Sabtu, 19 Oktober 2019
Indonesia | English

Bangkitkan Empati, Sebarkan Kebaikan

22 November 2017 Jurnalis : Giok Chin Lie, Felicite Angela Maria (He Qi Timur)
Fotografer : Bagya Persada, Fadhli Dzil, Ikhram, Giok Chin Lie, Felicite Angela Maria, (He Qi Timur)

doc tzu chi

Penampilan bahasa isyarat tangan oleh muda mudi Tzu Ching dalam pameran Tzu Chi di Mall Kelapa Gading, 11-12 November 2017.

Suasana Minggu pagi, 12 November 2017 cerah. Pengunjung Mall Kelapa Gading tampak mulai memenuhi area forum Atrium Mall Kelapa Gading 3. Mereka melihat berbagai gelaran yang dipamerkan oleh Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia, di bawah koordinasi PT.Jing Si dan komunitas relawan He Qi Timur, Kelapa Gading.

Pameran Tzu Chi yang rutin dilakukan di Mall Kelapa Gading ini memperkenalkan produk-produk PT.Jing Si dan DAAI Tech. Seperti buku-buku karya cerita dari kumpulan ceramah Master Cheng Yen, CD-DVD musik, lagu-lagu Tzu Chi, cerita drama kisah nyata insan-insan Tzu Chi, juga sudut Celengan Bambu. Bekerja sama juga dengan relawan Summarecon yang selalu rutin membantu setiap ada penuangan celengan di Mall Kelapa Gading ini.

Ada juga berbagai kebutuhan sandang dari bahan-bahan daur ulang ramah lingkungan. Tidak ketinggalan produk baru yang diperkenalkan Mi Vegan, Mi DAAI. Tampak gerainya ramai didatangi pengunjung, baik sekedar mencicipi, berfoto di foto booth Mi DAAI maupun yang membeli dalam jumlah banyak karena harga yang sangat terjangkau, hanya dengan Rp 3.000 untuk 1 bungkus mi.

Pameran yang digelar dari Sabtu 11 November 2017 hingga Minggu 12 November 2017 ini mengangkat tema Bangkitkan Empati Sebarkan Kebaikan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh penanggung jawab pameran Tzu Chi kali ini, Andy Wang.

doc tzu chi

Ng Hui kim, salah satu seniman kaligrafi tengah melayani para pengunjung.

doc tzu chi

Gerai mi vegan, Mi DAAI juga hadir meramaikan pameran Tzu Chi kali ini.

”Di sini kita ingin menggugah hati para pengunjung Mall Kelapa Gading lebih peduli kepada sesama, yang ke depannya juga menggalang hati mereka menjadi relawan, khususnya relawan Tzu Chi ini. Karena kalau kita sudah memiliki hati yang berempati kalau kita tidak salurkan, itu cukup disayangkan. Melalui pameran ini harapannya, setelah mereka melihat poster-poster, mereka melihat tayangan kegiatan misi amal relawan Tzu Chi di mana ada bencana, mereka tergerak untuk membantu sesama.” 

Selain berbagai gerai yang diperkenalkan di pameran ini, tidak ketinggalan adalah penampilan bahasa isyarat tangan Tzu Chi yang dibawakan oleh insan-insan Tzu Chi komunitas Timur, Kelapa Gading. Mulai dari bahasa isyarat tangan dari  bodhisatwa muda, anak-anak peserta didik kelas budi pekerti, seperti Xiao Pu Sa, Xing Fu de Lian, Gan Xie, juga penampilan dari insan-insan muda Tzu Chi yang tergabung dalam asosiasi mahasiswa Tzu Ching, sampai lagu-lagu bahasa isyarat tangan yang dibawakan oleh relawan-relawan dewasa. Juga penampilan istimewa lagu bahasa isyarat tangan Satu Keluarga yang dibawakan oleh relawan-relawan yang tergabung dari para karyawan PT.Summarcon, Mall Kelapa Gading.

Semuanya membuat para pengunjung mall yang tengah sibuk berbelanja lalu mampir dan mendengarkan. Ini karena meski dinyanyikan dalam bahasa Mandarin, tetapi melodi dan lirik lagu yang sederhana dan enak didengarkan.

Dalam pameran di Mall Kelapa Gading, terdapat juga salah satu stan pameran Tzu Chi University Continuing Education Center (TCUCEC), yaitu Seni kaligrafi. Tampak pengunjung antusias mengantri untuk mendapatkan tulisan tradisional dari Tiongkok ini. Ng Hui kim (67) salah satu seniman kaligrafi yang melayani para pengunjung mall ini, sudah lama menggemari seni kaligrafi Mandarin. Semenjak dibuka kelas kaligrafi di TCUCEC, Tzu Chi Center, Pantai Indah Kapuk empat tahun yang lalu, dia mulai menekuni, memperdalam ilmu seni menulis kaligrafi dengan tata cara baik dan cara alur menulis kaligrafi yang benar.

doc tzu chi

Relawan Tzu Chi Summarecon, Mall Kelapa Gading (kaos hijau), rata– rata adalah tim dari satuan keamaan, juga membantu di bagian penuangan celengan.

doc tzu chi

Pengunjung memenuhi forum atrium Mall Kelapa Gading, tempat pameran Tzu Chi berlangsung.

“Perlu kesabaran, ketekunan, dari hobi seni menulis kaligrafi, sehingga bisa membuat guratan-guratan kaligrafi yang bagus,” ungkapnya. Selain itu ada juga lukisan tradisional Tiongkok yang juga ditampilkannya di pameran ini.

Ada satu peristiwa kecil menarik terjadi di tengah-tengah pameran di hari Minggu sore, 12 November 2017, seorang pengunjung pameran misterius berhati mulia. Setelah berkeliling melihat-lihat  gerai yang ada di pameran, melihat tayangan perjalanan Tzu Chi di dunia maupun di Indonesia, juga kisah ketulusan dan  keteladanan Master Cheng Yen dan shifu-shifu griya Jing Si, ia pun bertanya kepada relawan. ”Kalau saya mau menyumbang untuk kegiatan ini bagaimana?”, tanyanya.

Singkat kata, relawan pun memberikan nomor rekening Yayasan Buddha Tzu Chi. Mulanya ia tidak mau menyebutkan namanya. Relawan pun menjelaskan bahwa sebagai bentuk rasa syukur bagi para dermawan yang menyumbangkan dananya untuk Tzu Chi, maka perlu dicatatkan di arsip akunting yayasan. Pengunjung dermawan ini akhirnya mau menuliskan atas namanya. Ia pun berdonasi dengan nominal yang cukup besar.

Setelah berbincang singkat, relawan lalu mengajaknya berkeliling sekali lagi. Sebelumnya donatur ini belum pernah mendengar tentang Tzu Chi, tetapi tergerak secara spontan untuk berdonasi. Ia juga membeli beberapa CD lagu Tzu Chi dan buku karya Master Cheng Yen.  

Editor: Khusnul Khotimah

Artikel dibaca sebanyak : 1121 kali


Berita Terkait


Pameran Pengenalan Tzu Chi : Sebersit Niat

04 Oktober 2019

Coexist with Earth

30 Oktober 2018

Menebar Inspirasi Melalui Pameran Tzu Chi

24 November 2016


Kirim Komentar


Name
Required
Email
Required, not shown
Comment
Required
Recaptcha
Hanya orang yang menghargai dirinya sendiri, yang mempunyai keberanian untuk bersikap rendah hati.

Kata Perenungan Master Cheng Yen

Tzu Chi Web Stat