Suara Kasih : Menghargai Kehidupan

 

Judul Asli:

Menghargai Kehidupan dan Bumi dengan 
Keheningan Batin
     

Keheningan batin menumbuhkan rasa hormat terhadap kehidupan
Dengan keterampilan memperpanjang usia pakai sumber daya alam 
Pelestarian lingkungan membutuhkan kerja sama dari semua lapisan masyarakat
Sayangilah bumi pertiwi dan jangan merusaknya

“Maaf telah membuat semuanya khawatir. Kami semua baik-baik saja, jangan mengkhawatirkan kami. Kakak-kakak yang ada di London menjaga kami dengan sangat baik. Kunjungan kami ke Inggris kali ini bersamaan dengan meletusnya gunung berapi di Islandia. Abu vulkanis yang tebal membuat penerbangan tidak bisa dilakukan. Karenanya, kami harus menunggu dulu di sini,” kata seorang relawan Tzu Chi.

“Saya dapat melihat kalian. Apakah kalian dapat mendengar suara saya?” tanya Master Cheng Yen. “Ya,” jawab relawan. “Baik. Berkat kemajuan teknologi, kalian yang di Inggris dapat melihat saya di RS Tzu Chi Dalin, dan saya di sini juga bisa melihat kalian di Inggris,” kata Master, “semua ini berkat kemajuan teknologi dan kita harus mensyukurinya. Saya ingin menyampaikan kepada kalian bahwa selama berada di sana, hati kalian harus tetap tenang. Asalkan kalian selamat, hati saya pun tenang.” 

Memanfaatkan Waktu Sebaik-baiknya
Saya juga berterima kasih kepada seluruh staf RS Tzu Chi di Dalin. Meski sudah beberapa bulan saya tak berkunjung, namun semuanya tetap berjalan lancar. Semua baik-baik saja dan terus berkembang. Saya sungguh tersentuh melihatnya. Jadi, kalian tunggulah di sana hingga penerbangan memungkinkan, baru pulang. Pesawat tak dapat terbang, kalian pun tak bisa pulang. Namun, meski belum bisa pulang, hati kalian hendaknya tetap tenang. Jika memungkinan, manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya untuk mempelajari semua yang bisa dipelajari.

Perjalanan kalian kali ini bertujuan mensosialisasikan daur ulang di rumah sakit. Sekarang kalian bisa melihat betapa dahsyatnya polusi yang ditimbulkan oleh letusan gunung berapi di Islandia. Pelajarilah baik-baik sehingga kalian bisa berbagi pengalaman sepulangnya ke sini. Semua ini dilatarbelakangi jalinan jodoh. Manfaatkanlah jalinan jodoh ini sebaik mungkin. Saya mendoakan kalian.

Baru saja kita melihat Ketua Misi Pengobatan serta Dokter Chao, kepala RS Tzu Chi Taipei. Perkembangan teknologi sungguh pesat, kita sungguh harus mensyukurinya. Meski mereka belum bisa pulang, namun kita tetap bisa melihat mereka. Saya sungguh mensyukuri hal ini. Setiap hari saya selalu bersyukur. Hari ini, saya terus mendengar istilah bersih, hening, kondisi batin, rasa hormat, refleksi, dan kompetisi. Melalui kisah-kisah yang disampaikan, kita melihat bahwa dalam suatu tim medis, yang terpenting dan harus dimiliki adalah penghormatan terhadap kehidupan. Inilah yang dimaksud “rasa hormat”, rasa hormat terhadap kehidupan.

 

Agar bisa menghormati kehidupan, kita harus memiliki hati yang hening. Kita sering mengatakan bahwa kondisi hati yang tenang akan mendatangkan kekuatan batin. Ajaran Buddha sering membahas kekuatan batin. Barusan saya berkata kepada Dokter Lin bahwa kita pun menggunakan “kekuatan gaib” teknologi sehingga mereka bisa melihat kita di Taiwan dan saya dapat melihat mereka di Inggris.

Sebenarnya, kini banyak hal yang bisa dikerjakan dengan bantuan teknologi. Namun, untuk hal-hal berhubungan dengan kehidupan, kita tak bisa hanya mengandalkan peralatan. Peralatan medis memang bisa membantu dokter memulihkan fungsi organ tubuh manusia, namun keterampilan dokter yang sesungguhnya adalah menjaga ketenangan hati dan pikiran. 

Menjaga Ketenangan Hati dan Pikiran
Agar bisa menghormati kehidupan, kita harus memiliki hati yang hening. Kita sering mengatakan bahwa kondisi hati yang tenang akan mendatangkan kekuatan batin. Ajaran Buddha sering membahas kekuatan batin. Barusan saya berkata kepada Dokter Lin bahwa kita pun menggunakan “kekuatan gaib” teknologi sehingga mereka bisa melihat kita di Taiwan dan saya dapat melihat mereka di Inggris. Sebenarnya, kini banyak hal yang bisa dikerjakan dengan bantuan teknologi. Namun, untuk hal-hal berhubungan dengan kehidupan, kita tak bisa hanya mengandalkan peralatan. Peralatan medis memang bisa membantu dokter memulihkan fungsi organ tubuh manusia, namun keterampilan dokter yang sesungguhnya adalah menjaga ketenangan hati dan pikiran.

Dokter harus memiliki batin yang hening tanpa merisaukan untung dan rugi. Dokter harus memiliki tekad yang sepenuh hati. Inilah batin yang hening dan tekad yang luhur. Untuk mencapai kondisi seperti ini, batin kita harus sangat hening dan tenang. Dengan demikian, barulah kita dapat memiliki tekad yang luhur, yakni tekad untuk menjadi seorang dokter.

Saat pasien berada dalam kondisi kritis, kita hanya memiliki sebuah misi, yakni menggunakan segenap kehidupan kita untuk menyelamatkan nyawa orang lain. Kita harus memiliki batin yang lapang, hening, dan bebas dari kerisauan. Inilah yang dimaksud “kondisi batin”. Dengan memiliki keheningan batin, dokter mampu berkonsentrasi pada tubuh pasien dan mengusahakan yang terbaik.

Di RS Tzu Chi Dalin hari ini saya melihat cinta kasih dan kesungguhan hati para dokter dan perawat dalam menjalankan misi pengobatan. Kalian telah bekerja keras untuk menyelamatkan nyawa para pasien. Semangat dalam mengatasi semua kesulitan dan menyelamatkan kehidupan orang lain ini sungguh membuat saya merasa tersentuh. Saya rasa berkat kerja keras dan dedikasi semua orang, barulah kita bisa merasakan sukacita yang tiada tara. Perawat kita tak hanya merawat pasien dengan penuh cinta kasih, melainkan juga menciptakan banyak alat yang bermanfaat dan berguna dengan menggunakan barang bekas.

 

Sebagian orang mungkin merasa sampah daur ulang sangat tidak bernilai. Kenyataannya, semua itu tergantung cara kita menggunakannya. Nilai suatu barang bukanlah dilihat dari nilai jualnya. Jika barang-barang tersebut dapat bermanfaat untuk memolong orang lain, maka semua itu termasuk barang yang berharga.

 

Tadi kepala perawat menunjukkan banyak barang yang kelihatannya tak berguna bagi kita, tapi sesungguhnya mempunyai banyak manfaat, bahkan dapat menyelamatkan nyawa orang lain. Bagi pasien yang koma, jika tangan mereka hanya dipakaikan sarung tangan pengaman khusus medis, sarung tangan ini masih berkemungkinan sobek sehingga selang infus dan kateter dapat dicabut pasien. Karena selang-selang tersebut dipasang pada saat mereka tidak sadarkan diri, ketika merasa tidak nyaman, mereka mungkin akan mencabutnya sendiri dan itu sangat berbahaya.

Dengan penuh kesungguhan hati, para perawat memakaikan tabung bekas infus ke tangan pasien. Dengan begitu, pasien tidak akan bisa merobek atau mencabut selang yang terpasang. Ini merupakan cara untuk melindungi pasien. Meski tidak membutuhkan biaya khusus, namun berkat kesungguhan hati, para perawat menjadikan barang bekas menjadi barang yang bisa melindungi pasien.

Ini adalah tindakan yang bijaksana dan bisa menghemat pengeluaran. Sungguh tersentuh melihat semua mengerjakannya dengan inisiatif sendiri. Semua penemuan kalian merupakan pusaka kita. Saya tahu bahwa selain berbagi pengalaman mengelola rumah sakit, dokter Lin dan para kepala RS Tzu Chi juga mensosialisasikan daur ulang botol plastik menjadi pakaian. Selain itu, mereka juga berbagi tentang penemuan-penemuan kecil kalian yang juga dapat melindungi pasien.

Mereka menceritakan semua ini. Mereka pun berbagi tentang kegiatan daur ulang, terutama botol plastik yang dapat didaur ulang menjadi serpihan dan dibuat menjadi benang, lalu dirajut menjadi selimut atau pakaian. Mereka juga membawa contoh barangnya. Banyak orang yang melihatnya dan menganggapnya sebagai hal yang luar biasa. Ada pula doktor dan ilmuwan yang melihat dan turut terkesan. Perjalanan mereka kali ini telah mengharumkan nama Taiwan. Taiwan sungguh luar biasa. Di rumah sakit, sebuah lembaga sosial, orang-orang tak hanya mengasihi sesama, melainkan juga bisa memanfaatkan barang bekas sebagai upaya melindungi bumi dan lingkungan. Perjalanan mereka kali ini membawa banyak manfaat. Menyelamatkan kehidupan dan melindungi bumi adalah misi kita bersama. Akhir kata, semoga semua orang bisa menghargai kehidupan karena tiada yang lebih berharga daripada kehidupan. Jadi, kita harus menghargai kehidupan.

Jika memiliki batin yang hening, maka dalam menghadapi segala hal dalam hidup, kita akan selalu bersikap waspada dan bekerja dengan penuh rasa hormat. Saya rasa, “bersih, hening, dan rasa hormat” telah kita realisasikan di sini.  

Diterjemahkan oleh: Erni & Hendry Chayadi
Foto: Da Ai TV Taiwan

 
 
Semua manusia berkeinginan untuk "memiliki", padahal "memiliki" adalah sumber dari kerisauan.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -