Suara Kasih : Selaraskan Hati Damaikan Bumi

 

Judul Asli:

     

Menciptakan Lingkungan yang Indah dan Hati yang Selaras demi Kedamaian Bumi

     

Posko daur ulang adalah tempat pelatihan diri
Giat bersumbangsih demi melindungi bumi
Senantiasa mengimbau orang-orang agar hidup rajin dan berhemat
Menciptakan lingkungan yang indah dan hati yang selaras demi kedamaian bumi

“Apa kabar, Master? Akhirnya Anda datang juga.” “Ya, akhirnya Anda datang juga.” (sambutan relawan Tzu Chi di Hengchun pada Master Cheng Yen)

 

 

Saya selalu berkata ingin mengunjungi Hengchun. Akhirnya, saya tiba juga di sini. Sungguh, hampir 20 tahun saya tak berkunjung ke sini. Dulu, saya rutin datang ke sini selama beberapa tahun untuk menghadiri pendistribusian bantuan kebutuhan hidup (sembako). Saat itu, Hengchun adalah sebuah tempat yang sederhana dan indah. Belum terdapat banyak perumahan. Namun kini, suasana sangat ramai karena telah dibangun banyak perumahan. Jadi, lama tak berkunjung ke sini, saya merasakan banyak sekali perubahan. Meski demikian, hati warga di sini tak berubah. Mereka tetap polos, sederhana, dan berhati baik. Mereka sungguh tak berubah.

Beberapa hari lalu, dalam ceramah pagi (Suara Kasih) saya berkata tentang aktivitas kaum muda yang menciptakan banyak sampah. Untunglah, kita memiliki banyak sekali relawan daur ulang yang mengumpulkan sampah-sampah tersebut. Saya sangat bersimpati pada para relawan dan merasa sangat tersentuh. Saya merasa tersentuh karena kita telah melakukan kegiatan daur ulang selama 20 tahun. Saat semua orang belum menyadari pentingnya melestarikan lingkungan, saya telah berpikir bahwa bumi hanya satu, dan setiap barang serta sumber daya yang kita gunakan berasal dari bumi ini. Populasi manusia di dunia ini sangat banyak, dan setiap orang memiliki pandangan berbeda. Dalam masyarakat masa kini, orang-orang dipicu untuk bersifat konsumtif. Hal ini tidaklah benar. Orang-orang kuno berkata,“Hemat pangkal kaya”. Karena itu, kita harus mengimbau semua orang agar hidup hemat dan mensyukuri berkah. Namun, jika hanya berkata saja, takkan ada faedahnya. Kita harus mempraktikkannya dan mengajak semua orang berbuat hal yang sama.

Dua puluh tahun yang lalu, dalam sebuah ceramah saya berkata agar orang-orang dapat menggunakan sepasang tangannya untuk membantu saya mewujudkan satu keinginan. Saya berharap setiap orang dapat memungut sampah yang berserakan di setiap tempat dan mengumpulkannya untuk didaur ulang. Saat itu, saya terus berkata kepada semua orang bahwa sampah kertas dapat didaur ulang dan dipergunakan kembali. Sejak zaman dulu, sampah kertas telah mulai didaur ulang. Orang-orang kuno menyebutnya “kertas yang hidup kembali”. Artinya adalah kertas yang sudah tak terpakai, didaur ulang agar dapat dipergunakan kembali. Kertas yang telah rusak dan kotor, didaur ulang agar orang-orang dapat menggunakannya kembali. Berbicara mengenai daur ulang kertas, kita pun menyadari bahwa hidup di dunia ini, kita harus bersumbangsih agar kehidupan kita bermakna. Bila tidak, hidup kita takkan ada artinya. Bila kita senantiasa bersumbangsih, maka hidup kita akan penuh makna. Istilah “kertas yang hidup kembali” ini telah menginspirasi saya. Karena itu, saya mengimbau orang-orang untuk mengumpulkan sampah-sampah kertas dan mendaur ulangnya. Inilah yang saya pikirkan waktu itu.

 

 

 

Dulu, saya hanya tahu bahwa sampah kertas dapat didaur ulang. Kemudian, kita pun mengetahui bahwa ternyata sampah plastik, berbagai jenis logam, botol PET (botol plastik kemasan -red), dan lain-lain juga dapat didaur ulang. Jika tak didaur ulang, mereka akan menjadi sampah.

Taiwan hanyalah sebuah pulau yang sangat kecil. Bila 20 tahun yang lalu Tzu Chi tak mensosialisasikan kegiatan daur ulang, entah setinggi apa tumpukan sampah yang ada di Taiwan sekarang ini. Karena itu, kita bersyukur karena 20 tahun lalu kita telah mensosialisasikan kegiatan daur ulang. Kita lebih lagi berterima kasih kepada para relawan daur ulang. Di Hengchun, awalnya kita mengumpulkan sekitar 18 ton sampah daur ulang setiap tahun. Namun kini, kita dapat mengumpulkan 180 ton setiap tahunnya. Jumlah ini meningkat 10 kali lipat. Bayangkan bila 180 ton sampah berserakan di Hengchun, pemandangan seperti apa yang akan terlihat? Jadi, dengan mengumpulkan sampah, lingkungan kita menjadi bersih dan saat hujan turun, selokan-selokan air takkan tersumbat oleh sampah. Terlebih lagi, dana hasil daur ulang kita gunakan untuk mendukung Da Ai TV (di Taiwan –red) agar dapat memproduksi program-program yang mampu menjernihkan hati manusia dan disaksikan di seluruh dunia. Benar, Da Ai TV telah berhasil membawa aliran jernih ke seluruh penjuru dunia. Program-program Da Ai TV yang sarat dengan kebajikan dapat disaksikan oleh orang-orang di berbagai negara di seluruh dunia ini. Asalkan program-program Da Ai TV dapat disaksikan oleh orang-orang, maka secara alami mereka akan terinspirasi dan mempraktikkannya dalam tindakan nyata. Jadi, bisa dikatakan bahwa seluruh relawan daur ulang adalah guru yang membimbing semua orang untuk menyelamatkan bumi.

Anak-anak zaman sekarang sangat sulit diajar. Para guru di sekolah hanya menghukum apabila siswanya melakukan kesalahan. Karena itu, ada juga guru di sekolah yang membawa siswanya ke posko daur ulang sebagai ganti hukuman. Mendengar hal ini, janganlah orangtua berkata kepada guru, “Anak saya datang ke sekolah untuk belajar. Mengapa Anda menyuruhnya ke posko daur ulang sebagai ganti hukuman?” Para orangtua seharusnya memuji anak-anaknya karena telah melakukan kegiatan daur ulang. Kita seharusnya memuji dan mendukung mereka untuk melakukan hal ini. Kita harus mengajar anak-anak untuk rajin. Dengan melakukan kegiatan daur ulang, mereka akan belajar banyak hal karena para orang tua/dewasa yang ada di posko daur ulang akan membimbing dan membagikan prinsip hidup kepada mereka. Anak-anak akan menerima dan memahaminya sehingga mereka pun akan berubah.

 

 

 

Jadi, posko daur ulang bisa dikatakan sebagai tempat menimba pengetahuan mengenai pelestarian lingkungan dan mengingatkan orang-orang untuk menyadari berkahnya dengan hidup rajin dan berhemat.

 

 

Saya sungguh bersyukur karena banyak orang di tempat ini telah terinspirasi untuk menjadi relawan daur ulang. Untuk melakukan kegiatan daur ulang, tentu kita membutuhkan tempat. Saya sangat berterima kasih kepada Tuan Guo yang mendukung istrinya dalam melakukan kegiatan daur ulang di Hengchun ini. Lahan seluas 2.000 meter persegi ini diberikan oleh Tuan Guo. Setiap hari Selasa para relawan dapat berkumpul dan melatih diri bersama. Saat melatih diri bersama, kebijaksanaan akan tumbuh. Saat melakukan kegiatan daur ulang, kalian menciptakan berkah. Para Bodhisattva (sekalian, saya berharap kita semua dapat bersumbangsih dengan sepenuh hati. Semoga Hengchun dapat menjadi sebuah tempat yang indah dan dipenuhi orang-orang berhati baik yang senantiasa melindungi bumi dan memberi manfaat kepada orang lain. Janganlah kita meremehkan diri sendiri dan berkata, “Saya hanya melakukan kegiatan daur ulang. Apakah hal ini dapat menciptakan berkah?” Tentu saja. Kalian telah menjadi teladan karena bersumbangsih dengan penuh cinta kasih. Sumbangsih dari setiap orang akan terhimpun dan menjadi kekuatan yang sangat besar untuk melindungi bumi ini. Janganlah berpikir bahwa sumbangsih satu orang dalam melindungi bumi takkan ada artinya. Bagi saya, sumbangsih setiap orang sangatlah berarti.

Dalam berjalan di jalan Tzu Chi, kita harus memiliki kesatuan dan hati kita harus dekat satu sama lain. Kalian harus giat menggalang Bodhisattva dunia. Setiap orang adalah Bodhisattva. Saya berharap kalian semua makin giat dan dapat menjadi anggota komite Tzu Chi. Saya senantiasa mendoakan kalian. Semoga kita bisa menghargai jalinan jodoh ini dan bergandengan tangan dengan erat untuk menyebarkan semangat Tzu Chi sehingga cinta kasih banyak orang dapat terbangkitkan.

 

Diterjemahkan oleh: Erni & Hendry Chayadi
Foto: Da Ai TV Taiwan
 
Hanya dengan mengenal puas dan tahu bersyukur, kehidupan manusia akan bisa berbahagia.
- Kata Perenungan Master Cheng Yen -