Ceramah Master Cheng Yen: Saling Mengasihi dan Mempraktikkan Kebajikan untuk Menciptakan Berkah
Tahun Baru Masehi telah berlalu dan Tahun Baru Imlek hampir tiba. Sungguh, waktu berlalu dengan sangat cepat. Karena itu, kita harus menyemangati diri sendiri untuk menggenggam waktu dengan baik setiap hari dan segera melakukan hal yang seharusnya dilakukan. Demi ajaran Buddha, demi semua makhluk, inilah harapan guru saya terhadap saya. Beliau berkata, "Kita memiliki jalinan jodoh sebagai guru dan murid. Berhubung telah meninggalkan keduniawian, kamu harus menggenggam jalinan jodoh ini."
Kali ini, saya memulai perjalanan dari wilayah utara Taiwan ke Tainan. Jadi, saya melakukan perjalanan dari utara ke selatan. Segala sesuatu yang saya lihat dalam perjalanan ini membuat saya merasa tenang dan dipenuhi berkah. Saya bisa melihat masyarakat yang harmonis serta orang-orang yang penuh cinta kasih dan terus mengarah pada kebajikan. Kondisi kehidupan seperti ini membuat saya sangat tenang.
Keharmonisan, kesatuan, dan ketulusan antarmanusia, saya rasa inilah yang terpenting. Kita sering berkata bahwa saat memberi penghormatan kepada Buddha, hati kita harus tulus. Dengan hati yang tulus, barulah kita bisa merasakan para Buddha dan Bodhisatwa. Saat kita berdoa dengan tulus, barulah gema doa kita bisa menjangkau para Buddha dan Bodhisatwa. Saudara sekalian, singkat kata, dalam meneladan Buddha, kita harus tulus dan bersungguh hati.

Ketulusan, kesungguhan hati, dan tata krama yang penuh cinta kasih sangatlah penting. Buddha mengajarkan bahwa segala sesuatu di dunia ini mengandung prinsip kebenaran. Semua prinsip kebenaran bermanfaat bagi kehidupan. Karena itu, kita harus bersyukur. Kita hendaknya bersyukur atas lahan berdirinya Aula Jing Si Tainan ini. Dalam proses pembangunan, ada banyak anggota komite dan Tzu Cheng yang mendedikasikan diri untuk mendukung.
Relawan Xu Ming-xian berfokus memberikan dukungan di sini. Sebelum saya memastikan untuk membangun Aula Jing Si di sini, dia sering kembali ke Hualien. Saat pembangunan akan dimulai, dia pun membangkitkan tekad dan ikrar. Dia juga memiliki pekerjaan sendiri. Namun, dia mengesampingkannya dan berfokus mengurus segala sesuatu dalam pembangunan kita dengan sangat saksama.
Tadi, saat saya berjalan menuruni tangga, seorang bhiksuni Griya Jing Si berkata pada saya, "Master, bagian ini agak miring." Saya melihatnya dan menyadari bahwa itu sangat aman. Relawan Xu sangat cermat. Di bagian yang agak miring itu, dia menambahkan tempelan antislip agar saya tidak tergelincir. Dia sangat cermat dan perhatian. Saya yakin bahwa dia telah kembali lagi dan bertumbuh setinggi ini. Dia akan kembali meneruskan misi Tzu Chi.
Kini, kalian semua menjalankan misi Tzu Chi dengan baik. Para anggota Tzu Cheng dan komite kita telah mengemban tanggung jawab untuk berjuang demi ajaran Buddha dan semua makhluk. Kalian semua mengemban misi saya. Keluarga besar Tzu Chi dan bangunan ini dapat mendukung pelatihan diri kita. Di sini, kita juga dapat melatih diri bersama. Kalian harus menjaga "rumah" ini dengan baik. Di belakang kalian, masih ada anak-anak yang akan mewarisi misi dari kalian kelak. Kita harus membimbing mereka dengan baik.

“Sutra Makna Tanpa Batas yang mengandung cinta dan welas asih agung Membawa keheningan dan kemurnian bagai kristal Membangkitkan rasa hormat dan tekad yang teguh Hendaknyalah disebarluaskan ke seluruh dunia.”
“Kami akan bersatu hati dan bekerja sama untuk menjaga tekad pelatihan; menyebarkan Dharma dan membawa manfaat bagi semua makhluk dengan keyakinan, ikrar, dan praktik; tekun dan bersemangat menjalankan misi di komunitas. Kami berikrar untuk menggalang Bodhisatwa dunia secara luas.”
Melihat para Bodhisatwa di Tainan membangkitkan tekad dan ikrar, saya sangat tersentuh. Saya juga melihat dan mendengar kelantangan suara anak-anak yang tak kalah dari semua orang dewasa di sini. Saya bisa melihat harapan pada generasi penerus kita.
Saya bersyukur atas kekuatan cinta kasih Bodhisatwa sekalian. Cinta kasih tidak memandang perbedaan ras. Kita melindungi kesehatan umat manusia di seluruh dunia dengan cinta kasih, bukan hanya Tainan ataupun Taiwan. Kita membangkitkan tekad dan ikrar agung demi seluruh dunia. Semoga kekuatan cinta kasih Tzu Chi dapat menjangkau seluruh dunia.

Saya bersyukur atas kekuatan cinta kasih setiap orang. Di Tzu Chi, semua orang menghimpun cinta kasih untuk menginspirasi, mengasihi, dan menjaga orang-orang di seluruh dunia. Kita bersumbangsih bagi dunia dengan tulus. Saya berharap setiap orang dapat membangkitkan kekuatan cinta kasih dari lubuk hati dan menciptakan berkah bagi dunia.
Kita tidak akan memperoleh pahala dari perbuatan baik orang lain. Tidak ada hal seperti ini. Setiap orang akan menuai hasil dari perbuatannya masing-masing. Jika semua orang dapat bekerja sama dengan harmonis untuk mempraktikkan kebajikan, cuaca akan menjadi bersahabat. Jika cuaca bersahabat, tentu negara akan damai dan masyarakat akan tenteram. Dengan demikian, bagaimana mungkin kita tidak dipenuhi berkah? Kedamaian dunia adalah berkah besar bagi umat manusia.
Saudara sekalian, hendaklah kita selalu ingat untuk membina cinta kasih dalam hubungan antarmanusia. Bodhisatwa adalah makhluk yang memiliki cinta kasih berkesadaran. Kita semua tengah meneladan hati Bodhisatwa dan menapaki Jalan Bodhisatwa. Karena itu, kita hendaknya saling mengasihi dan menjaga. Kita bersatu hati untuk bersumbangsih bagi umat manusia. Inilah kekuatan cinta kasih.
Saya bersyukur kepada kalian yang mendukung Tzu Chi serta menginspirasi orang-orang untuk membangkitkan cinta kasih agung dan menapaki Jalan Bodhisatwa di Tzu Chi.
Mewujudkan masyarakat yang harmonis dengan mengarah pada kebajikan
Meneladan Buddha untuk membawa manfaat bagi semua makhluk dengan tulus
Mendukung pelatihan diri dan mengemban misi
Saling mengasihi dan mempraktikkan kebajikan untuk menciptakan berkah
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 20 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 22 Januari 2026







Sitemap