Ceramah Master Cheng Yen: Tulus Mencurahkan Cinta Kasih dan Membawa Manfaat bagi Masyarakat
“Tahun 2018, platform alat bantu didirikan di wilayah utara Taiwan. Suatu kehormatan bagi saya untuk menyediakan sebuah bangunan di dekat Stasiun Taipei yang luasnya sekitar 266 meter persegi untuk operasional platform alat bantu ini,” kata Huang Chao-chang, relawan Tzu Chi.
“Tahun lalu, sebelum Topan Fung-wong menerjang, seorang penerima bantuan di Da'an harus diopname karena mengalami patah tulang. Namun, rumahnya ada di perbukitan yang tidak bisa dijangkau dengan mobil ataupun sepeda motor. Di tengah guyuran hujan deras menjelang topan, tim survei kasus dan tim alat bantu bersama-sama mengangkat sebuah ranjang ke rumahnya. Bapak yang telah lansia ini sangat terharu hingga terus menangis,” lanjut Huang Chao-chang.
“Setelah kami memasukkan ranjang ke dalam rumahnya dan memindahkannya dari ranjang semula ke ranjang yang baru kita bawa, beliau masih menangis,” pungkas Huang Chao-chang.
Sungguh, saya bersyukur pada kalian. Kalian telah melakukan hal yang benar. Terima kasih. Anda yang menyediakan tempat untuk platform ini pun telah menciptakan pahala yang tak terhingga.
“Selain ranjang dan kursi roda, tim alat bantu juga menyediakan berbagai alat bantu lainnya. Sesungguhnya, bukan hanya penerima bantuan yang memperoleh manfaat dari pelayanan ini. Saya merasa bahwa tim ini bisa menyentuh hati orang-orang karena ada banyak orang yang bersumbangsih di baliknya,” kata Zhang Bo-shan, relawan Tzu Chi.
“Setiap hari, kita menerima banyak permintaan bantuan dan harus menentukan relawan atau tim mana yang akan melakukan pengiriman. Ini bukan hanya kita lakukan sehari atau dua hari, melainkan setiap hari, 365 hari dalam setahun,” pungkas Zhang Bo-shan.

Dalam berbagai laporan relawan, saya mendengar informasi tentang alat bantu. Insan Tzu Chi di seluruh dunia pasti juga mengetahuinya dengan jelas. Sungguh, zaman sekarang adalah momen yang tepat. Dengan membagikan kisah dan pengalaman seperti ini, orang-orang bisa memahaminya. Kita bisa melihat bahwa kini ada banyak orang yang memiliki materi yang berlimpah. Meski demikian, orang yang kekurangan tetap sangat banyak. Jadi, pasti ada cara untuk membantu yang membutuhkan.
Memiliki kemampuan dan cinta kasih yang berlimpah, inilah kekayaan terbesar di dunia. Para relawan kita mengumpulkan alat bantu, lalu membersihkannya hingga terlihat seperti baru lagi. Di mana pun ada yang membutuhkan, kita akan mengantarkan alat bantu ke sana. Sebagian besar orang yang membutuhkannya adalah warga lansia sebatang kara. Karena itu, kita harus mengantarkan alat bantu ke rumah mereka.
Selain mengasihi sesama manusia, kita juga menghargai barang. Kita mengantarkan alat bantu ke rumah orang-orang yang kita kasihi. Alat bantu sungguh telah membawa manfaat besar bagi banyak orang. Saya sangat bersyukur. Intinya, kehidupan penuh dengan penderitaan. Namun, selalu ada insan penuh kasih yang mencurahkan perhatian.
Kita sering melihat video yang menunjukkan penderitaan di awal dan diakhiri dengan cinta kasih dan berkah. Akan tetapi, menerima cinta kasih sebanyak apa pun, orang-orang mungkin tetap merasa tidak nyaman karena tidak ada yang ingin bergantung pada orang lain. Namun, kaum lansia sebatang kara dan orang sakit pasti membutuhkan uluran tangan dan dukungan orang lain. Saat tidak berdaya, mereka menerima bantuan dari banyak orang. Bisa dibayangkan betapa besarnya rasa syukur mereka. Jadi, mari kita melayani mereka dengan cinta kasih.

Ingatlah untuk selalu perhatian dan berbicara dengan hati-hati. Jangan sampai melukai hati kaum lansia. Wakililah saya untuk bertutur kata baik pada mereka. Ini sangat mereka butuhkan. Sulit bagi mereka untuk mendengar orang lain bertutur kata baik dan mendoakan mereka. Hanya insan Tzu Chi yang dapat menjangkau dan membantu mereka dengan hati yang tulus. Saat kalian bertutur kata baik pada mereka, itu akan meninggalkan kesan yang lebih mendalam.
Dalam hidup ini, yang terpenting ialah dapat dikasihi oleh orang lain, tidak diremehkan, dan tidak ditolak. Selama beberapa hari ini, saya menginventarisasi kehidupan sendiri dan terus bersyukur. Saya juga sering mengingatkan bahwa setiap orang harus menginventarisasi kehidupan sendiri. Saya sendiri juga melakukannya. Seumur hidup saya, dari kecil, muda, paruh baya, hingga tua, berapa banyak kebaikan dan keburukan yang saya lakukan?
Saat melakukan inventarisasi, saya merasa bahwa keburukan yang saya lakukan tidak seberapa. Saat memikirkannya lebih dalam lagi, saya bahkan tidak ingat kapan saya berbuat buruk. Bagaimana dengan kebaikan? Apakah saya melakukannya? Saya merasa sangat malu karena kebaikan yang saya lakukan tidaklah banyak.

Saat melakukan inventarisasi, saya teringat akan para Bodhisatwa kita yang merendahkan hati untuk menjalankan Tzu Chi, terlebih pelestarian lingkungan. Saat itu, saya hanya berkata, "Gunakanlah kedua tangan yang bertepuk untuk melakukan daur ulang." Kalimat yang sederhana ini kini telah tersebar luas ke seluruh dunia hingga semua orang memahami konsep pelestarian lingkungan.
Zaman sekarang, banyak perusahaan yang membahas pelestarian lingkungan. Kita telah 35 tahun menjalankan pelestarian lingkungan. Dahulu, jarang ada yang membahas pelestarian lingkungan. Kini, setiap orang memikirkan pelestarian lingkungan serta menjalankan dan membahasnya setiap hari. Kini, bagaimanapun latar belakang keluarga seseorang, asalkan memiliki kesadaran lingkungan, pengetahuan, dan kebijaksanaan, semua orang akan mementingkan pelestarian lingkungan. Saya sangat bersyukur.
Dalam perjalanan saya beberapa hari ini, saya mendengar tentang pelestarian lingkungan setiap hari. Saya berharap semangat pelestarian lingkungan dapat terus digalakkan. Pelestarian lingkungan hendaknya tak hanya dibahas saat berhimpun dengan sesama insan Tzu Chi. Saat kalian berhimpun dengan para pengusaha atau teman kalian, janganlah lupa untuk menggalakkan pelestarian lingkungan. Ini sangatlah penting. Demikianlah kita menggalakkan semangat pelestarian lingkungan dan bukti nyata kita menghargai sumber daya alam.
Kini, kita sering melihat iklan pelestarian lingkungan. Apakah orang-orang benar-benar melakukannya? Kita telah melakukannya. Kita memahami pelestarian lingkungan dan telah melakukannya secara langsung. Kita bukan hanya melakukannya secara langsung, tetapi juga mengajak orang-orang untuk melakukannya. Inilah promosi yang terbaik. Kita melakukannya agar bisa dilihat oleh orang lain dan menyosialisasikannya agar mereka mengerti. Jika bisa demikian, Taiwan akan penuh dengan permata.
Relawan mengantarkan alat bantu ke tangan orang yang membutuhkan
Menjaga, menghormati, dan memberikan bantuan sesuai kebutuhan
Menghargai sumber daya alam dan melakukan daur ulang
Membimbing orang lain untuk bersama-sama membawa manfaat bagi masyarakat
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 09 Januari 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 11 Januari 2026







Sitemap