Suara Kasih : Memanfaatkan Sampah

 

Judul Asli:

     

Mengubah Sampah Menjadi Sesuatu yang Bermanfaat

     

Misi pelestarian lingkungan telah menginjak tahun ke-20 Sampah dapat diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan Penelitian terus dilakukan untuk mengembangkan produk daur ulang Memperpanjang usia pakai barang dan menghargai sumber daya alam

Waktu terus berlalu, dunia pun terus berputar tanpa henti. Waktu yang ada sungguh tidak cukup. Sebelum memulai perjalanan, saya menghitung pengaturan jadwal saya. Wah, saya harus berkeliling lama sekali. Saya kembali berhitung. Sungguh tak cukup untuk singgah di semua tempat. Sungguh, bagi saya waktu yang ada setiap hari sungguh tak cukup, namun saya memanfaatkannya dengan maksimal.

Dalam dunia Tzu Chi, setiap detik dan menit yang ada kita gunakan untuk bersama-sama menjalankan misi, bukan hanya di Taiwan, melainkan juga di seluruh dunia. Misi pelestarian lingkungan Tzu Chi telah memasuki tahun ke-20. Karenanya, saat Kepala RS Chien berkunjung ke Inggris, beliau juga berbagi tentang daur ulang.

Di RS Tzu Chi Dalin kami memiliki posko daur ulang. Setiap hari Minggu pagi para staf rumah sakit beserta keluarganya datang ke sana untuk melakukan daur ulang. Anak-anak pun merasa gembira. Lewat kegiatan daur ulang, semua orang dapat merasakan bahwa mereka sungguh berhubungan erat dengan lingkungan dan sumber daya alam. Kami mendaur ulang botol plastik dan membuatnya menjadi pakaian seragam, baju dokter, seprai, dan gorden.

Rumah sakit kami sangat ramah lingkungan. Menurut saya semuanya sangat inovatif, berguna, dan menarik. Kami rasa Taiwan adalah salah satu daerah yang paling maju dalam hal ini. Para dokter juga berbagi tentang misi-misi Tzu Chi di sana. Sesungguhnya, Tzu Chi bukan hanya memerhatikan kesehatan manusia, melainkan juga bumi. Kita sangat peduli akan hal ini. Selain kesehatan manusia, kesehatan bumi pun harus kita jaga dan rawat karena manusia bergantung pada bumi ini. Jika bumi ini tidak sehat, bagaimana manusia dapat hidup tenteram?

Kita juga peduli terhadap sumber daya alam. Meski berharap masyarakat hidup berkecukupan, namun kita tak ingin mereka bersikap boros. Selain melakukan daur ulang, kita juga mengadakan penelitian tentang barang-barang hasil daur ulang. Selain bahan yang sejuk dipakai, kita juga memproduksi bahan yang hangat dari daur ulang botol plastik. Setelah dijadikan pakaian, hasilnya kemudian diuji dalam suhu 20 derajat Celsius dibawah nol, dan selama lebih dari dua jam, orang yang mengenakannya tetap baik-baik saja. Bahan pakaian tersebut tetap hangat. Inilah manfaat luar biasa dari daur ulang botol plastik.

Saya sungguh berterima kasih. Misi pelestarian lingkungan Tzu Chi telah menginjak tahun ke-20. Ini dimulai dari sebuah niat kecil saya. Ketika saya pergi ke Taichung untuk mengunjungi Master Yin Shun, dalam perjalanan kita melewati sebuah lokasi yang digunakan sebagai pasar malam. Setelah dibereskan pada pagi harinya sampah terlihat berserakan. Setelah pasar malam ditutup dan kios-kios dibereskan, yang tersisa hanyalah sampah yang berserakan. Ketika angin bertiup, sampah-sampah pun turut beterbangan.

 

Pada malam harinya, saya memberikan ceramah di SMA Shin Min tentang kehidupan yang bahagia. Saya berada di sana selama 3 hari. Saat saya berceramah, hadirin bertepuk tangan sehingga menghentikan pembicaraan saya. Saat itu, saya pun mengimbau semua orang untuk tidak hanya bertepuk tangan, melainkan menggunakan kedua tangan tersebut untuk mengumpulkan dan mendaur ulang sampah. Sejak saat itu, misi pelestarian lingkungan Tzu Chi dimulai, tepatnya dimulai di Taichung. Taichung adalah tempat dimulainya kegiatan daur ulang Tzu Chi. Kini hasil dari daur ulang dapat diubah menjadi “emas”, “emas” menjadi aliran cinta kasih yang mengalir ke seluruh dunia.

Kegiatan daur ulang mengandung banyak pengetahuan yang sangat berkaitan dengan bumi dan kehidupan kita sehari-hari. Daripada menganggapnya sebagai sampah, kita dapat mendaur ulangnya menjadi barang yang berguna bagi kehidupan. Singkat kata, kita harus bersungguh-sungguh. Kita juga telah mendengar kisah-kisah para staf RS Tzu Chi yang memiliki misi melindungi kehidupan dengan cinta kasih.

Misi ini harus senantiasa diemban. Saya sungguh berterima kasih kepada mereka dan juga para insan Tzu Chi yang selalu mendukung RS Tzu Chi. Mengingat hal ini, saya pun merasa tenang. Kadang kala, ketika melakukan perawatan kami menghadapi kesulitan. Contohnya, pada hari Rabu lalu ada seorang pasien di Unit Gawat Darurat. Akibat pecahnya tumor pada levernya, ia mengalami pendarahan dan harus menjalani embolisasi arteri hepatika guna mengatasi pendarahannya. Dalam prosesnya, pasien harus terus berbaring dan tak boleh sembarang bergerak. Setelah lebih dari satu jam, pasien ini terus mengeluh dan mengatakan tak ingin melanjutkan operasi.

Seorang dokter menuturkan, “Saya sudah melakukan sesuai prosedur, mengapa pasien terus mengeluh?” Ia menambahkan, setelah mengikuti pelatihan budaya humanis, dokter tersebut mencoba menempatkan diri di posisi pasien. Pasien sudah berbaring selama lebih dari 2 jam. Kita sendiri saja pasti tidak akan tahan berbaring selama itu dan terus bergerak. Berbaring di meja operasi, pasien tak dapat bergerak dan pasti merasa tak nyaman. Karenanya, dokter itu pun menghiburnya, “Paman, kami sedang sedang berusaha, Anda mungkin merasa tidak nyaman.” “Tolong bersabar sebentar lagi “Tolong bersabar sebentar lagi agar saya bisa menghentikan pendarahan Anda.” agar saya bisa menghentikan pendarahan Anda.”

Lihatlah, bukankah mereka memiliki misi melindungi kehidupan? Ketika ada pasien yang sakit dan dirawat di rumah sakit kita, mereka pasti akan tertangani dengan baik. Lihatlah para staf rumah sakit kita, para dokter dan perawat sangat penuh perhatian. Dokter bagaikan Buddha dan perawat bagaikan Bodhisattva Avalokitesvara. Dalam jaringan misi kesehatan kita, banyak praktisi medis yang bagaikan Buddha dan Bodhisattva, senantiasa melindungi dan menjaga di sisi kita.

Tentu saja, mereka pun membutuhkan dukungan kita semua. Karenanya, kita semua harus memiliki kepercayaan terhadap RS Tzu Chi, bukan hanya terhadap RS Tzu Chi Taichung, melainkan juga RS Tzu Chi Dalin. Ketika saya tiba di Dalin banyak orang berkata kepada saya, “Master, adanya RS di Dalin sungguh membantu, bahkan dapat melayani pasien di Kaohsiung.” Para insan Tzu Chi dari Kaohsiung juga mengatakan hal yang sama. Singkat kata, melindungi kehidupan dengan cinta kasih adalah misi kita. Di dunia ini tiada yang lebih berharga daripada kehidupan.

 

 

Saat ini RS Tzu Chi di Taichung tengah menjalani proses akreditasi. Kita semua sungguh harus memiliki kesatuan hati. Enam RS Tzu Chi di Taiwan adalah satu keluarga. Enam rumah sakit ini mencakup RS Tzu Chi di Guanshan dan Yuli. Kedua rumah sakit ini sungguh membutuhkan perhatian dari 4 RS besar lainnya. Empat RS besar Tzu Chi merupakan satu kesatuan. Empat RS ini harus saling memerhatikan. Dengan demikian, saya akan merasa tenang. Saya pun percaya kepada kalian semua.

 

Jika setiap hari kita semua bekerja bagaikan tengah menjalani penilaian dan terus mempertahankan kualitas, maka saat waktu akreditasi tiba, kita tak akan merasa tegang. Namun, mungkin banyak materi yang harus dipresentasikan. Dari segi esensi, kita mungkin telah telah memenuhi syarat, namun kita harus mempersiapkan segala sesuatu untuk menjalani penilaian sesuai ketentuan.

Sesungguhnya, setiap orang memiliki kualitas yang baik karena pada hakikatnya kita semua memiliki benih kebuddhaan. Setiap orang pada dasarnya bersifat bajik, setiap orang adalah Bodhisattva yang baik. Inilah sifat hakiki yang dimiliki semua orang. Namun, esensi ini harus ditampilkan menjadi sesuatu yang berwujud. Untuk itu, saat ini kalian semua pasti tengah bekerja keras. Semoga berkat kerja keras kalian, kebenaran, kebajikan, dan keindahan dapat ditampilkan. Saya sungguh berterima kasih.

Diterjemahkan oleh: Erni & Hendry Chayadi
Foto: Da Ai TV Taiwan
 
Hadiah paling berharga di dunia yang fana ini adalah memaafkan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -