Rabu, 15 Juli 2020
Indonesia | English

Baksos Kesehatan Manula Untuk Warga Desa Binaan

03 Januari 2017 Jurnalis : Bambang Mulyantono (Tzu Chi Singkawang)
Fotografer : Bong Bui Kim (Tzu Chi Singkawang)

doc tzu chi

Pemeriksaan kesehatan dimulai dari mengukur tekanan darah (tensi). Sejumlah relawan Tzu Chi di  Desa Binaan yang berprofesi sebagai perawat/bidan ikut serta dalam baksos.

Sebanyak 414 warga lanjut usia mendapat pemeriksaan kesehatan dan pengobatan dalam Bakti Sosial Kesehatan khusus lansia yang digelar oleh Tzu Chi Singkawang. Kegiatan pada Sabtu, 17 Desember 2016 ini bertempat di Sekolah Dasar Negeri 32 Desa Salumang Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

Warga yang diperiksa dan diobati ini berasal dari Desa Salumang, Desa Caokng dan Desa Bilayuk yang merupakan Desa Binaan Tzu Chi Singkawang. Sementara dokter yang bersumbangsih, tujuh di antaranya berasal dari Singkawang, empat dokter dari Puskesmas Karangan, Kabupaten Landak, dan dua dari Bengkayang. Kegiatan ini juga dibantu tenaga perawat, 10 orang dari Karangan, Kabupaten Landak, enam orang  dari Singkawang, dua apoteker dan empat asisten apoteker dari Singkawang. Sedangkan jumlah Relawan Tzu Chi dari Singkawang sebanyak 53 orang dan relawan Desa Binaan 35 orang.

Di samping mengobati, baksos ini memberikan pendidikan kepada warga bagaimana menjaga kesehatan dan menjalankan pola hidup sehat.

Selain obat terbaik yang diberikan, relawan dan tim dokter memberikan perhatian yang tulus serta welas asih.

Wakil Ketua Tzu Chi Singkawang, Tjhang Tjin Djung mengatakan baksos kesehatan di Desa Salumang ini merupakan bagian dari Misi Kesehatan Tzu Chi untuk Desa Binaan. Di luar Baksos Kesehatan seperti ini, Tzu Chi Singkawang juga mendampingi proses penyembuhan beberapa pasien kasus dengan fasilitas BPJS.

“Inilah gambaran pelaksanaan Misi Kesehatan Tzu Chi yang dilandasi cinta kasih universal, tanpa membedakan ras, suku, agama dan bangsa. Bahkan semua kegiatan Tzu Chi sesungguhnya merupakan ajang pelatihan diri bagi dokter, tim medis maupun paramedis, termasuk kita semua relawan ini. Pelatihan diri tentang banyak hal, bagaimana bersabar, melayani dengan sepenuh hati, bersumbangsih tanpa pamrih sehingga selalu menampakkan wajah penuh sukacita. Pendek kata kita ‘berguru’ kepada pasien atau siapapun mereka yang kita bantu,” tutur Tjhang Tjin Djung.

Sebelumnya pada 14 Desember 2014 juga dilaksanakan Baksos Kesehatan Umum di Desa Caokng. Sementara pada 14 Juni 2015, digelar Baksos Kesehatan Balita dan Anak di Desa Salumang. Selain itu, pada Baksos Kesehatan Mata (Katarak & Pterygium) di Singkawang, 5-6 Agustus 2016 lalu, sebanyak 22 pasien dari Desa Binaan yang dioperasi, sekarang sudah sembuh. Bahkan ada beberapa yang lalu aktif sebagai relawan.

Dokter Kristin (kanan) melakukan penanganan khusus pada seorang pasien.

Dokter Lim Fong Cung selaku koordinator tim medis dan paramedis berharap baksos ini menambah kesadaran warga agar lebih menjaga lagi kondisi kesehatannya. “Hal terpenting dalam baksos ini adalah memberi edukasi kepada masyarakat. Yaitu agar masyarakat peduli pada kesehatan, menjaga dan menjalankan hidup sehat,” ujar Dokter Lim Fong Cung.

Senada dengan dr. Lim Fong Cung, dr. Dani asal Jakarta yang sedang intensif di RSUD Bengkayang menilai baksos seperti ini sangat penting untuk digelar. “Karena yang menjadi problem utama kesehatan masyarakat di sini berawal ketika ada keluhan sakit sedikit ditahan-tahan. Ini mungkin karena jarak Puskesmas dan rumah sakit yang jauh.  Nah setelah parah baru dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. Ini biasanya, mohon maaf, tidak tertolong. Jadi baksos seperti ini penting untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang kesehatan,” jelas dr. Dani.

Johanes Anes, warga desa binaan yang operasi katarak pada Baksos Kesehatan Mata di Singkawang (5-6 Agustus 2016), setelah sembuh turut bersumbangsih dengan dana dan tenaga sebagai relawan.

Dokter Musa Julianto mengungkapkan keprihatinannya terkait fasilitas kesehatan yang hanya satu Polindes untuk setiap desa. Ditambah lagi dengan akses jalan ke Puskemas yang cukup jauh, serta kondisi jalan yang rusak. “Ini semakin membuat masyarakat jauh dari jangkauan fasilitas kesehatan. Maka, bakti sosial kesehatan semacam ini sangat penting dan perlu diadakan lebih sering,” ungkapnya.

Tak hanya mendapat layanan kesehatan, warga Desa Salumang yang umumnya penganut Katolik juga diberikan bingkisan. Bingkisan berupa bahan makanan dan minuman untuk merayakan Natal.

Artikel dibaca sebanyak : 1651 kali


Berita Terkait


Menyusuri Bukit Demi Melayani Kesehatan Masyarakat

12 Maret 2020

Senyum Indah dan Sehat

31 Agustus 2018

Menjaga Kesehatan di Usia Senja

25 Oktober 2017

Membeningkan Penglihatan, Menjernihkan Hati

26 Juli 2016

Ungkapan Syukur Melalui Baksos Manula

20 November 2014


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Kebahagiaan berasal dari kegembiraan yang dirasakan oleh hati, bukan dari kenikmatan yang dirasakan oleh jasmani.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat