Ceramah Master Cheng Yen: Tim Medis Memberikan Kehangatan dengan Kebajikan dan Cinta Kasih


“Bank tulang merupakan salah satu ciri khas Tzu Chi. Tentu saja, banyak rumah sakit lain juga memiliki bank jaringan seperti ini, yang pada dasarnya digunakan untuk keperluan transplantasi. Ketika ada seseorang yang bersedia mendonorkan jaringannya, termasuk tulang, kami akan mengambil bagian tulangnya yang masih layak digunakan, lalu menyimpannya dalam kondisi suhu minus 75 derajat Celsius. Dengan cara ini, tidak diperlukan pencocokan khusus ataupun pemeriksaan darah. Selama dipastikan tidak ada infeksi, tulang tersebut dapat digunakan. Tulang ini dapat disimpan selama satu hingga dua tahun,”
kata Hong Shuo-sui, Wakil Kepala RS Tzu Chi Taipei.

“Pada tahun 2014, RS Tzu Chi Taipei mendirikan pusat sendi. Hal ini merupakan kelanjutan dari semangat Pusat Sendi RS Tzu Chi Dalin. Dalam penanganan sendi, selain menggunakan artroskopi yang bertujuan untuk membersihkan bagian yang bermasalah, kami juga memberikan penanganan sendi lutut sesuai tingkat degenerasinya. Untuk pasien yang lebih muda dengan tingkat degenerasi yang belum terlalu parah, kami dapat melakukan koreksi sejak dini. Saat ini, kami juga memanfaatkan teknologi modern pencetakan 3D untuk menghasilkan koreksi yang lebih akurat,” pungkas Hong Shuo-sui.

“Para dokter ortopedi kami sangat rendah hati. Sebagai orang yang menyaksikan dari dekat, saya merasa sangat tersentuh. Baru saja, telah dibahas tentang para dermawan yang mendonorkan jantung dan ginjal setelah meninggal dunia. Ini adalah tindakan yang sangat mulia. Bahkan, ada juga dermawan yang mendonorkan seluruh tulangnya. Setelah tim pengambil organ menyelesaikan tugas, barulah tim ortopedi mengambil bagian tulang,” kata Zhao You-cheng, Kepala RS Tzu Chi Taipei.

“Saya sering menjumpai situasi seperti ini, yaitu ketika seluruh tim bekerja sepanjang malam untuk mengambil tulang dalam jumlah banyak dengan sangat hati-hati. Setelah pekerjaan selesai, saya melihat foto-foto ketika seluruh tim membungkuk kepada tubuh donor dengan penuh ketulusan. Tulang-tulang tersebut kemudian disimpan di bank tulang sehingga kelak dapat digunakan untuk membantu pasien yang membutuhkan transplantasi,” pungkas Zhao You-cheng.


Sesungguhnya, hal terpenting dalam dunia medis ialah karakter para dokter. Selain memiliki karakter yang baik, seorang dokter juga harus memiliki keterampilan medis. Karakter yang baik itu pun harus ditunjukkan dalam perilakunya. Melihat para dokter muda yang kita miliki, saya sungguh memuji mereka dan merasa sangat bersyukur.

Dalam misi kesehatan Tzu Chi, kita tentu menekankan pentingnya kemampuan yang nyata. Ketika menghadapi pasien yang penderitaannya tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata, seorang dokter harus bisa merasakan penderitaan itu dengan kesungguhan hati. Penyakit benar-benar membawa penderitaan yang tak tertahankan bagi pasien sehingga sering kali tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata. Inilah penderitaan yang sesungguhnya.

Bahkan, untuk membimbing mereka pun terasa sulit karena mereka benar-benar berada dalam kondisi yang sangat menyakitkan dan kita tahu akan hal itu. Namun, apa yang bisa kita lakukan? Kita hanya bisa bertanya kepada dokter tentang apa yang bisa dilakukan. Kita benar-benar merasa tak berdaya. Meski demikian, setidaknya kita membantu pasien untuk mencari jalan keluar atas penyakit mereka agar tidak terus terpendam dan menumpuk.

Selain keahlian di bidang masing-masing, dokter juga harus bisa memberikan bimbingan, termasuk dukungan secara psikologis. Ketika pasien menderita, para dokter pun sering kali merasa tidak berdaya. Penderitaan pasien itu benar-benar dalam, bahkan mereka sendiri pun tidak mampu menjelaskan di mana letak rasa sakit mereka. Dalam kondisi seperti ini, dokter pun benar-benar sulit untuk memahami sepenuhnya apa yang dirasakan pasien.


Saya sering berkata bahwa bertemu dokter yang baik adalah berkah bagi pasien. Jika seorang dokter lebih banyak berinteraksi dengan pasien, pasien akan merasa memiliki jalinan jodoh dengan dokter tersebut. Hal ini memberikan bantuan yang sangat besar dan dokter pun akan memiliki rasa pencapaian. Kita pun sering membicarakan tentang mencurahkan perhatian kepada orang lain. Kalian semua tahu bahwa saya bukan seorang dokter. Namun, banyak orang berkata, "Mohon Master berkenan menyentuh kami."

Padahal, sentuhan saya tidak memiliki manfaat apa pun. Namun, bagi mereka, hal itu merupakan bentuk penghiburan. Dengan menyentuh secara lembut dan memahami kondisi mereka, itu pun merupakan salah satu bentuk upaya. Semua ini dilakukan dengan kesungguhan hati. Saya selalu mengatakan bahwa kita harus menggunakan ketulusan dan cinta kasih untuk membantu orang lain. Inilah hal yang perlu kita lakukan.

Tzu Chi di Taiwan dimulai dengan misi amal. Bagaimana dengan misi kesehatan? Ketika menjalankan misi amal, kami melihat bahwa banyak lansia tidak terawat dan hidup dalam penderitaan. Dari situlah, secara bertahap berkembanglah misi amal dan misi kesehatan yang berjalan berdampingan.

Saya merasa sangat bersyukur atas hadirnya RS Tzu Chi, empat yang besar dan empat yang kecil. Tidak peduli seberapa terpencil lokasinya ataupun berada di daerah pegunungan, kita semua tetap berupaya dengan sepenuh hati untuk merawat para pasien yang menderita, khususnya para lansia. Selain memberikan pengobatan, yang terpenting ialah ketika mereka hidup dalam kemiskinan atau menghadapi kesulitan di dalam keluarga, kita juga memberikan bantuan.


Saya sangat berterima kasih kepada para kepala rumah sakit, dokter, dan perawat di setiap rumah sakit yang memiliki kesatuan tekad. Mereka tidak hanya mengelola rumah sakit atau merawat pasien saja, tetapi juga melangkah beriringan dengan misi amal. Selain misi amal, mereka juga turut berperan dalam pendidikan. Hal yang paling penting ialah Empat Misi Tzu Chi selalu berjalan beriringan. Saya merasa sangat bersyukur. Singkat kata, bagi misi kesehatan, kemiskinan dan penyakit adalah sumber penderitaan. Hendaknya kita senantiasa merawat para pasien.

Saya berterima kasih kepada setiap dokter yang telah menjalankan tanggung jawab dengan baik. Semuanya berlandaskan pada satu perasaan yang sama, yaitu hati yang penuh dengan kebajikan. Semuanya memiliki kesatuan tekad sehingga para kepala rumah sakit pun dapat memimpin dengan sangat baik. Di setiap departemen, para dokter sangat menghormati perawat dan para perawat pun merawat pasien dengan penuh cinta kasih. Saya rasa semua ini terjadi karena semuanya memiliki tekad dan ikrar yang sama. Jadi, saya merasa sangat bersyukur.

Saya berterima kasih kepada sistem medis yang telah menghadirkan semangat misi amal dan cinta kasih dalam Tzu Chi. Semuanya berjalan beriringan. Inilah budaya humanis Tzu Chi. Saya sering melihat banyak dokter dan perawat yang dengan bangga memperkenalkan diri sebagai lulusan dari Sekolah Kedokteran Tzu Chi dan Akademi Keperawatan Tzu Chi. Setiap kali mendengarnya, saya merasa sangat terhibur dan tenang.

Kini, makin banyak dari mereka yang kembali untuk mengabdi dalam misi Tzu Chi. Hal ini membuat saya merasakan adanya kesatuan tekad dan ikrar di antara semuanya untuk melayani mereka yang sakit dan kurang mampu dengan penuh cinta kasih. Inilah yang membuat saya merasa bersyukur dan tersentuh.

Keterampilan dokter teladan memberikan kehangatan
Memberikan pengobatan dengan penghiburan yang tulus
Merawat pasien bagaikan keluarga dan meringankan penderitaan
Kebajikan dan cinta kasih yang berjalan beriringan menunjukkan budaya humanis

Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 22 Maret 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 24 Maret 2026
Cara kita berterima kasih dan membalas budi baik bumi adalah dengan tetap bertekad melestarikan lingkungan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -