Ceramah Master Cheng Yen: Senantiasa Mengingat Tekad Awal dan Saling Membimbing
“Lebih dari 30 tahun lalu, Bibi Ye Shu-mei membawa benih Tzu Chi ke Malaysia. Benih ini telah bertumbuh subur hingga membentuk hutan sekarang. Namun, kami tidak akan pernah lupa bahwa benih ini berasal dari tempat ini,” kata Song Ji Hui, Wakil ketua Tzu Chi Malaysia.
“Tahun 2025, Kantor Cabang Tzu Chi Johor Bahru berdiri 30 tahun dan Kantor Perwakilan Tzu Chi Batu Pahat berdiri 25 tahun. Saya sangat bersyukur kepada Tzu Chi Malaysia dan benih pertama Tzu Chi di Johor Bahru, yakni Kakak Liao Shu-tian dan Kakak Lin Mei-hua, yang menjalankan Tzu Chi di wilayah selatan Malaysia hingga seperti sekarang. Kita kembali mengadakan pementasan adaptasi Sutra Makna Tanpa Batas dengan tema ‘Sutra Makna Tanpa Batas Hadir Kembali’ untuk kembali meneguhkan tekad pelatihan para relawan,” kata Mo Wei Xiang, relawan Tzu Chi.
“Saat menghadapi berbagai kondisi, batin kami tidak terpengaruh. Saat mengemban tanggung jawab, tekad awal kami tak pernah mundur. Saat menghadapi tantangan, kami selalu berpegang pada pikiran benar. Mengikuti langkah Master dari kehidupan ke kehidupan, kami bersedia.”
Para Bodhisatwa di Malaysia sangat dekat di hati saya. Apa lagi yang saya harapkan di kehidupan sekarang? Semua yang saya harapkan telah ada di hadapan saya. Hanya saja, jumlahnya belum cukup. Berhubung alam semesta sangatlah luas, kita harus menyatukan hati insan Tzu Chi di seluruh dunia.

Semua orang hendaknya sepenuh hati membangkitkan ikrar dan bersama-sama melakukan praktik nyata. Saat semua orang memiliki hati, pikiran, dan tindakan yang sama, barulah kita bisa benar-benar menyucikan hati manusia, mewujudkan keharmonisan, dan mengubah dunia ini menjadi tanah suci para Buddha dan Bodhisatwa.
Meski jarak yang harus kita tempuh masih sangat jauh, tetapi saya bisa melihat bahwa kalian telah membuka pintu hati dan menaburkan benih. Saya yakin bahwa dari kehidupan ke kehidupan, kita akan membuka pintu hati dan menabur benih demi benih di dalamnya hingga bertumbuh menjadi hutan yang memenuhi dunia. Di masa mendatang, dunia akan penuh dengan Bodhisatwa dunia, bukan makhluk awam.
Kita sangat berharap dapat melihat pencapaian Tzu Chi di kehidupan sekarang. Benih-benih Tzu Chi sudah mulai menghasilkan buah. Jalinan jodoh di antara kita bukan baru terbentuk di kehidupan sekarang, melainkan dari berbagai kehidupan lampau. Kita hendaknya saling mengingatkan untuk tidak melupakan tekad awal masing-masing. Sebersit tekad bagaikan sebutir benih yang dapat menghasilkan benih yang tak terhingga. Meski benih-benih yang kita tabur belum membentuk hutan Bodhi, tetapi setiap butir benih itu sangatlah padat.

Bodhisatwa sekalian, kita harus sungguh-sungguh merawat benih Bodhi agar setiap butir benih bisa tumbuh padat dan matang. Jadi, hanya bertunas saja tidaklah cukup. Jika kita tidak sungguh-sungguh merawatnya, ia tidak akan bertumbuh. Kini, kita tengah berusaha untuk mematangkan benih Bodhisatwa kita. Kita memiliki jalinan jodoh di kehidupan sekarang. Ingatlah bahwa dahulu, kita juga pernah mendengar Buddha membabarkan Dharma di Puncak Burung Nasar.
“Kakek Guru yang terhormat dan terkasih, anak-anak Anda telah kembali. Kakek Guru, mohon tenanglah. Hati anak-anak kami tidak berubah. Kami akan giat mendengar Dharma dan mengikuti pelatihan agar Kakek Guru dapat menyematkan pita bertuliskan ‘Hati Buddha, Tekad Guru’ di depan dada kami. Kakek Guru yang terhormat dan terkasih, tunggulah kami. Kami membutuhkan Kakek Guru.”
Kita harus mewariskan semangat Tzu Chi hingga 50 generasi. Jika satu orang dapat menginspirasi 50 orang, berapa banyak yang dapat diinspirasi oleh 2.500 orang? Saya berharap setiap insan Tzu Chi dapat mewariskan semangat Tzu Chi kepada 50 orang. Lima puluh orang ini adalah benih Tzu Chi. Jika setiap orang menginspirasi 50 orang, setelah puluhan generasi mendatang, dunia ini akan menjadi tanah suci.


Saya berharap saat saya memberikan ceramah, kalian dapat mendengar isi hati saya. Jangan sekadar mendengar ucapan saya, melainkan isi hati saya. Isi hati saya terkandung dalam ucapan saya. Kini, saya harus menguras tenaga untuk berbicara. Saya berharap upaya saya ini dapat membawa manfaat bagi orang yang mendengarnya. Saya telah mengerahkan segenap hati dan tenaga.
Saya berharap setiap ucapan saya dapat kalian ingat baik-baik. Dengan demikian, kata-kata saya pun tidak sia-sia. Ia bagaikan tetes demi tetes nutrisi yang bisa kalian serap. Hendaklah kalian menerima ajaran saya dan menerapkannya di negara kalian. Berkat kemajuan teknologi, kalian bisa melihat saya kapan pun. Saya terus memberikan ceramah dan kalian harus bersungguh hati mendengarnya. Lama-kelamaan, hati kita akan bersatu.
Kalian yang berada di Malaysia hendaknya saling berbagi Dharma. Kalian harus mengingat ajaran saya, mematangkannya, dan terus menyebarkannya. Saya yakin bahwa kalian yang duduk di sini pasti bersungguh hati mendengar Dharma. Saya juga yakin bahwa kalian akan menyebarkan ajaran saya di Malaysia. Saya terlebih yakin bahwa ikrar kalian akan bertahan dari kehidupan ke kehidupan.
Jalinan jodoh kita akan berlanjut dari kehidupan ke kehidupan. Di kehidupan mendatang, mungkin kalian yang akan membimbing saya, juga mungkin saya yang akan kembali membimbing kalian. Jadi, bukan hanya di kehidupan sekarang, melainkan dari kehidupan ke kehidupan. Kita saling membimbing untuk mempertahankan tekad awal kita. Baik saya membimbing kalian maupun kalian membimbing saya, kita selalu mempertahankan tekad awal dari kehidupan ke kehidupan.
Mewujudkan tanah suci yang harmonis di dunia
Menyebarluaskan ikrar agung Bodhi
Menumbuhkan benih dengan air Dharma dan senantiasa saling membimbing
Selamanya mengingat tekad awal dan terus melakukan pewarisan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 04 April 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 06 April 2026







Sitemap