Ceramah Master Cheng Yen: Terjun ke Tengah Masyarakat dengan Kemurahan Hati dan Keberanian

Kamu suka bervegetaris? Mengapa suka?” kata salah seorang relawan Tzu Chi.

“Suka. Karena saya ingin melindungi Bumi, mengasihi hewan, dan menjaga kesehatan,” kata Tan Eg Siu.

“Saat mengandung, saya tetap bervegetaris. Saat dia mulai melihat daging hewan dihidangkan di meja makan orang, saya berbagi dengannya bahwa jika hewan-hewan yang menggemaskan ini dijadikan makanan, keluarga mereka akan kehilangan mereka. Jadi, saat dia bisa berempati terhadap hewan, dia tahu bahwa itu bukanlah yang dia inginkan,” kata Wang Ai Si ibu Tan Eg Siu.

Setiap hari, kita harus mengasihi dan melindungi semua makhluk. Populasi dunia yang melebihi 7,8 miliar orang mengonsumsi lebih dari 2.500 ekor hewan setiap detik. Setiap tahun, ada lebih dari 80 miliar ekor hewan yang disembelih untuk dikonsumsi. Bayangkanlah, hewan ternak juga membutuhkan makanan.

Pakan yang diberikan oleh manusia juga berasal dari tanaman pangan. Berapa lama hewan ternak diberi makan? Sedikitnya setengah tahun. Setengah tahun kemudian, mereka dihidangkan di atas meja dan hanya dinikmati selama puluhan menit. Hidangan daging di atas meja dihabiskan dalam waktu sekitar setengah jam, tetapi butuh waktu setengah tahun atau lebih untuk menernakkan mereka. Jadi, demi menernakkan hewan, manusia harus berbagi bahan pangan dengan hewan.


Manusia menernakkan hewan hanya demi memenuhi nafsu makan, bukan karena bermanfaat bagi kehidupan dan kesehatan manusia. Bukan demikian. Selain itu, mengonsumsi daging juga bisa memasukkan berbagai bakteri ke dalam saluran pencernaan kita. Karena itulah, kita harus membangkitkan cinta kasih dan welas asih agung. Kita harus mengasihi dan menjaga kelangsungan hidup mereka, bukan membunuh mereka.

Jika manusia tidak menernakkan hewan, mereka dapat hidup bebas di habitat mereka. Hewan juga mengalami siklus hidup dan mati. Semua makhluk memiliki perasaan, termasuk hewan. Hewan juga memiliki keluarga dan cinta kasih. Namun, manusia enggan melepaskan mereka serta terus mengejar dan membunuh mereka. Sungguh, demikianlah manusia menciptakan karma buruk di dunia ini.

Buddha berkata bahwa di surga tidak ada kesempatan untuk mencapai kebuddhaan dan di neraka tidak ada kesempatan untuk mendengar Dharma. Semua itu hanya bisa dilakukan di alam manusia.

Di alam manusia terdapat kebaikan dan keburukan. Untuk melatih diri, kita harus ada di alam manusia dan membangkitkan cinta kasih kita karena alam manusia ini penuh dengan penderitaan dan delusi. Batin yang tersesat membutuhkan bimbingan. Karena itulah, Bodhisatwa datang ke dunia ini untuk membimbing semua makhluk.


“Cinta kasih universal yang diajarkan Master Cheng Yen diungkapkan lewat tindakan nyata. Cinta kasih ini adalah cinta kasih yang setara terhadap semua makhluk dan alam semesta,” kata salah seorang relawan Tzu Chi.

“Hari ini, kita menyosialisasikan vegetarisme. Karena itu, kita juga menyiapkan resep masakan vegetaris, bahan masakan yang dibutuhkan, serta alat makan ramah lingkungan kita. Kita berharap setelah pulang ke rumah, mereka dapat mencoba menyiapkan makanan vegetaris dan menyosialisasikan vegetarisme di komunitas. Kami akan menyosialisasikan vegetarisme kepada 300 hingga 400 keluarga di komunitas. Semoga semua orang dapat bervegetaris,” kata Cai Ci Li relawan Tzu Chi.

Sebagian besar warga Dominika bukan vegetarian. Meski insan Tzu Chi di sana tidak banyak, tetapi salah satu relawan kita, Ci Li, terus menyosialisasikan vegetarisme.

Di sebuah gereja Katolik, sebelum membagikan bantuan, insan Tzu Chi berbagi tentang pentingnya melindungi kehidupan serta mengajak orang-orang untuk bervegetaris. Seorang biarawan yang mendengarnya berkata, "Relawan Tzu Chi bukan hanya menjalankan misi amal dengan baik, tetapi juga mengasihi dan melindungi kehidupan hewan. Konsep seperti ini sangat benar dan patut dipuji." Beliau sangat setuju dengan konsep tersebut. Kita bekerja sama dengan mereka karena kita kekurangan tenaga di sana.


Di Dominika, kita kekurangan tenaga untuk mendata orang-orang yang dilanda kesulitan. Jadi, kita bekerja sama dengan biarawan setempat. Mereka juga sangat bersungguh hati dalam bersumbangsih bersama kita. Sungguh, cinta kasih ini sangatlah tulus. Kita bersumbangsih, melindungi kehidupan, dan berbagi konsep yang penuh cinta kasih.

“Anda berikrar untuk bervegetaris berapa lama?”

“Seminggu.”

“Bagaimana dengan Anda?”

“Empat belas hari dan mungkin akan berlanjut.”

“Saya 15 hari.”

“Saya sebulan.”

Jadi, manusia dapat menyebarkan Dharma, bukan sebaliknya. Jika tidak ada orang yang menyebarkan kebenaran, orang-orang tidak akan memahami kebenaran. Jadi, kita melakukannya dengan kesatuan tekad. Tidak peduli orang-orang menganut agama yang sama atau berbeda dengan kita, kita hendaknya lebih aktif dalam menyosialisasikan vegetarisme. Jadi, vegetarisme dilandasi oleh cinta kasih yang paling mendasar dan menyeluruh.

Kita harus membangkitkan cinta kasih yang paling menyeluruh ini. Karena itulah, saya berkata bahwa selama puluhan tahun ini, saya tidak bisa menyampaikan secara langsung apa yang ingin saya sampaikan, yaitu setiap orang harus membina cinta kasih menyeluruh di dalam hati untuk mengasihi dan melindungi semua makhluk. Kita bukan hanya harus mengasihi sesama manusia, tetapi juga harus mengasihi semua makhluk hidup.


Demi menjaga kesehatan diri sendiri, kita harus melindungi kehidupan semua hewan. Jangan membiarkan nafsu makan kita membawa berbagai bakteri ke dalam tubuh kita. Dengan demikian, secara alami setiap orang akan hidup tenteram.

Menghadapi pandemi saat ini, kita semakin perlu untuk memahami kebenaran ini. Kita bisa melihat di Dominika yang sebagian besar warganya bukan vegetarian, yang sebagian besar warganya bukan vegetarian, relawan kita giat menyosialisasikan vegetarisme. Kita juga mendengar dan melihat tidak sedikit orang yang berikrar untuk bervegetaris. Jadi, kita hanya perlu membangkitkan keberanian untuk menyosialisasikan vegetarisme.

Kini, kita harus mengembangkan cinta kasih, welas asih, dan keberanian agung. Dengan kemurahan hati, cinta kasih, dan welas asih, mari kita menyosialisasikan vegetarisme dengan berani. Kita harus sering menyosialisasikan hal yang baik. Terima kasih, Bodhisatwa sekalian.

Kekuatan cinta kasih di dalam hati harus kita bangkitkan. Kita harus bervegetaris dan menyosialisasikan vegetarisme. Terima kasih, Bodhisatwa sekalian.

Mari kita menyatukan hati dan tekad serta menghimpun kekuatan cinta kasih agar pandemi ini segera berlalu dan kita dapat kembali menikmati udara dan bumi yang segar dan bersih. Setelah itu, kita akan hidup tenteram dan dipenuhi kebaikan setiap hari.

Semua makhluk setara dan memiliki perasaan
Membina welas asih di dalam hati dan memiliki kesatuan tekad
Menyosialisasikan vegetarisme dengan kemurahan hati dan keberanian
Mewujudkan keharmonisan bagi dunia lewat tindakan nyata

Ceramah Master Cheng Yen tanggal 28 Februari 2021         
Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina
Ditayangkan tanggal 02 Maret 2021
Ada tiga "tiada" di dunia ini, tiada orang yang tidak saya cintai, tiada orang yang tidak saya percayai, tiada orang yang tidak saya maafkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -