dengan demikian, orang-orang dapat memahami bahwa di mana pun ada insan Tzu Chi, di sana akan ada orang yang bersedia mendengarkan, kemudian tergerak dan bangkit untuk berbuat baik. Ketika ada orang yang menderita, orang-orang akan melaporkannya kepada relawan dan ikut dalam kegiatan penyaluran bantuan. Dengan cara ini, perlahan-lahan kita dapat membantu banyak orang.

Selama ada satu orang yang membangun tekad, ketika jalinan jodoh itu matang, kita akan memiliki kesempatan untuk berbuat baik. Artinya, selama ada orang yang menderita, selalu ada peluang bagi mereka untuk diselamatkan. Jadi, sebagai insan Tzu Chi, kita harus lebih banyak berjalan, berbicara, melihat, dan bertindak. Ketika semua hal ini dihimpun, ia akan membentuk sejarah. Saya merasa sangat bersyukur.
Di Tzu Chi, kita tidak boleh meremehkan hal kecil lalu tidak melakukannya dan tidak boleh meremehkan sumbangan kecil lalu mengabaikannya. Kita harus benar-benar menghargai semuanya. Jangan menganggap bahwa perbuatan baik itu adalah hal yang sepele, lalu dilewatkan begitu saja tanpa diperhatikan.
Pada awalnya, kita memulai misi kesehatan dengan kegiatan baksos kesehatan dan menyadari bahwa jumlah orang yang sakit sangatlah banyak. Jika penyakit ringan tidak segera ditangani, ia dapat berkembang menjadi penyakit berat sehingga kita harus mengirim mereka ke rumah sakit. Dari sinilah kemudian muncul gagasan untuk membangun rumah sakit. Semua ini dilakukan secara bertahap, dimulai dari hal kecil hingga berkembang menjadi hal besar. Begitulah Empat Misi Tzu Chi terbentuk.
Hendaknya kita memiliki semangat seperti dahulu, yaitu ketika 30 ibu rumah tangga membawa keranjang sayur dan berkata, "Lima puluh sen dapat menolong orang lain." Saat ini, hendaknya kalian memberi tahu semua orang bahwa di dunia ini, ada banyak orang yang membutuhkan kita. Selama kita bisa menarik orang untuk peduli terhadap Tzu Chi, terlepas dari apakah orang itu berdonasi atau tidak, yang terpenting ialah kita telah menyebarkan Dharma dan membawa manfaat bagi semua makhluk. Inilah yang disebut menyampaikan kebaikan agar orang lain turut melakukannya.
Mengenang masa-masa sulit ketika memikul tanggung jawab besar
Mewariskan tradisi kebajikan dalam misi amal
Saling memuji dan mendukung pencapaian bersama
Menggarap ladang berkah dengan menyebarkan Dharma dan membawa manfaat bagi semua makhluk
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 18 Maret 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 20 Maret 2026







Sitemap