Ceramah Master Cheng Yen: Terjun ke Tengah Masyarakat untuk Melindungi Kehidupan dengan Kebajikan dan Cinta Kasih
Pada zaman Buddha, Beliau mengatakan bahwa dunia ini dipenuhi dengan bencana dan penderitaan. Oleh karena itu, Beliau mengajarkan bahwa antarmanusia harus saling peduli dan saling mengasihi. Inilah yang Buddha ajarkan saat datang ke dunia. Tzu Chi didirikan dengan berpegang teguh pada semangat Buddha ini, ditambah dua kalimat yang disampaikan oleh guru saya, yaitu "demi ajaran Buddha, demi semua makhluk".
Saya memegang teguh pesan dan amanat ini sehingga saya membangun tekad dan ikrar untuk mengikuti ajaran beliau. Semuanya bermula di Hualien dengan menyisihkan 50 sen setiap hari. Saya mengajak semua orang untuk membangun tekad dan ikrar setiap hari untuk berbuat baik. Inilah harapan saya kepada semua orang.
Saudara sekalian, mengapa saya selalu menekankan pentingnya membangkitkan niat baik? Karena hingga sekarang pun, saya masih membutuhkan semua orang untuk membangun tekad yang baik, berikrar baik, dan melakukan perbuatan baik setiap hari. Tetes demi tetes kebajikan dapat terhimpun menjadi besar. Jangan pernah lupa untuk berbuat baik setiap hari.
Berhubung kalian telah bergabung di Tzu Chi, ingatlah untuk menceritakan tentang Tzu Chi kepada siapa pun yang kalian temui dan sampaikanlah ajaran Buddha tentang berbuat baik setiap hari. Begitulah cara kita menyebarkan ajaran Buddha dan mengajak semua orang berbuat baik. Dengan demikian, kita telah mendidik semua orang dan menyucikan hati manusia. Jika bisa seperti ini, Taiwan akan dipenuhi dengan orang-orang baik.

Tempat yang penuh orang baik biasanya akan aman dan damai. Ketika semua orang menciptakan berkah, tempat itu akan diliputi oleh energi berkah. Energi berkah itu akan melindungi semua orang sehingga hidup damai. Lihatlah energi yang ada pada kita saat ini. Dengan cuaca yang baik, apa pun yang ditanam akan tumbuh dengan subur. Inilah yang disebut dengan energi tanah yang baik. Cuaca yang baik, tanah yang baik, ditambah dengan hubungan antarmanusia yang baik, itulah yang disebut dengan energi berkah.
Saya berharap setiap insan Tzu Chi dapat terus mengemban tanggung jawab misi Tzu Chi. Para anggota komite Tzu Chi dan anggota Tzu Cheng sekalian, hendaknya kalian mendengarkan Dharma dan terjun ke tengah masyarakat setiap hari. Begitulah cara menapaki Jalan Bodhisatwa. Ketika kalian bertutur kata baik dan melakukan perbuatan baik, kalian bisa menjadi teladan. Inilah yang disebut dengan Bodhisatwa. Bodhisatwa adalah orang yang dihormati. Setiap orang di hadapan saya yang menghormati langit dan bumi serta mengasihi semua orang, saya sebut sebagai Bodhisatwa.
Bodhisatwa sekalian, setiap kali bertemu kalian, saya selalu memanggil kalian "Bodhisatwa". Terutama di Taiwan, jumlah rata-rata orang baik lebih banyak. Sangat sedikit orang yang tidak mengenal Tzu Chi. Jumlah orang yang mengenal Tzu Chi dan turut mendedikasikan diri dalam aktivitas Tzu Chi sangatlah banyak. Oleh karena itu, saya selalu berkata bahwa Taiwan adalah tanah berkah yang dihuni oleh orang-orang yang penuh berkah. Bukankah ini adalah energi berkah? Saya merasa sangat bersyukur.

Belakangan ini, dunia terasa tidak seimbang dan hati manusia bergejolak. Di banyak negara, hati manusia tidak selaras. Antarnegara pun sulit berdamai sehingga timbul kekacauan. Ditambah lagi, perubahan iklim menyebabkan banjir besar, angin kencang, dan hujan deras. Banyak negara dipenuhi dengan bencana alam dan bencana akibat ulah manusia. Jadi, saat ini diperlukan banyak orang yang menciptakan berkah agar dunia dapat damai dan tenteram.
Kekuatan cinta kasih adalah perlindungan terbaik bagi sebuah negeri. Agar sebuah negara bisa damai dan empat unsur alam selaras, dibutuhkan sikap batin yang benar dari manusia. Hendaknya semua orang memiliki hati yang baik untuk terus berbuat baik. Ketika semuanya memiliki hati yang baik, segalanya akan berjalan selaras. Dengan mengikuti hukum alam dan mengasihi bumi, ini menunjukkan keharmonisan hati manusia.
Kehidupan ini tidaklah kekal. Hendaknya kita mawas diri. Tentu saja, semua orang harus saling menjaga dan menganggap satu sama lain sebagai keluarga. Gunakanlah cinta kasih untuk saling membantu dan berinteraksi. Inilah kebaikan-kebaikan yang ada di Taiwan. Hendaknya kita terus bersumbangsih, menyerukan perbuatan baik, dan memperluas cinta kasih hingga ke tingkat internasional.

Jika memiliki teman atau kerabat di luar negeri, hendaknya kita mengajak dan menyemangati mereka untuk turut berbuat baik. Ketika orang mendengar ajaran yang baik dan mau melakukan kebaikan, mereka akan membawa manfaat bagi masyarakat. Orang-orang seperti ini disebut sebagai Bodhisatwa. Buddha datang ke dunia demi satu tujuan besar, yaitu terjun ke tengah masyarakat untuk mengajarkan praktik Bodhisatwa.
Hendaknya kita mengikuti ajaran Buddha. Sama seperti yang dikatakan oleh guru saya, "Berhubung Anda telah menjadi kaum monastik, bekerjalah demi ajaran Buddha dan demi semua makhluk." Guru saya juga menekankan ajaran Buddha yang humanistik. Saya mendengarkan ajaran beliau sehingga mewujudkan semangat dan nilai-nilai itu dalam kehidupan nyata. Dari sanalah Tzu Chi bermula.
Saudara sekalian, saya merasa sangat terhibur bisa hadir di dunia pada kehidupan ini. Saat ini, saya akan mengatakan apa yang menurut saya perlu dikatakan, bukan karena sombong, melainkan karena ingin menyampaikan kebenaran kepada semuanya. Sesungguhnya, berapa banyak prinsip hidup di dunia yang bisa dibicarakan? Tidak ada habisnya untuk dibicarakan. Namun, yang terpenting ialah terjun ke tengah masyarakat untuk saling peduli dan saling membimbing.
Melindungi semua makhluk dengan hati Buddha dan tekad Guru
Menghimpun tetes demi tetes kebajikan dan mempraktikkan ikrar agung
Menciptakan berkah dengan kebajikan dan cinta kasih serta menjadi teladan
Terjun ke tengah masyarakat untuk mencurahkan perhatian dan membimbing semua makhluk
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 03 Februari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 05 Februari 2026







Sitemap