Ceramah Master Cheng Yen: Tim Medis Memberikan Kehangatan dengan Cinta Kasih Agung
“Relawan Tzu Chi yang kami tangani mengalami gagal jantung. Seluruh gejala yang beliau alami merupakan gejala khas gagal jantung, bahkan kondisinya telah memburuk hingga mengalami sesak napas. Di rumah, beliau membutuhkan bantuan oksigen, tetapi setelah diberikan bantuan oksigen pun, perlu waktu 30 menit hingga 1 jam agar kondisinya membaik. Jadi, saat itu, kami menyarankan agar beliau segera dirawat di rumah sakit,” kata Zhang Heng-jia, Wakil Kepala RS Tzu Chi Taipei.
“Proses pengobatannya berjalan lancar sehingga beliau dapat dipulangkan. Saat kontrol pada tanggal 1 Juni, kondisinya relatif stabil meski masih memerlukan pemulihan jangka panjang karena beliau merupakan pasien gagal jantung kronis. Meski penyakit ini tergolong serius, berkat kemajuan ilmu kedokteran, kami dapat membantu pasien mempertahankan kondisi yang relatif stabil,” lanjut Zhang Heng-jia.
“Beliau yang saya maksud ialah Kakak Gao Ai. Kami sangat bersyukur karena setiap akhir tahun, kepala rumah sakit akan mengajak seluruh tim untuk mengunjungi saudara se-Dharma. Sesungguhnya, ini bukan sekadar mencurahkan perhatian, melainkan juga kesempatan bagi kami untuk belajar. Dari dedikasi para relawan senior, kami memperoleh begitu banyak pelajaran,” ungkap Zhang Heng-jia.
“Saya juga sangat bersyukur karena saat merawat para relawan dan berinteraksi dengan mereka, saya selalu mendapatkan banyak pelajaran. Jadi, kami bukan hanya belajar dari penyakit, tetapi juga belajar dari seluruh keluarga besar Tzu Chi. Dari merekalah, kami terus belajar dan bertumbuh,” pungkas Zhang Heng-jia.
Setelah mendengar dan melihat semua yang telah disampaikan, saya yakin kalian semua merasa sangat bersukacita dan tenang.
Saat ingin membangun rumah sakit, saya berpikir bahwa meski Taipei merupakan kota metropolitan, Tzu Chi tetap harus membangun misi kesehatan di sana. Sebab, insan Tzu Chi juga manusia biasa yang tidak lepas dari fase lahir, tua, sakit, dan mati. Saya sendiri pun berada dalam hukum alam yang sama dan tidak ada yang bisa saya lakukan.
Penuaan tetap terus terjadi dan sakit juga merupakan sesuatu yang wajar. Betapa pun majunya dunia medis, semuanya tetap mengikuti hukum alam. Bukan berarti setiap orang yang berobat ke dokter pasti tidak akan sakit lagi. Namun, ketika pasien memiliki jalinan jodoh bertemu dengan dokter yang baik, tubuh dan batinnya akan memiliki tempat untuk bersandar. Ketika hati merasa memiliki sandaran, tubuh pun ikut memperoleh kekuatan.
Tidak ada seorang pun yang dapat menghindari kematian. Di dunia ini, tidak ada obat yang bisa membuat manusia hidup abadi. Namun, kehadiran dokter yang baik akan memberikan rasa aman dan ketenangan batin. Oleh karena itu, kita tetap membangun rumah sakit di Taipei.


Melihat tim medis kita sekarang, saya merasa sangat tenang dan bersyukur. Di antara Empat Misi Tzu Chi, misi kesehatan merupakan salah satu yang sangat penting. Jika seseorang hidup dalam kemiskinan, selama ada orang baik yang bersedia membantu, kesulitan itu bisa diatasi. Namun, ketika orang sakit, yang paling dibutuhkan ialah dokter yang baik.
Seandainya kita tidak membangun rumah sakit sendiri, ketika ada pasien yang membutuhkan, kita hanya bisa meminta bantuan rumah sakit lain dan bantuan yang dapat kita berikan pun terbatas. Dengan memiliki sistem pelayanan medis sendiri, semuanya menjadi jauh lebih mudah.
Dengarkanlah bagaimana para dokter memperlakukan pasien. Para dokter bukan sekadar merawat pasien, melainkan juga memperlakukan mereka layaknya keluarga sendiri. Mereka mencurahkan perhatian dengan penuh cinta kasih. Inilah yang disebut dengan saudara se-Dharma.
Para dokter memandang setiap insan Tzu Chi sebagai saudara se-Dharma, yaitu keluarga yang dipersatukan oleh Dharma. Dengan memiliki sistem pelayanan medis sendiri, hati kita menjadi jauh lebih tenang. Ini juga merupakan wujud dari harapan saya.
Misi kesehatan dalam Empat Misi Tzu Chi dapat berkembang dengan begitu baik, hendaknya kita bersyukur. Inilah sistem pelayanan medis kita. Lihatlah, setiap dokter benar-benar layak disebut dengan "Tabib Agung". Setiap dokter memiliki hati yang penuh cinta kasih. Di dunia ini, kita semua hanyalah makhluk awam. Siapakah yang tidak pernah sakit? Jadi, para dokter disebut "Tabib Agung". Buddha adalah Tabib Agung.
Setiap kali bertemu para dokter, saya selalu menghormati mereka. Para perawat disebut dengan Suciwan Berjubah Putih, yaitu perwujudan Bodhisatwa Avalokitesvara. Begitu melihat dokter, rasanya penyakit sudah sembuh separuh karena mereka adalah "Tabib Agung" yang membuat hati menjadi tenang.


“Saat ini, saya bertanggung jawab atas pendidikan dan penelitian di RS Tzu Chi Taipei. Saya juga seorang dokter spesialis anak. Tiga puluh tahun yang lalu, saya masih bertugas di Hualien. Saya juga merupakan dokter spesialis jantung,” kata Zheng Jing-feng, Wakil Kepala RS Tzu Chi Taipei.
“Foto yang ada di layar ini adalah salah satu pasien saya di Hualien yang saat itu berusia 14 tahun. Dia didiagnosis mengalami defek septum atrium (ASD). Kini, ia telah menjadi ibu dari 2 orang anak. Setelah didiagnosis menderita penyakit ini, ia menjalani operasi dan pemulihannya berlangsung dengan sangat baik. Saat ini, ia berprofesi sebagai seorang pengacara,” lanjut Zheng Jing-feng.
Zheng Jing-feng melanjutkan “Pasien berikutnya ialah seorang anak yang kini telah berusia 23 tahun. Ia mengalami defek septum ventrikel (VSD) dan ASD. Saat ini, kondisinya telah pulih. Namun, selain kelainan jantung, ia juga memiliki beberapa kondisi lain yang membuat proses belajarnya lebih lambat sehingga tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Namun, belakangan saya melihat bahwa dia menjalani hidup yang bahagia dan damai ketika mengikuti kakeknya bekerja di kebun buah milik keluarganya di Guangfu. Dia benar-benar anak yang luar biasa.”
“Pasien berikutnya ialah seorang anak perempuan yang mengalami gagal jantung sejak hari pertama lahir sehingga harus dirawat di ruang perawatan intensif anak. Kondisinya dapat dikendalikan dengan baik melalui pengobatan, bahkan lubang pada jantungnya menutup dengan sendirinya sehingga ia sama sekali tidak memerlukan operasi,” ungkap Zheng Jing-feng.
“Ketika duduk di bangku SMP, ia datang berkunjung dan saya sangat gembira karena ia ingin melanjutkan pendidikan di jurusan keperawatan. Pada akhir bulan April tahun ini, ia kembali mengirimkan pesan kepada saya bahwa pada akhir bulan April atau awal bulan Mei, ia akan mulai bermagang di RS Tzu Chi Taipei. Saat ini, ia adalah mahasiswa program lima tahun di Universitas Tzu Chi dan telah memasuki tahun keempat,” kata Zheng Jing-feng.


Kita semua tahu bahwa kehidupan manusia bagaikan perjalanan waktu. Saat fajar menyingsing, matahari perlahan-lahan terbit. Jadi, ketika kita mendidik anak-anak dan generasi muda, saya sering berkata bahwa mereka ibarat matahari yang baru muncul dari ufuk timur. Semua orang memahami makna itu.
Bagi anak-anak dan kaum muda, kehidupan mereka baru saja dimulai, bagaikan matahari yang baru terbit. Di wilayah timur, matahari tampak terbit dari laut, sedangkan di wilayah barat, matahari tampak muncul dari balik pegunungan. Apa pun itu, maknanya tetap sama, matahari baru terbit.
Masa muda adalah awal untuk memahami hal-hal duniawi. Jadi, kita harus membimbing mereka dengan baik. Demikian pula dengan para dokter. Ketika seseorang bertekad menjadi dokter, ia sedang memilih jalan untuk membawa harapan bagi manusia. Kehadiran seorang dokter bagaikan matahari yang terbit dan membawa cahaya bagi dunia yang gelap.
Dokter bertugas untuk melindungi kehidupan dan kesehatan dengan cinta kasih. Inilah sebutan dan penghormatan yang saya berikan kepada para dokter. Saya menyebut mereka sebagai "Tabib Agung". Terima kasih, Dokter sekalian.
Hukum alam sulit untuk dilawan
Keterampilan medis dan obat yang mujarab memberikan sandaran bagi pasien
Melindungi kehidupan pasien bagai keluarga sendiri
Memberikan harapan dan membawa cahaya bagi semua orang
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 28 Juli 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 30 Juli 2026







Sitemap