Ceramah Master Cheng Yen: Tulus Menghimpun Cinta Kasih dan Mendoakan Ketenteraman
Melihat pemandangan seperti ini, kita sungguh sangat khawatir. Teknologi sekarang sungguh luar biasa. Lewat rekaman video, kita bisa melihat derasnya arus longsor. Gunung es yang mungkin telah terbentuk ratusan tahun runtuh pada saat itu.
Lewat rekaman video, kita bisa melihat gedung-gedung pencakar langit yang semula sangat kokoh. Namun, saat banjir menerjang dari tempat yang tinggi dengan kekuatan yang dapat menghancurkan gunung, gedung-gedung itu juga terbawa arus banjir bagai potongan tahu.
Terjangan banjir menghilangkan segalanya. Pada saat itu, orang-orang sangat panik, bahkan tidak sempat untuk berteriak. Mereka baru mengeluarkan sedikit suara, tetapi sudah terlambat. Lihatlah, semuanya terjadi begitu cepat. Kita tidak dapat mendeskripsikan betapa cepatnya bencana itu terjadi. Saya sangat khawatir.
Entah mengapa, sejak dua tahun yang lalu, saya selalu berkata bahwa hati saya terasa tidak tenang. Bagaimana hendaknya kita memberikan bantuan? Setelah bencana terjadi, kita harus mulai memikirkannya. Intinya, kita harus mengerahkan kekuatan kita.


“Semua orang berhimpun di sini. Saya bisa melihat cinta kasih semua orang serta welas asih di wajah mereka. Sesungguhnya, saya sangat tersentuh. Master berkata bahwa kita tidak punya cukup waktu lagi. Bencana yang terjadi di dunia menjadi makin serius karena adanya perubahan iklim,” kata Chao You-chen, Kepala RS Tzu Chi Taipei.
“Perubahan iklim tentu adalah penyebab utama. Bagaimana kita keluar dari kepiluan ini, membina keteguhan, dan menemukan arah untuk masa depan? Ini perlu kita renungkan baik-baik,” kata Chien Sou-hsin, Kepala RS Tzu Chi Taichung.
“Kami merespons seruan Master dan memiliki hati yang sama dengan Master. Kita pasti bisa terus melangkah maju,” kata Lai Ning-sheng, Kepala RS Tzu Chi Dalin.
“Iklim yang ekstrem atau tidak lazim sesungguhnya bisa terjadi kapan saja. Karena itu, di rumah sakit, kita juga harus menghemat energi dan mengurangi emisi,” kata Jian Rui-teng, Kepala RS Tzu Chi Douliu.
“Kami turut berdonasi dan berdoa untuk korban bencana di Nepal.”
Selain insan Tzu Chi di Taipei, Taichung, Dalin, dan Kaohsiung, saya juga ingin mengimbau insan Tzu Chi di seluruh dunia untuk memandang penting hal ini. Di samping membantu dengan berdonasi, yang terpenting ialah menggunakan hati yang tulus untuk mendoakan ketenteraman mereka.
Kini, pepohonan di sana telah hancur. Di masa mendatang, jika ada angin atau hujan, meski bukan angin kencang dan hujan deras, pelindung seperti ini sudah tidak ada. Jadi, melihat rekaman video tadi, yang lebih saya khawatirkan ialah bagaimana melindungi lingkungan di masa mendatang.
Kini, saya merasa sangat tidak berdaya. Hendaklah kita sepenuh hati mendoakan ketenteraman dunia dengan tulus. Mari kita berdoa bersama-sama.


“Beberapa hari yang lalu, saya juga pergi ke sana dan wilayah sekitarnya. Saya tidak bisa membayangkan jika saya berada di tengah situasi seperti itu, bagaimana perasaan keluarga saya dan orang-orang yang saya kasihi. Jadi, saya berdoa semoga setiap orang dapat pulih dan pulang ke rumah dengan selamat,” kata Ankit Srivastava, Dokter Klinik Tzu Chi.
“Selain peduli terhadap korban bencana, setiap orang juga merasa gelisah dan khawatir. Kami juga menggerakkan semua relawan. Saat ini, kami tengah mempersiapkan barang bantuan dan menjalin kontak secara erat dengan pemerintah,” kata Chen Ji-min, Wakil ketua Tzu Chi Malaysia.
“Semua orang sangat menderita. Kini, mereka tidak dapat menemukan apa pun,” kata Kalimun Nisa, Warga.
“Kami juga merasa sangat sedih,” kata salah seorang warga.
“Saat ini, bahkan saat kami berdoa hari ini, kami memikirkan semua korban bencana di sana. Semoga penderitaan mereka dapat menjadi lebih ringan. Dengan pikiran seperti inilah kami berdoa bagi mereka,” kata Sujata Gharti Magar, Staf Kompleks Tzu Chi Lumbini.
“Meski berada di Lumbini dan komunitas kami sendiri, kami tetap dapat menggalang sedikit donasi dari masyarakat dan bekerja sama untuk melakukan hal ini. Inilah yang saya pelajari di sini,” kata Anil, Orang tua murid.
“Selanjutnya, saya juga ingin berkata bahwa jika memungkinkan, mari kita saling membantu. Upaya kecil kita mungkin akan terakumulasi menjadi kekuatan besar kelak sehingga kita dapat memberikan lebih banyak bantuan pada mereka,” kata Anil.

Saya sangat bersyukur. Kalian juga bisa berbagi dengan orang-orang tentang ini. Ini bukan tentang besarnya donasi yang diberikan. Kita hanya ingin setiap orang membangkitkan niat baik dan turut memberikan bantuan. Himpunan kekuatan kecil akan membentuk kekuatan besar. Akan tetapi, dengan kekuatan sebesar apa pun, bantuan yang bisa diberikan tetaplah terbatas. Kita hanya bisa menghimpun kekuatan ketulusan. Jadi, saya berharap setiap orang dapat membangkitkan ketulusan.
Para kepala sekolah hendaknya mengimbau para guru dan murid serta menunjukkan video ini pada mereka. Semoga setiap orang dapat turut berpartisipasi. Ini bukan tentang besarnya donasi yang diberikan, melainkan ketulusan yang dibangkitkan. Inilah kekuatan yang sesungguhnya. Jadi, ajaklah para orang tua murid, guru, dan orang-orang yang kita kenal dengan mengirimkan pesan lewat ponsel. Jika setiap orang dapat mengerahkan segenap hati dan tenaga, kekuatan pun akan terbentuk.
Hendaklah kita meminta ampun kepada alam. Konfusius berkata, "Jika melanggar hukum alam, berdoa pun tidak ada gunanya." Bukankah Konfusius sangat bijaksana? Konfusius bukanlah orang yang percaya pada takhayul. Beliau memegang teguh prinsip kebenaran serta memiliki keyakinan dan ikrar yang tulus. Jadi, setiap orang hendaknya memiliki keyakinan benar.
Mari kita bersama-sama menyerukan hal ini. Saya berharap saat saya berbicara sekarang, insan Tzu Chi di seluruh dunia yang mendengarkan secara daring dapat menyerapnya ke dalam hati dan mengimbau orang-orang untuk berdoa semoga dunia damai dan tenteram. Sebagai insan Tzu Chi, kita harus mengerahkan kekuatan cinta kasih kita. Saya bersyukur kepada Bodhisatwa sekalian.
Melihat terjangan banjir bandang dan tanah longsor
Warga kehilangan tempat tinggal dan diliputi rasa takut
Tulus menghimpun cinta kasih dan berdoa bersama
Menghalau bencana dan mendatangkan kebaikan
Ceramah Master Cheng Yen Tanggal 28 Agustus 2026
Sumber: Lentera Kehidupan – DAAI TV Indonesia
Penerjemah: Hendry, Marlina, Shinta, Janet, Graciela
Ditayangkan Tanggal 30 Agustus 2026







Sitemap